analitik

Wabah Hantavirus Tewaskan Tiga Orang, Penumpang Kapal Pesiar Mulai Dievakuasi

MADRID, Ule.co.id – Wabah hantavirus yang terjadi di kapal pesiar dekat Pulau Tenerife, Spanyol, memicu evakuasi besar-besaran terhadap para penumpang setelah virus tersebut menyebabkan tiga kematian dan sejumlah kasus terkonfirmasi.

Otoritas kesehatan Spanyol menjadwalkan dua penerbangan evakuasi terakhir pada Senin sore waktu setempat untuk memulangkan penumpang yang masih berada di kapal pesiar tersebut.

Baca juga:

Menteri Kesehatan Spanyol Monica Garcia mengatakan hingga Minggu (10/5), sebanyak 94 penumpang telah berhasil dievakuasi dari kapal yang terdampak wabah hantavirus itu.

Menurut laporan media lokal, penerbangan repatriasi Australia akan membawa enam penumpang, sedangkan penerbangan Belanda dijadwalkan mengangkut 18 orang termasuk warga dari negara lain yang tidak menyediakan penerbangan evakuasi mandiri.

Penumpang Mulai Dipindahkan dan Dikarantina

Evakuasi penumpang dilakukan secara bertahap dengan pengawasan ketat dari otoritas kesehatan untuk mencegah penyebaran wabah hantavirus lebih luas.

Kelompok pertama yang dievakuasi pada Minggu merupakan 14 warga negara Spanyol yang diterbangkan menggunakan pesawat militer menuju Madrid.

Setibanya di ibu kota Spanyol, para penumpang langsung dipindahkan ke rumah sakit militer untuk menjalani karantina dan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.

Langkah itu dilakukan karena wabah hantavirus jenis Andes diketahui memiliki kemampuan penularan antar manusia, berbeda dengan sebagian besar jenis hantavirus lainnya.

Pejabat kesehatan menyebut seluruh penumpang yang memiliki kontak erat dengan kasus positif akan terus dipantau selama masa inkubasi virus.

Wabah Hantavirus Jadi Sorotan Internasional

Kasus wabah hantavirus di kapal pesiar ini menarik perhatian internasional karena melibatkan varian Andes yang tergolong langka dan berbahaya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan hingga saat ini terdapat lima kasus terkonfirmasi, termasuk tiga korban meninggal dunia.

Para ilmuwan mengonfirmasi wabah tersebut dipicu oleh varian Andes, satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui dapat menular dari manusia ke manusia.

Penularan biasanya terjadi melalui kontak dekat dengan penderita yang telah terinfeksi.

WHO juga menyebut dua penumpang yang meninggal dunia sebelumnya melakukan perjalanan ke Argentina, Chile dan Uruguay sebelum naik ke kapal pesiar.

Riwayat perjalanan itu menjadi fokus investigasi epidemiologi untuk melacak sumber awal penularan wabah hantavirus.

CDC Tetapkan Status Darurat Level 3

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) telah menetapkan wabah hantavirus tersebut sebagai respons darurat Level 3.

Meski merupakan tingkat aktivasi darurat terendah dalam sistem CDC, status tersebut menunjukkan adanya perhatian serius terhadap potensi penyebaran penyakit lintas negara.

Pejabat CDC menyatakan seluruh penumpang akan dipantau selama sekitar enam minggu sesuai masa inkubasi virus.

Selain itu, otoritas kesehatan di beberapa negara bagian Amerika Serikat juga mulai melacak pelancong yang sempat meninggalkan kapal sebelum wabah hantavirus dikonfirmasi secara resmi.

Langkah pelacakan dilakukan guna memastikan tidak ada penularan lanjutan di negara tujuan para penumpang.

Kekhawatiran Penyebaran ke Daratan

Evakuasi penumpang kapal pesiar berlangsung di tengah kontroversi dan kekhawatiran dari pemerintah daerah Kepulauan Canary.

Presiden Kepulauan Canary Fernando Clavijo sebelumnya menyampaikan keberatan terkait penanganan kapal yang berada di dekat wilayah tersebut.

Namun pejabat kesehatan Spanyol menepis kekhawatiran bahwa tikus pembawa virus dapat mencapai daratan dari kapal pesiar.

Mereka menegaskan kemungkinan tikus Andes berenang menuju pantai Canary hampir tidak mungkin terjadi.

Meski demikian, pengawasan terhadap kapal dan area sekitar tetap diperketat untuk mengantisipasi risiko lain yang mungkin muncul.

Apa Itu Hantavirus?

Hantavirus merupakan penyakit langka yang umumnya ditularkan melalui hewan pengerat yang terinfeksi atau melalui kotorannya.

Virus dapat menyebar ketika manusia menghirup partikel udara yang terkontaminasi urin, air liur, atau kotoran tikus pembawa virus.

Gejala awal hantavirus biasanya menyerupai flu, seperti demam, nyeri otot, sakit kepala dan kelelahan.

Namun dalam kasus berat, penyakit ini dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan serius dan berujung fatal.

Varian Andes yang menjadi penyebab wabah kali ini berbeda karena memiliki kemampuan penularan antar manusia.

Karena itulah, wabah hantavirus di kapal pesiar tersebut langsung memicu perhatian global dan respons cepat dari otoritas kesehatan internasional.

Pemantauan Ketat Masih Berlangsung

Hingga kini, proses evakuasi dan pemantauan kesehatan terhadap para penumpang masih terus dilakukan.

Otoritas kesehatan Spanyol bersama WHO dan CDC bekerja sama memantau perkembangan wabah hantavirus guna memastikan penyebaran virus dapat dikendalikan.

Seluruh penumpang yang pernah berada di kapal diminta segera melapor apabila mengalami gejala seperti demam, sesak napas, atau gangguan kesehatan lain dalam beberapa minggu ke depan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa ancaman penyakit menular masih menjadi tantangan serius di era mobilitas global yang tinggi, terutama pada perjalanan internasional menggunakan kapal pesiar dan transportasi massal lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *