Kadishut Kalteng Kecelakaan di Kotim, Alami Luka di Kepala dan Dirawat di RS Siloam

Palangka Raya, Ule.co.id – Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Tengah, Agustan Saining, mengalami kecelakaan tunggal di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tepatnya di kawasan Cempaga, Kamis (16/4/2026).

Insiden tersebut terjadi saat Agustan dalam perjalanan menuju Palangka Raya usai melaksanakan kegiatan dinas di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Informasi ini telah dikonfirmasi oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Kalteng, Rangga Lesmana.

“Iya, benar. Kita doakan beliau segera pulih. Saat ini sedang dalam penanganan,” ujar Rangga saat dikonfirmasi.

Rangga menjelaskan, kondisi Agustan saat ini dalam tahap pemulihan dan masih menjalani masa istirahat setelah mendapatkan penanganan medis. Ia juga mengungkapkan bahwa Agustan mengalami luka di bagian kepala.

“Informasi terakhir, Pak Agustan sedang istirahat agar cepat pemulihan. Beliau mengalami luka di kepala dan sudah dilakukan tindakan jahitan,” jelasnya.

Saat ini, Agustan dirawat di Rumah Sakit Siloam Palangka Raya untuk pemulihan lebih lanjut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan terjadi ketika kendaraan dinas yang ditumpangi Agustan keluar dari badan jalan di kawasan Cempaga. Mobil berwarna hitam tersebut dilaporkan menabrak sisi jembatan kecil hingga posisinya miring ke arah parit.

Foto yang beredar menunjukkan bagian depan kendaraan mengalami kerusakan cukup signifikan akibat benturan tersebut.

Diketahui, sebelum kejadian, Agustan menghadiri kegiatan dinas di Kabupaten Kotawaringin Barat, termasuk menghadiri prosesi pemakaman tokoh lingkungan hidup dunia, Prof. dr. Birute Mary Galdikas.

Dalam perjalanan tersebut, Agustan tidak sendiri. Ia didampingi oleh seorang sopir yang mengemudikan kendaraan dinas. Namun hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai kondisi sopir maupun kronologi detail penyebab kecelakaan.

Pihak terkait juga belum memberikan keterangan tambahan apakah faktor cuaca, kondisi jalan, atau aspek teknis kendaraan turut berperan dalam insiden tersebut.

Peristiwa ini menjadi perhatian, mengingat tingginya mobilitas pejabat daerah yang kerap menempuh perjalanan jarak jauh melalui jalur darat dengan berbagai risiko di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *