analitik

Putri Zulhas Beri Motor Baru Ojek ke Driver Rusak Sopir Alphard di Bintaro

Ule.co.id – Putri Zulhas beri motor baru ke driver ojek dirusak sopir Alphard di Bintaro [titlebase] menjadi sorotan publik setelah insiden yang melibatkan sopir mobil Toyota Alphard dan seorang pengemudi ojek online di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Kejadian yang awalnya memicu kemarahan kini berakhir damai berkat mediasi polisi dan bantuan politikus dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Insiden terjadi pada Selasa, 18 Agustus 2026, ketika Mulyadi, seorang driver ojek pangkalan, tidak sengaja menyenggol kaca spion mobil Alphard yang sedang melaju di Jalan RC Veteran, Bintaro. Mulyadi segera menghentikan kendaraannya dan mencoba meminta maaf, namun sopir Alphard yang bernama Didi justru keluar dari mobil dalam keadaan marah dan menghantam motor Mulyadi menggunakan batu bata. Kerusakan pada motor terlihat jelas pada bagian depan, membuat Mulyadi terpaksa menunggu bantuan.

Baca juga:
Sopir Alphard Minta Maaf Setelah Video Viral, Datangi Rumah Ojek di Jakarta Selatan

Polisi setempat, Polsek Pesanggrahan, langsung menanggapi laporan tersebut. Kapolsek AKP Seala Syah memastikan bahwa kedua belah pihak dipanggil ke kantor untuk proses mediasi. Didi mengakui bahwa emosinya memuncak sesaat dan ia bersedia mengganti kerusakan yang terjadi. Sementara itu, Mulyadi menyatakan keinginannya untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan tanpa menuntut proses hukum lebih lanjut.

Dalam proses mediasi, dua tokoh politik dari PAN turut hadir: Ketua DPP PAN Putri Zulkifli Hasan (yang lebih dikenal sebagai Putri Zulhas) dan anggota Komisi IX DPR Fraksi PAN, Surya Utama alias Uya Kuya. Kedua tokoh tersebut secara simbolis menyerahkan motor baru kepada Mulyadi sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap pengemudi ojek yang kehilangan mata pencaharian akibat kerusakan kendaraan. “Putri Zulhas beri motor baru ke driver ojek dirusak sopir Alphard di Bintaro [titlebase]” menjadi pernyataan resmi yang disampaikan pada acara penyerahan di Polsek Pesanggrahan pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Motor baru yang diberikan berjenis skuter matik berkapasitas 125 cc, dilengkapi dengan fitur keselamatan modern. Uya Kuya menegaskan bahwa bantuan ini tidak hanya bersifat material, melainkan juga sebagai simbol solidaritas PAN terhadap pekerja informal yang sering kali menjadi korban konflik di jalan raya. “Kami berharap motor baru ini dapat membantu Bapak Mulyadi kembali bekerja dan mendukung kesejahteraan keluarganya,” ujarnya.

Sementara itu, Didi, sopir Alphard, juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Mulyadi. Dalam video yang diunggah di akun Instagram @manangsoebeti_official, Didi mengatakan, “Atas kesalahan saya yang tadi, saya mohon maaf. Tolong jangan dendam ke saya, Pak.” Ia menambahkan kesiapannya untuk menanggung biaya perbaikan motor jika ada kekurangan pada motor baru yang diberikan.

Selain bantuan motor, Kombes Pol Manang Soebeti, Auditor Kepolisian Madya TK II Itwasum Polri, turut serta memberikan donasi dari Yayasan Menyala Hati sebesar Rp4 juta untuk membantu perbaikan motor yang rusak. Donasi tersebut disalurkan langsung kepada Mulyadi pada hari yang sama, menambah kepastian bahwa korban tidak akan mengalami beban finansial tambahan.

Baca juga:
Alphard ojol: Sopir Alphard Ngamuk Rusak Motor Ojol di Jaksel, Akhir Damai & Polisi Usut Kasus

Kasus ini menarik perhatian dua anggota DPR RI, Surya Utama (Uya Kuya) dan Putri Zulkifli Hasan, yang kemudian menjadi sorotan media sosial. Video aksi perusakan motor yang viral memicu perdebatan publik tentang etika berkendara dan tanggung jawab sopir kendaraan pribadi terhadap pengguna jalan lain. Masyarakat menilai bahwa tindakan Didi tidak dapat dibenarkan, namun penyelesaian damai yang melibatkan bantuan politik menunjukkan alternatif penyelesaian konflik di luar proses hukum.

Para pengamat lalu lintas menilai bahwa insiden semacam ini dapat diminimalisir dengan peningkatan kesadaran etika berkendara serta penegakan hukum yang tegas. Mereka juga menyarankan agar pihak kepolisian terus melakukan sosialisasi mengenai prosedur penanganan sengketa di jalan, serta menyediakan jalur mediasi yang cepat bagi korban dan pelaku.

Dengan berakhirnya kasus ini secara kekeluargaan, Mulyadi kini kembali melaju dengan motor baru yang diberikan oleh Putri Zulhas dan Uya Kuya. Ia menyatakan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang membantu, termasuk polisi, politisi, dan yayasan sosial. “Saya ikhlas, ikhlas,” kata Mulyadi dalam pernyataannya, menegaskan bahwa ia tidak menyimpan dendam dan siap kembali menghidupi keluarganya.

Kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara aparat penegak hukum, lembaga sosial, dan tokoh politik dapat menghasilkan penyelesaian damai yang menguntungkan semua pihak. Meskipun insiden awalnya menimbulkan kerusakan fisik dan emosional, langkah-langkah mediasi dan bantuan yang tepat berhasil mengembalikan kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *