Polres Gunung Mas Dukung Penguatan Ketahanan Pangan dengan 75 Kg Bibit Jagung Hibrida
Ule.co.id – Dukung Penguatan Ketahanan Pangan Polres Gumas Terima 75 Kg Bibit Jagung Hibrida dalam serangkaian acara penyerahan yang dilaksanakan pada Jumat, 21 Agustus 2026. Penyerahan tersebut menandai langkah konkret kepolisian daerah dalam memperkuat ketahanan pangan melalui kolaborasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Gunung Mas.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Gunung Mas, AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H., S.I.K., M.A., menerima langsung 75 kilogram bibit jagung hibrida dari Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gunung Mas, Aryantoni, S.St.Pi., M.Si. Penyerahan dilakukan secara simbolis di kantor Polres Gunung Mas, dengan kehadiran Wakapolres Gunung Mas, Kompol Indras Purwoko, serta perwakilan kelompok tani binaan Polres, Yulianto.
Setelah menerima bibit, Kapolres segera menyalurkannya kepada Yulianto sebagai perwakilan kelompok tani. Bibit tersebut akan ditanam di lahan milik Polri yang telah disiapkan khusus untuk program pertanian, sekaligus menjadi sarana praktis bagi kelompok tani binaan dalam meningkatkan produksi jagung.
Acara tersebut juga dihadiri oleh pejabat Dinas Pertanian, termasuk Kepala Bidang Prasarana dan Sarana serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Kehadiran PPL menegaskan pentingnya dukungan teknis dalam proses budidaya, sehingga petani dapat memanfaatkan bibit dengan optimal.
Kapolres Gunung Mas menekankan bahwa kolaborasi antara kepolisian dan pemerintah daerah merupakan elemen kunci dalam menggerakkan program swasembada pangan. “Kami mengapresiasi dukungan Dinas Pertanian berupa bibit jagung hibrida ini. Bibit tersebut akan kami salurkan kepada kelompok tani binaan untuk mendukung kegiatan budidaya di lahan yang telah disiapkan,” ujar Arum Sari Puspita Dewi.
Kelompok tani binaan Polres Gunung Mas, yang terdiri dari petani lokal, dipandang sebagai mitra strategis dalam mengoptimalkan lahan Polri. Dengan bibit jagung hibrida berkualitas, diharapkan hasil panen dapat meningkat signifikan, memberikan kontribusi nyata terhadap stok pangan daerah.
Pihak Dinas Pertanian menegaskan bahwa bibit yang diserahkan merupakan varietas unggul yang tahan terhadap hama dan penyakit, serta memiliki produktivitas tinggi. Penyuluh pertanian akan terus memberikan bimbingan teknis selama fase penanaman, pemeliharaan, hingga panen.
Program ini sejalan dengan kebijakan nasional untuk mencapai swasembada jagung, mengurangi ketergantungan pada impor, dan menstabilkan harga pangan. Pemerintah Kabupaten Gunung Mas menilai bahwa dukungan Polres mempercepat realisasi target tersebut.
Selain penyerahan bibit, Polres Gunung Mas juga berkomitmen menyediakan fasilitas irigasi dan keamanan lingkungan pertanian. Upaya ini diharapkan menciptakan ekosistem pertanian yang aman, produktif, dan berkelanjutan.
Kolaborasi lintas sektor ini mencerminkan paradigma baru dalam pelayanan publik, di mana aparat penegak hukum tidak hanya berperan dalam keamanan, tetapi juga dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Diharapkan model serupa dapat direplikasi di wilayah lain.
Dengan adanya dukungan bibit serta keterlibatan unsur teknis pertanian, kegiatan budidaya jagung di lahan Polri diharapkan dapat berjalan lancar. Keberhasilan program ini akan menjadi indikator kuat bahwa sinergi antara Polres, pemerintah daerah, dan petani dapat memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gunung Mas.

