analitik

Binance Exchange Pimpin Pasar Crypto dengan Volume Derivatif $1,67 Triliun dan Spot Naik 19% di Agustus 2026

Ule.co.id – Binance exchange kembali mengukuhkan posisinya sebagai raja perdagangan kripto pada Agustus 2026, mencatat volume derivatif mencapai $1,67 triliun dan volume spot melonjak 19% menjadi sekitar $243 miliar. Lonjakan ini terjadi bersamaan dengan pergerakan harga Bitcoin yang melambung lebih dari 30%, memicu gelombang likuiditas yang signifikan di seluruh ekosistem. Data terbaru menunjukkan total volume derivatif pasar kripto global mencapai $3,51 triliun, menandai pemulihan 15,9% dari bulan Juli yang terdampak penurunan terburuk dalam 32 bulan.

Dominasi Binance exchange dalam segmen derivatif tidak dapat dipandang sebelah mata. Dengan pangsa pasar hampir 48%, hampir setengah dari seluruh aktivitas futures dan perpetual contracts mengalir melalui platform ini. OKX menempati posisi kedua dengan kontribusi $636,6 miliar (18,2% pangsa pasar), sementara Bybit berada di urutan ketiga dengan $312,8 miliar (8,9%). Kombinasi ketiga bursa ini menyerap lebih dari 74% total volume, menegaskan konsentrasi likuiditas pada pemain-pemain utama.

Baca juga:
Perlintasan Pegunungan di Perbatasan China-India Kembali Dibuka, Meningkatkan Aktivitas Ekonomi

Di sisi spot, Binance exchange juga memimpin dengan volume $243 miliar, menyumbang sekitar 45-46% dari total $510,4 miliar yang diperdagangkan oleh 14 bursa terpusat teratas. Lonjakan ini didorong oleh volatilitas Bitcoin yang mencapai puncak harian $37 miliar pada pertengahan bulan. Sementara itu, total spot volume seluruh bursa terpusat (termasuk yang tidak masuk dalam sampel 14) mencapai $811 miliar, mencatat kenaikan 15% dibandingkan Juli, yang merupakan titik terendah dua tahun terakhir.

Persaingan tidak hanya berhenti pada Binance exchange. Coinbase dan KuCoin melaporkan pertumbuhan persentase volume yang signifikan pada Agustus, menandakan pergeseran pangsa pasar yang perlahan namun pasti. Meskipun Binance masih memegang mayoritas, tekanan kompetitif semakin menguat seiring dengan peningkatan likuiditas di bursa lain dan diversifikasi produk yang ditawarkan.

Struktur biaya juga menjadi faktor penting dalam menarik likuiditas. Binance exchange menerapkan tarif maker dan taker standar sebesar 0,10% untuk perdagangan spot, namun menawarkan potongan signifikan bagi pengguna VIP atau yang membayar dengan token BNB. Pada tingkatan VIP 3, tarif maker turun menjadi 0,040% dan taker menjadi 0,060%, sementara penggunaan BNB dapat menurunkan keduanya menjadi 0,030% dan 0,045% masing‑masing. Program promosi likuiditas bahkan memungkinkan maker mendapatkan tarif negatif, memberi insentif kuat bagi penyedia likuiditas.

Di pasar India, Binance exchange telah menyesuaikan diri dengan regulasi baru setelah terdaftar sebagai entitas pelapor di Financial Intelligence Unit‑India. Proses KYC kini mencakup verifikasi PAN, dokumen identitas resmi, serta pemeriksaan wajah atau liveness. Pengguna diwajibkan mengaktifkan otentikasi dua faktor dan menetapkan batas penarikan untuk meningkatkan keamanan. Pilihan pendanaan meliputi deposit kripto langsung, pembelian dengan kartu, serta perdagangan peer‑to‑peer (P2P) yang memanfaatkan escrow Binance, meski tidak ada opsi deposit INR langsung ke rekening bank Binance.

Baca juga:
Inovasi cryptocurrency trading: AI Koinvex, Stablecoin Besar, dan Tren Pasar 2026

Sementara Binance exchange memperluas jejaknya, kompetitor tradisional juga berinovasi. Nasdaq baru‑baru ini menginvestasikan US$100 juta ke Payward, induk Kraken, untuk mempercepat pengembangan infrastruktur pasar yang ter‑tokenisasi. Kolaborasi ini mencakup perjanjian pengawasan pasar dan memperkuat rencana perdagangan 24/7 dengan aset tokenisasi, yang pada gilirannya dapat menambah tekanan kompetitif pada Binance exchange dalam hal penawaran produk inovatif.

Prospek ke depan menunjukkan bahwa Binance exchange harus terus menyeimbangkan pertumbuhan volume dengan kepatuhan regulasi dan inovasi biaya. Dengan volume derivatif yang tetap tinggi dan spot yang kembali kuat, platform ini berada pada posisi strategis untuk memanfaatkan gelombang adopsi kripto yang lebih luas, terutama di wilayah dengan regulasi yang semakin jelas seperti India. Namun, persaingan dari bursa lain, serta langkah-langkah tokenisasi yang digerakkan oleh pemain tradisional seperti Nasdaq, menuntut Binance untuk terus beradaptasi, memperbaiki struktur biaya, dan meningkatkan layanan KYC demi mempertahankan kepercayaan trader global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *