Deklarasi Sekolah Kebangsaan di SMAN 4 Muara Teweh, Kesbangpol Barito Utara Perkuat Nasionalisme Generasi Muda
MUARA TEWEH, Ule.co.id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menegaskan komitmennya dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan di kalangan pelajar melalui Deklarasi Sekolah Kebangsaan yang digelar di SMAN 4 Muara Teweh.
Program Sekolah Kebangsaan tersebut menjadi langkah strategis dalam menanamkan semangat cinta tanah air, memperkuat karakter generasi muda, serta meningkatkan pemahaman pelajar terhadap nilai-nilai persatuan di tengah derasnya perkembangan teknologi dan arus informasi digital.
Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Barito Utara, Rayadi, mengatakan deklarasi ini memiliki makna penting sebagai upaya membangun generasi muda yang memiliki wawasan kebangsaan kuat dan mampu menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman Indonesia.
“Deklarasi Sekolah Kebangsaan merupakan momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, persatuan, toleransi, dan penghormatan terhadap keberagaman sejak dini kepada para pelajar,” kata Rayadi di Muara Teweh, Kamis.
Sekolah Tidak Hanya Tempat Menuntut Ilmu
Menurut Rayadi, lembaga pendidikan memiliki peran yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan. Sekolah juga menjadi ruang pembentukan karakter yang akan menentukan kualitas generasi penerus bangsa di masa depan.
Ia menegaskan bahwa nilai-nilai dasar bangsa Indonesia harus terus ditanamkan kepada peserta didik melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pembinaan karakter.
Nilai-nilai tersebut meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Sekolah merupakan tempat yang sangat penting untuk membangun karakter generasi muda yang berintegritas, memiliki rasa tanggung jawab, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.
Indonesia Memiliki Kekayaan dan Keberagaman yang Harus Dijaga
Rayadi menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara besar yang memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah serta keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama.
Keberagaman tersebut, kata dia, merupakan kekuatan bangsa yang harus dijaga dan dirawat bersama agar tetap menjadi faktor pemersatu, bukan sebaliknya menjadi sumber konflik atau perpecahan.
Karena itu, generasi muda perlu dipersiapkan menjadi sumber daya manusia unggul yang mampu mengelola potensi bangsa secara bijaksana demi kesejahteraan masyarakat.
“Kita harus menyiapkan generasi yang unggul, berkarakter, dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat agar mampu melanjutkan estafet pembangunan serta mengelola kekayaan sumber daya alam untuk kemakmuran bangsa, bukan menjadi sumber perpecahan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa tantangan pembangunan ke depan akan semakin kompleks. Oleh sebab itu, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan bangsa menghadapi persaingan global.
Pelajar Diminta Bijak Menggunakan Teknologi dan Media Sosial
Dalam kesempatan tersebut, Rayadi juga mengingatkan para siswa untuk memiliki ketahanan ideologi yang kuat serta kemampuan menyaring berbagai informasi yang beredar di media sosial.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital memberikan banyak manfaat bagi dunia pendidikan. Namun di sisi lain, teknologi juga dapat menjadi ancaman apabila tidak digunakan secara bijaksana.
Pelajar diminta untuk lebih kritis terhadap informasi yang diterima dan tidak mudah mempercayai berita yang belum jelas sumber maupun kebenarannya.
“Jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Jadilah generasi yang cerdas dalam menggunakan media sosial dan menjadikan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan prestasi serta memperkuat semangat kebangsaan,” katanya.
Rayadi menilai generasi muda saat ini memiliki peluang besar untuk berkembang melalui pemanfaatan teknologi. Dengan akses informasi yang luas, pelajar dapat meningkatkan pengetahuan, mengembangkan kreativitas, serta menghasilkan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Selain itu, media sosial juga dapat menjadi sarana untuk menyebarkan pesan-pesan positif, memperkuat persatuan, dan menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan generasi muda.
Tolak Intoleransi, Radikalisme, dan Penyalahgunaan Narkoba
Melalui program Sekolah Kebangsaan, Kesbangpol Barito Utara juga mengajak seluruh warga sekolah untuk bersama-sama menolak berbagai bentuk perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur bangsa.
Beberapa persoalan yang menjadi perhatian antara lain intoleransi, perundungan atau bullying, radikalisme, penyalahgunaan narkoba, serta tindakan lain yang berpotensi merusak masa depan generasi muda.
Rayadi menegaskan bahwa lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan kondusif bagi proses belajar mengajar.
Budaya saling menghormati, menghargai perbedaan, dan menjaga kebersamaan perlu terus ditumbuhkan agar peserta didik dapat berkembang secara optimal baik dari sisi akademik maupun karakter.
“Semua pihak harus berperan aktif menjaga lingkungan pendidikan yang sehat dan bebas dari berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan generasi muda,” ujarnya.
Sekolah Kebangsaan Diharapkan Menjadi Contoh bagi Sekolah Lain
Rayadi turut memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya Deklarasi Sekolah Kebangsaan di SMAN 4 Muara Teweh.
Ia berharap program tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi gerakan nyata yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
Menurutnya, nilai-nilai kebangsaan harus menjadi budaya yang hidup dan terus diterapkan dalam berbagai aktivitas pendidikan maupun interaksi sosial antarsiswa.
“Kami berharap Sekolah Kebangsaan ini menjadi contoh dan inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan secara berkelanjutan. Komitmen yang telah dideklarasikan hari ini harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari,” kata Rayadi.
Program ini juga diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap bangsa dan negara, serta mampu menjadi agen perubahan positif di tengah masyarakat.
Pesan untuk Generasi Muda Barito Utara
Menutup sambutannya, Rayadi memberikan motivasi kepada para siswa agar terus belajar dengan sungguh-sungguh dan tidak pernah berhenti mengejar cita-cita.
Ia mengajak para pelajar untuk menghormati guru dan orang tua, menjaga persatuan, serta terus meningkatkan prestasi baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan Indonesia. Karena itu, semangat belajar, disiplin, dan nasionalisme harus terus ditanamkan sejak dini.
“Teruslah bermimpi setinggi langit dan berjuang meraih cita-cita. Jadilah generasi yang mampu menjaga persatuan bangsa, menghormati keberagaman, serta membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih maju, adil, dan sejahtera,” pungkasnya.
Dihadiri Berbagai Unsur Masyarakat
Kegiatan Deklarasi Sekolah Kebangsaan di SMAN 4 Muara Teweh turut dihadiri sejumlah unsur pendidikan, tokoh masyarakat, serta organisasi kemasyarakatan.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Pengawas Pembina SMAN 4 Muara Teweh Nur Sofianingstyas, Kepala SMAN 4 Muara Teweh, Komite Sekolah, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), para siswa dan siswi SMAN 4 Muara Teweh, serta berbagai undangan lainnya.
Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan dukungan bersama terhadap upaya memperkuat karakter generasi muda melalui pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan persatuan. Dengan adanya Sekolah Kebangsaan, diharapkan pelajar Barito Utara mampu tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan tanpa meninggalkan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

