Kalteng Catat Capaian Positif Program Bangga Kencana 2025, Stunting Turun dan Mayoritas IKU Tembus Target

PALANGKA RAYA, Ule.co.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatatkan kinerja yang relatif solid dalam pelaksanaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) sepanjang 2025. Mayoritas indikator kinerja utama (IKU) yang menjadi tolok ukur program tersebut dilaporkan telah mencapai target dengan kategori minimal “Baik”.

Penjabat Sekretaris Daerah Kalteng, Linae Victoria Aden, menyampaikan bahwa sejumlah indikator strategis menunjukkan tren positif. Indikator tersebut mencakup angka kelahiran total (Total Fertility Rate/TFR), angka kelahiran usia remaja (Age-Specific Fertility Rate/ASFR 15–19), hingga Indeks Pembangunan Keluarga (Ibangga).

“Secara umum, indikator-indikator utama tersebut telah memenuhi target yang ditetapkan dengan capaian minimal kategori baik,” ujar Linae dalam keterangannya di Palangka Raya, Rabu.

Tidak hanya itu, beberapa indikator pendukung juga menunjukkan progres signifikan. Di antaranya adalah Indeks Pembangunan Berwawasan Kependudukan (IPBK), Indeks Kepedulian terhadap Isu Kependudukan (IKIK), proporsi kebutuhan ber-KB yang terpenuhi (demand satisfied), serta tingkat partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan program Bangga Kencana.

Program Bangga Kencana sendiri dirancang sebagai kerangka besar pembangunan keluarga yang menekankan kualitas hidup, kesehatan, dan kesejahteraan. Pendekatan program ini berorientasi pada perencanaan keluarga yang matang sebagai fondasi utama dalam menciptakan keseimbangan pertumbuhan penduduk.

Di sisi lain, upaya penurunan angka stunting di Kalteng juga menunjukkan perkembangan yang patut dicermati. Berdasarkan data terbaru, prevalensi stunting pada 2023 tercatat sebesar 23,5 persen, kemudian menurun menjadi 22,1 persen pada 2024 atau berkurang 1,4 persen.

Meski demikian, Linae menegaskan bahwa capaian tersebut belum sepenuhnya memenuhi target jangka menengah yang ditetapkan. Pemerintah daerah menargetkan angka stunting dapat ditekan hingga 18,8 persen pada 2026.

“Penurunan ini tentu patut disyukuri, namun masih diperlukan kerja keras bersama agar target 2026 dapat tercapai,” katanya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kalteng, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, menambahkan bahwa Program Bangga Kencana memiliki posisi strategis dalam pembangunan sumber daya manusia sejak tahap awal kehidupan. Fokus utama diarahkan pada intervensi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), periode krusial yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak.

Berbagai program prioritas pun terus diperkuat untuk mendukung tujuan tersebut. Di antaranya adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), serta Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Selain itu, pemanfaatan platform digital juga mulai dioptimalkan untuk mendukung konsultasi dan pendampingan keluarga secara lebih luas dan efisien.

Tidak berhenti di situ, pemerintah daerah juga mengembangkan program pemberdayaan lansia melalui inisiatif Sidaya, serta mendorong implementasi Program Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau yang dikenal sebagai MBG 3B. Program ini dinilai sebagai salah satu intervensi berbasis keluarga yang efektif dalam mempercepat penurunan stunting.

Aisyah menekankan bahwa keberhasilan berbagai program tersebut tidak hanya bergantung pada perencanaan, tetapi juga pada sinergi lintas sektor serta konsistensi implementasi di lapangan.

“Koordinasi yang efektif dan kualitas pelaksanaan di daerah menjadi kunci utama keberhasilan program-program ini,” ujarnya.

Dengan capaian mayoritas indikator yang sudah berada di jalur positif, Kalteng kini menghadapi fase krusial berikutnya: menjaga konsistensi kinerja sekaligus mempercepat intervensi pada sektor-sektor yang masih tertinggal. Tantangan terbesar tampaknya tetap pada penurunan stunting dan penguatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga.

Jika momentum ini dapat dipertahankan, bukan tidak mungkin Kalteng akan menjadi salah satu provinsi dengan model implementasi Bangga Kencana yang paling progresif di tingkat nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *