analitik

Ethereum Price Prediction: Apakah Tren ETH/BTC 10 Tahun Akan Berakhir? Analisis dan Rencana ETF Thailand

Ule.co.id – Ethereum kembali menjadi sorotan utama pasar kripto setelah Bitcoin menembus batas $80.000. Meskipun Bitcoin masih memimpin headline, pergerakan ethereum menunjukkan tanda‑tanda penting yang dapat mengubah dinamika relatif antara dua aset terbesar ini. Analisis terbaru menyoroti potensi pemutusan tren penurunan ETH/BTC yang telah berlangsung selama satu dekade, sinyal bullish yang diidentifikasi oleh analis Tom Lee, serta langkah regulasi Thailand yang membuka pintu bagi ETF berbasis kripto.

Sejak akhir Agustus, harga ethereum naik sekitar 30% dan kini mendekati level resistance $2.500. Kenaikan ini terjadi meski tekanan jual masih terasa, namun volume perdagangan yang meningkat menandakan minat beli yang kuat. Tom Lee, ketua Bitmine, mengungkapkan bahwa funding rate pada kontrak berjangka Binance untuk ETH mencapai titik tertinggi dalam satu tahun, sebuah indikasi bahwa para trader bersedia membayar premi untuk memegang posisi long. Lee juga menyebutkan bahwa Bitmine membeli sekitar 34.000 ETH antara 17 hingga 21 Agustus, menambah keyakinannya bahwa pasar sedang memasuki fase bullish.

Baca juga:
Bitcoin Gagal Tembus 80 Ribu Dolar, Sinyal Pasar Kripto Masih Rentan Koreksi

Di sisi lain, tren jangka panjang ETH/BTC yang menurun selama sepuluh tahun terakhir mulai menunjukkan kerutan. Pada episode terbaru, Bitcoin berada sedikit di bawah $80.000, sementara ethereum berhasil mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak Mei 2025. Analis John Gillen dalam acara Milk Road Show berpendapat bahwa pergerakan ini bukan sekadar koreksi sementara, melainkan potensi pergeseran struktural di mana ETH dapat menguat lebih cepat dibandingkan BTC. Jika pola ini berlanjut, investor dapat melihat rasio ETH/BTC menembus level kunci di atas 0,032, sebuah titik yang belum tercapai dalam hampir satu dekade.

Regulasi juga menjadi faktor penting yang dapat memperkuat sentimen positif. Pada 25 Agustus 2026, Otoritas Sekuritas Thailand (SEC) membuka konsultasi publik untuk kerangka kerja ETF kripto pertama di negara tersebut. Rencana tersebut mencakup izin bagi ETF untuk berinvestasi pada Bitcoin dan ethereum sebagai aset utama, dengan persyaratan pengelolaan yang serupa dengan ETF tradisional. ETF yang diusulkan akan diperdagangkan di bursa saham Thailand dan harus mematuhi standar perlindungan investor, termasuk pengungkapan risiko dan persetujuan eksplisit dari investor.

Jika regulasi ini disetujui, dampaknya terhadap harga ethereum dapat signifikan. Akses institusional melalui ETF biasanya meningkatkan likuiditas dan menarik aliran modal baru, terutama dari investor yang sebelumnya enggan terlibat langsung di pasar spot kripto. Selain itu, kebijakan yang menuntut penggunaan kustodian digital berlisensi di Thailand dapat meningkatkan kepercayaan global terhadap ekosistem kripto, membuka peluang bagi produk serupa di wilayah lain.

Di luar faktor teknikal dan regulasi, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh perkembangan proyek lain. Contohnya, Lisk, sebuah proyek yang pernah mencapai kapitalisasi pasar hampir $4 miliar, memutuskan untuk menutup blockchain-nya dan beralih menjadi platform keuangan bisnis. Meskipun tidak terkait langsung dengan ethereum, keputusan ini mencerminkan dinamika evolusi ekosistem blockchain, di mana proyek‑proyek lama beradaptasi atau menghilang, sementara jaringan utama seperti Ethereum terus memperkuat posisinya melalui upgrade dan integrasi L2.

Secara keseluruhan, kombinasi indikator teknikal yang menguat, aksi beli institusional yang terlihat pada funding rate, serta potensi regulasi ETF di Thailand menciptakan skenario yang mendukung optimisme terhadap ethereum. Investor yang mengamati tren ETH/BTC sebaiknya memperhatikan level resistance $2.500 serta zona support di sekitar $2.200, sambil menunggu konfirmasi lebih lanjut dari data on‑chain dan kebijakan regulator. Jika semua faktor ini berkolaborasi, Ethereum dapat menorehkan fase pertumbuhan baru yang belum terlihat dalam sepuluh tahun terakhir.

Namun, tetap ada risiko yang perlu diwaspadai. Volatilitas pasar kripto masih tinggi, dan perubahan kebijakan di negara lain dapat memengaruhi arus modal. Oleh karena itu, pendekatan diversifikasi dan manajemen risiko tetap menjadi kunci bagi investor yang ingin memanfaatkan potensi bullish ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *