Negosiasi Iran AS Masih Buntu, Iran Pastikan Tidak Ada Pembicaraan Baru dalam Beberapa Hari ke Depan
Ule.co.id – Negosiasi Iran AS dipastikan belum akan berlanjut dalam waktu dekat. Pemerintah Iran menegaskan bahwa hingga kini tidak ada agenda pembicaraan baru dengan Amerika Serikat di tingkat mana pun. Fokus utama Teheran saat ini adalah memastikan pelaksanaan nota kesepahaman yang telah disepakati kedua negara terkait penghentian konflik dan sejumlah isu strategis lainnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran sekaligus juru bicara tim perunding, Esmaeil Baqaei, pada Senin (29/6). Menurutnya, Negosiasi Iran AS belum memasuki babak baru karena kedua pihak masih menjalankan tahapan implementasi berbagai poin dalam nota kesepahaman yang mulai berlaku pada pertengahan Juni.
“Tidak akan ada pertemuan negosiasi dengan pihak Amerika pada tingkat apa pun dalam beberapa hari ke depan,” kata Baqaei, seperti dikutip dari kantor berita pemerintah Iran, IRNA.
Iran Fokus pada Pelaksanaan Nota Kesepahaman
Baqaei menjelaskan bahwa prioritas pemerintah saat ini bukan melanjutkan Negosiasi Iran AS, melainkan memastikan seluruh ketentuan dalam nota kesepahaman dijalankan sesuai komitmen yang telah disepakati.
Menurutnya, pemerintah Iran terus mengawasi implementasi setiap pasal dalam kesepakatan tersebut sambil memastikan seluruh kepentingan nasional tetap terlindungi.
Langkah itu dinilai penting sebelum kedua negara membahas tahapan perundingan berikutnya.
Lisensi Ekspor Minyak Mulai Diterapkan
Dalam keterangannya, Baqaei mengungkapkan bahwa Amerika Serikat telah menerbitkan lisensi yang diperlukan sesuai Pasal 10 nota kesepahaman terkait ekspor minyak Iran.
Meski demikian, pemerintah Iran masih memantau secara ketat pelaksanaan kebijakan tersebut agar berjalan sesuai dengan isi kesepakatan.
Implementasi sektor energi menjadi salah satu indikator penting sebelum Negosiasi Iran AS dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya.
Proses Pencairan Aset Iran Terus Berjalan
Selain ekspor minyak, pelaksanaan Pasal 11 mengenai pencairan aset Iran yang dibekukan juga masih berlangsung.
Sebagai tindak lanjut, delegasi ahli Iran dijadwalkan berangkat ke Doha, Qatar, pada akhir pekan ini guna membahas aspek teknis pencairan aset tersebut.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa kunjungan tersebut hanya berkaitan dengan implementasi kesepakatan, bukan bagian dari Negosiasi Iran AS.
Belum Memasuki Tahap Perjanjian Komprehensif
Baqaei menegaskan bahwa Negosiasi Iran AS mengenai kesepakatan final belum dapat dimulai.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan Pasal 13 nota kesepahaman, pembahasan mengenai perjanjian komprehensif baru bisa dilakukan apabila sejumlah pasal utama telah diterapkan dan implementasinya terus berjalan.
Pasal-pasal tersebut meliputi:
- Pasal 1 tentang gencatan senjata dan penghentian operasi militer.
- Pasal 4 mengenai situasi di Lebanon serta penarikan pasukan Israel.
- Pasal 5 mengenai pelayaran sementara dan koordinasi keamanan di Selat Hormuz.
- Pasal 10 mengenai ekspor minyak Iran.
- Pasal 11 mengenai pencairan aset Iran yang dibekukan.
Selama tahapan tersebut belum sepenuhnya terlaksana, pembahasan lanjutan belum akan dilakukan.
Iran Bantah Ada Pertemuan dengan Pejabat AS di Doha
Pemerintah Iran juga membantah berbagai laporan yang menyebut akan ada pertemuan antara delegasi Iran dan pejabat senior Amerika Serikat di Doha.
Menurut Baqaei, apabila terdapat kunjungan pejabat AS ke Qatar, hal itu tidak berkaitan dengan agenda delegasi teknis Iran.
Dengan demikian, spekulasi mengenai Negosiasi Iran AS yang disebut akan berlangsung dalam waktu dekat dipastikan tidak benar.
Nota Kesepahaman Berlaku Sejak 18 Juni
Nota kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat yang terdiri atas 14 poin resmi mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Kesepakatan tersebut lahir setelah berminggu-minggu ketegangan di kawasan menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Isi nota kesepahaman mencakup penghentian operasi militer, situasi keamanan di Lebanon, pengaturan pelayaran di Selat Hormuz, ekspor minyak Iran, hingga mekanisme pencairan aset Iran yang selama ini dibekukan.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa seluruh fokus saat ini diarahkan pada implementasi kesepakatan tersebut. Selama tahapan itu belum selesai, Negosiasi Iran AS mengenai perjanjian yang lebih komprehensif dipastikan belum akan dilaksanakan. Sikap ini menunjukkan bahwa Teheran masih mengutamakan pelaksanaan komitmen yang telah disepakati sebelum membuka babak baru dalam hubungan diplomatik dengan Washington.

