Batal Lolos Meski Sudah Damai, 3 Polisi Penumpang Alphard Bundaran HI Diseret ke Sidang Etik Polri
PALANGKA RAYA, Ule.co.id – Batal lolos meski sudah damai, 3 polisi penumpang Alphard Bundaran HI diseret ke sidang etik Polri setelah terlibat dalam perselisihan dengan seorang satpam di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Perselisihan antara petugas keamanan (satpam) proyek MRT dan pengemudi Toyota Alphard berakhir setelah kedua belah pihak menjalani mediasi tertutup di Mapolsek Metro Menteng.
Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dan saling memaafkan. Namun, penyelesaian secara kekeluargaan itu tidak menghentikan proses hukum dan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terlibat.
Peristiwa bermula ketika sopir Alphard tidak terima ditegur seorang satpam karena menerobos saat rombongan pejalan kaki melintas. Cekcok pun tak terhindarkan hingga berujung pada aksi satpam yang dipaksa sujud untuk meminta maaf. Kasus tersebut akhirnya diselesaikan secara damai setelah kedua belah pihak sepakat menempuh jalur mediasi.
Batal lolos meski sudah damai, 3 polisi penumpang Alphard Bundaran HI diseret ke sidang etik Polri karena pelanggaran etik yang dilakukan oleh tiga anggota polisi. Sopir Alphard yang memaksa satpam sujud di Bundaran HI diketahui Brigadir Raka Putra Wibawa, anggota Polda Jabar, bersama dua polisi lain.
Polda Jabar meminta maaf, memastikan ketiganya melanggar kode etik, dan akan menjalani sidang etik meski kasus telah berakhir damai. Brigadir Raka juga ditilang karena menerobos lampu merah dan memakai pelat nomor palsu sehingga dijerat dua pasal UU Lalu Lintas.
Batal lolos meski sudah damai, 3 polisi penumpang Alphard Bundaran HI diseret ke sidang etik Polri karena tindakan yang dinilai arogan dan tidak pantas tersebut. Polda Jawa Barat mengakui bahwa tiga pria yang berada di dalam mobil Toyota Alphard saat kejadian merupakan personel kepolisian yang bertugas di lingkungan Polda Jawa Barat.
Atas tindakan yang dinilai arogan dan tidak pantas tersebut, institusi kepolisian menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada korban maupun masyarakat. Batal lolos meski sudah damai, 3 polisi penumpang Alphard Bundaran HI diseret ke sidang etik Polri karena pihak kepolisian berkomitmen untuk bertindak tegas, profesional, dan transparan terhadap setiap pelanggaran yang dilakukan oleh anggotanya.
Kasus ini menunjukkan bahwa Batal lolos meski sudah damai, 3 polisi penumpang Alphard Bundaran HI diseret ke sidang etik Polri karena tindakan yang dilakukan oleh anggota polisi harus dihukum dan diberikan sanksi yang setimpal. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian dapat dipulihkan dan ditingkatkan.

