analitik

Simulasi Kebakaran PLN di Kalimantan, Pegawai Dilatih Gunakan APAR dan Evakuasi

PALANGKA RAYA, Ule.co.id – PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP KLB) terus memperkuat budaya keselamatan kerja melalui kegiatan simulasi dan pelatihan tanggap darurat kebakaran yang digelar bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Kegiatan yang berlangsung pada 7 Mei 2026 itu dilaksanakan oleh PLN UPP KLB 3 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan seluruh personel menghadapi potensi keadaan darurat di lingkungan kerja. Melalui simulasi kebakaran PLN tersebut, perusahaan ingin memastikan setiap pegawai memahami langkah penanganan awal kebakaran secara cepat, aman, dan sesuai standar operasional keselamatan.

Manager PLN UPP KLB 3 Muhamad Indra Firdaus mengatakan, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam menerapkan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara berkelanjutan.

“Kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi kondisi darurat kebakaran,” kata Indra Firdaus di Palangka Raya, Senin.

Pelatihan diikuti pegawai PLN, tenaga alih daya, serta sejumlah pihak terkait lainnya. Seluruh peserta mendapatkan pembekalan teori sekaligus praktik langsung di lapangan terkait prosedur penanganan kebakaran.

Dalam simulasi kebakaran PLN tersebut, peserta memperoleh materi mengenai penanganan awal api, teknik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), prosedur evakuasi, hingga langkah-langkah penyelamatan saat kondisi darurat terjadi.

Tak hanya teori, peserta juga melakukan simulasi langsung di area pelatihan dengan pengawasan petugas Damkar Kota Palangka Raya. Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat antusias tinggi dari seluruh peserta.

Indra menjelaskan, pelatihan seperti ini sangat penting untuk membangun refleks dan kesiapan personel dalam menghadapi risiko kebakaran yang bisa terjadi kapan saja, terutama di lingkungan kerja yang berkaitan dengan infrastruktur ketenagalistrikan.

“Kami berharap seluruh peserta memahami prosedur penanganan yang tepat sehingga mampu bertindak cepat, aman, dan sesuai standar keselamatan,” ujarnya.

Menurutnya, pemahaman mengenai prosedur keselamatan kerja menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif. Karena itu, PLN secara rutin melakukan berbagai pelatihan keselamatan untuk meningkatkan kompetensi personel di lapangan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palangka Raya Agnes mengapresiasi langkah PLN yang aktif membangun budaya keselamatan kerja melalui pelatihan tanggap darurat.

Ia menilai kolaborasi antara PLN dan Damkar menjadi contoh sinergi yang baik dalam upaya pencegahan risiko kebakaran di lingkungan kerja.

“Kami mengapresiasi komitmen PLN yang aktif melibatkan seluruh personel dalam upaya pencegahan dan penanggulangan keadaan darurat,” kata Agnes.

Dalam pelaksanaan simulasi kebakaran PLN itu, petugas Damkar juga memberikan edukasi mengenai jenis-jenis kebakaran dan metode penanganannya. Peserta diajarkan mengenali sumber api serta menentukan langkah penanganan yang tepat sesuai tingkat risiko.

Selain itu, peserta dilatih melakukan evakuasi mandiri dan memahami jalur penyelamatan apabila terjadi kondisi darurat di area kerja. Pelatihan tersebut bertujuan meminimalkan risiko cedera maupun kerugian material akibat kebakaran.

General Manager PLN UIP Kalimantan Bagian Barat Susilo menegaskan bahwa budaya keselamatan harus menjadi prioritas utama di seluruh lini pekerjaan PLN.

Menurutnya, keselamatan kerja tidak hanya bergantung pada aturan tertulis, tetapi juga kesadaran dan disiplin seluruh personel dalam menjalankan prosedur kerja secara konsisten.

“Keselamatan kerja bukan hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi merupakan budaya yang harus diterapkan secara konsisten oleh seluruh insan PLN,” ujar Susilo.

Ia mengatakan, melalui simulasi kebakaran PLN dan berbagai pelatihan lainnya, perusahaan ingin memastikan seluruh personel memiliki kemampuan menghadapi kondisi darurat secara profesional.

Dengan kesiapan yang baik, risiko kecelakaan kerja maupun gangguan terhadap sistem ketenagalistrikan dapat ditekan semaksimal mungkin.

Susilo menambahkan, PLN terus berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan andal dalam mendukung operasional ketenagalistrikan di wilayah Kalimantan.

Dalam beberapa tahun terakhir, aspek keselamatan kerja menjadi salah satu fokus utama perusahaan, terutama pada proyek-proyek pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang memiliki tingkat risiko cukup tinggi.

Karena itu, penerapan budaya K3 dilakukan secara menyeluruh mulai dari penggunaan alat pelindung diri, pemeriksaan rutin peralatan kerja, hingga pelatihan tanggap darurat seperti simulasi kebakaran PLN yang digelar di Palangka Raya tersebut.

Kegiatan pelatihan juga menjadi sarana evaluasi kesiapan personel dalam menghadapi situasi tidak terduga. Dengan latihan berkala, setiap pegawai diharapkan mampu mengambil keputusan cepat dan tepat ketika menghadapi kondisi darurat.

Selama simulasi berlangsung, peserta tampak aktif mengikuti setiap instruksi yang diberikan instruktur. Mereka bergantian mencoba menggunakan APAR untuk memadamkan api kecil sesuai prosedur keselamatan yang berlaku.

Petugas Damkar juga menjelaskan pentingnya penanganan dini saat kebakaran mulai muncul. Respons cepat dinilai sangat menentukan dalam mencegah api membesar dan menimbulkan kerusakan lebih luas.

Selain praktik penggunaan APAR, peserta mendapatkan pemahaman mengenai koordinasi komunikasi saat keadaan darurat terjadi. Hal tersebut penting agar proses evakuasi dan penanganan kebakaran dapat berjalan efektif.

PLN UIP KLB menilai pelatihan semacam ini perlu dilakukan secara rutin sebagai bentuk mitigasi risiko di lingkungan kerja. Terlebih sektor ketenagalistrikan berkaitan langsung dengan instalasi dan peralatan bertegangan tinggi yang memerlukan standar keselamatan ketat.

Melalui simulasi kebakaran PLN tersebut, perusahaan berharap seluruh personel semakin memahami pentingnya budaya keselamatan dan kesiapsiagaan dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Komitmen terhadap penerapan K3 juga menjadi bagian dari upaya PLN menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat. Dengan sistem kerja yang aman dan terukur, operasional perusahaan dapat berjalan lebih optimal serta minim gangguan.

Kolaborasi bersama Damkar Palangka Raya pun diharapkan terus berlanjut dalam mendukung peningkatan kapasitas personel menghadapi berbagai potensi keadaan darurat di masa mendatang.

PLN UIP KLB menegaskan akan terus mengedepankan prinsip keselamatan, keamanan, dan profesionalisme dalam setiap aktivitas kerja demi mendukung pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal di Kalimantan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *