Gunil Xdinary Heroes Keluar Paksa: Kontroversi Kontrak dan Permintaan Maaf Menggema
Ule.co.id – Gunil mengaku keluar dari Xdinary Heroes bukan atas kemauannya sendiri [titlebase] setelah terjadi perselisihan kontrak dengan agensi JYP Entertainment. Pernyataan resmi yang disampaikan melalui kuasa hukumnya pada 20 Agustus 2026 menegaskan bahwa pemutusan kontrak dilakukan secara sepihak oleh manajemen, bukan keputusan yang diambil secara sukarela oleh sang idol.
Menurut pengacara Sung Jae Hwan dari Joowon Law Firm, kliennya tidak pernah menyetujui pembatalan kontrak eksklusif yang mengikatnya dengan JYP. “Sang artis tidak meninggalkan grup atas kemauannya sendiri dan tidak menyetujui pemutusan kontrak eksklusifnya,” tegasnya dalam surat pernyataan. Kuasa hukum menambahkan bahwa tidak ada dasar hukum yang sah untuk pemutusan tersebut, namun demi mengurangi beban emosional para penggemar, Gunil bersedia melanjutkan dialog dengan agensi secara itikad baik.
Kontroversi awal bermula ketika sebuah rekaman suara telepon pribadi bocor ke publik pada pertengahan Agustus. Dalam rekaman tersebut, Gunil mengeluarkan kata-kata kasar mengenai sebagian penggemar, yang kemudian memicu kemarahan netizen dan menimbulkan tekanan mental bagi sang artis. Dalam pernyataan yang sama, ia mengakui penggunaan bahasa tidak pantas itu, menyatakan penyesalan mendalam, dan menegaskan bahwa komentar tersebut muncul saat ia berada di bawah tekanan berat akibat serangan online.
JYP Entertainment pada 13 Agustus 2026 mengumumkan bahwa kontrak eksklusif Gunil telah diakhiri berdasarkan kesepakatan bersama. Pihak agensi menyebutkan bahwa keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan dampak negatif yang ditimbulkan oleh kontroversi tersebut terhadap citra grup. Namun, pernyataan resmi dari kuasa hukum Gunil menolak klaim adanya persetujuan bersama, menegaskan bahwa keputusan itu bersifat sepihak dan tidak adil bagi artis.
Akibat insiden ini, Xdinary Heroes terpaksa membatalkan penampilan mereka di festival Summer Sonic 2026, yang semula dijadwalkan menjadi momentum penting bagi grup. Gunil menyampaikan rasa penyesalan yang mendalam karena tidak dapat menunaikan janji kepada para penggemar di atas panggung. “Saya sangat menyesal tidak bisa bertemu fans di sana. Kesedihan mereka menjadi beban terbesar bagi saya,” ungkapnya dalam surat permintaan maaf yang dipublikasikan di Instagram.
Selain menolak pemutusan kontrak, kuasa hukum juga menolak kemungkinan langkah hukum lebih lanjut terkait penyebaran rekaman suara. “Tidak ada niat untuk menuntut pihak yang membocorkan rekaman, karena fokus utama kami adalah penyembuhan hubungan antara artis, agensi, dan penggemar,” jelas Sung Jae Hwan.
Para penggemar Xdinary Heroes, yang dikenal dengan sebutan “Villains,” menanggapi situasi ini dengan campuran rasa kecewa dan harapan. Banyak yang mengirimkan dukungan moral melalui media sosial, menekankan pentingnya memberikan kesempatan bagi Gunil untuk memperbaiki kesalahan dan kembali berkarier di industri musik.
Secara keseluruhan, kasus ini menyoroti dinamika rumit antara artis K‑Pop, agensi, dan basis penggemar yang semakin terhubung secara digital. Sementara JYP Entertainment berupaya menjaga reputasi grup, kuasa hukum Gunil terus menegaskan bahwa “Gunil mengaku keluar dari Xdinary Heroes bukan atas kemauannya sendiri [titlebase]” dan menuntut dialog terbuka untuk menyelesaikan perselisihan kontrak secara adil.
Ke depan, Xdinary Heroes akan melanjutkan aktivitas sebagai grup lima orang, sementara Gunil berjanji akan fokus pada perbaikan diri dan berharap dapat kembali ke panggung suatu saat nanti, bila kondisi memungkinkan.

