Harga Emas Antam Anjlok Rp44 Ribu, Kini di Level Rp2,84 Juta per Gram

JAKARTA, Ule.co.id – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan tajam pada perdagangan Senin pagi. Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia per pukul 09.34 WIB, harga emas Antam turun Rp44.000 menjadi Rp2.840.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.884.000.

Penurunan ini juga diikuti oleh harga beli kembali (buyback) yang merosot ke level Rp2.640.000 per gram. Koreksi ini menjadi salah satu penurunan harian yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir, mencerminkan dinamika pasar global yang tengah bergejolak.

Pergerakan harga emas sendiri dikenal sangat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti nilai tukar dolar AS, suku bunga global, hingga tensi geopolitik.

Rincian Harga Emas Antam Terbaru

Berikut daftar harga emas batangan Antam berdasarkan pecahan per Senin:

  • 0,5 gram: Rp1.470.000
  • 1 gram: Rp2.840.000
  • 2 gram: Rp5.620.000
  • 3 gram: Rp8.405.000
  • 5 gram: Rp13.975.000
  • 10 gram: Rp27.895.000
  • 25 gram: Rp69.612.000
  • 50 gram: Rp139.145.000
  • 100 gram: Rp278.212.000
  • 250 gram: Rp695.265.000
  • 500 gram: Rp1.390.320.000
  • 1.000 gram: Rp2.780.600.000

Menariknya, selisih antara harga jual dan buyback tetap cukup lebar, yang menjadi pertimbangan penting bagi investor ritel dalam menentukan timing beli dan jual.

Pajak Tetap Berlaku, Ini Rinciannya

Dalam setiap transaksi emas batangan, terdapat kewajiban pajak yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017.

Untuk penjualan kembali (buyback) dengan nilai di atas Rp10 juta:

  • PPh 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP
  • PPh 22 sebesar 3 persen untuk non-NPWP

Pajak tersebut langsung dipotong dari total nilai transaksi buyback.

Sementara untuk pembelian emas:

  • PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemilik NPWP
  • PPh 22 sebesar 0,9 persen untuk non-NPWP

Setiap transaksi pembelian akan disertai bukti potong pajak resmi.

Sinyal Pasar: Koreksi atau Awal Tren Turun?

Penurunan harga emas hari ini memunculkan pertanyaan klasik di kalangan investor: ini sekadar koreksi sesaat atau awal tren penurunan?

Dalam praktiknya, emas sering bergerak berlawanan arah dengan penguatan dolar AS dan kenaikan suku bunga. Jika tekanan global masih berlanjut, harga emas berpotensi melanjutkan koreksi. Namun, di sisi lain, ketidakpastian geopolitik justru bisa kembali mendorong emas sebagai aset safe haven.

Bagi investor, situasi seperti ini ibarat dua sisi koin—harga turun bisa jadi peluang akumulasi, tapi juga sinyal untuk lebih berhati-hati.

Yang jelas, satu hal tak berubah: emas tetap menjadi instrumen klasik yang sensitif terhadap isu global. Dan hari ini, pasar sedang “berkedip agak keras.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *