Tragedi di Km 18: Miko Menikah Bulan Depan, Deddy‑Selin November, Maut Menjemput Mereka
Ule.co.id – Miko Menikah Bulan Depan Deddy-Selin November Maut Menjemput Mereka di Km 18 menjadi judul yang menggambarkan kepedihan tiga nyawa yang hilang dalam satu kecelakaan di Palangka Raya pada pagi Kamis, 20 Agustus 2026.
Insiden terjadi di Jalan Tjilik Riwut kilometer 18, Kelurahan Marang, Kecamatan Bukit Batu, Palangka Raya. Pada pukul 07.30 WIB, sebuah Toyota Avanza putih berplat KH 1123 NU menabrak sebuah sepeda motor Yamaha Fazzio merah berplat KH 4330 YU, menimbulkan kecelakaan berujung maut.
Miko, seorang anggota Polri yang dikenal ramah di lingkungan, sedang menyiapkan pernikahannya yang dijadwalkan pada bulan September. Rencana pernikahan itu sempat dibicarakan dalam beberapa pertemuan keluarga, dan ia bahkan telah memesan gedung pernikahan di pusat kota Palangka Raya. Kematian mendadak Miko memutus harapan akan hari bahagia yang telah direncanakan selama berbulan‑bulan.
Di sisi lain, Deddy Krisman dan Selin, pasangan tunangan yang mengendarai Yamaha Fazzio, juga tengah menantikan pernikahan mereka pada bulan November. Mereka berencana membangun rumah tangga bersama, bahkan sudah mengurus dokumen pernikahan di kantor catatan sipil setempat. Kecelakaan ini merenggut mimpi mereka, meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga dan sahabat.
Setelah tabrakan, kedua kendaraan terhenti di tengah jalan, menghambat arus lalu lintas. Tim pemadam kebakaran dan ambulans tiba dalam hitungan menit, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Polisi lalu lintas setempat langsung melakukan olah tempat kejadian (OJK) untuk mengumpulkan bukti dan menyelidiki penyebab microslip yang menimpa Avanza.
Miko Menikah Bulan Depan Deddy-Selin November Maut Menjemput Mereka di Km 18 menjadi peringatan pahit akan pentingnya keselamatan di jalan raya, terutama pada kondisi cuaca yang tidak menentu. Keluarga korban kini harus menghadapi proses pemakaman serta penyelesaian administrasi yang rumit, termasuk klaim asuransi dan bantuan hukum.
Pejabat kepolisian setempat menyatakan bahwa penyelidikan awal menunjukkan faktor cuaca sebagai penyebab utama kecelakaan. Namun, mereka tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain, seperti kecepatan berlebih atau kondisi teknis kendaraan. Hasil lengkap penyelidikan diharapkan selesai dalam dua minggu ke depan.
Warga sekitar mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam. “Kami semua terkejut, terutama karena korban adalah orang yang dikenal baik dan memiliki rencana masa depan yang cerah,” ujar seorang tetangga Miko. Sementara itu, sahabat Deddy dan Selin menambahkan, “Mereka berdua selalu bercerita tentang pernikahan yang akan datang, kini semua itu tinggal kenangan.”
Kasus ini menambah daftar panjang kecelakaan fatal di wilayah Kalteng yang menuntut peningkatan infrastruktur jalan, penegakan aturan kecepatan, serta edukasi keselamatan berkendara bagi semua pengguna jalan. Pemerintah daerah telah berjanji akan meninjau kembali kondisi permukaan jalan di area Km 18 dan mempercepat perbaikan yang diperlukan.

