Usulan Infrastruktur Dominasi Hasil Reses DPRD Kotim Dapil II
SAMPIT, ule.co.id – Aspirasi masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menunjukkan dominasi usulan terkait infrastruktur, terutama peningkatan jalan. Dari total 87 usulan yang terkumpul, hampir 30 di antaranya merupakan permintaan perbaikan jalan. Hal ini disampaikan Juru Bicara Dapil II DPRD Kotim, Marudin, di Sampit pada Minggu (1/3/2026), menyusul pelaksanaan reses DPRD Kotim di awal Februari 2026.
Marudin menegaskan bahwa peningkatan, pengaspalan, hingga semenisasi gang-gang pemukiman masih menjadi kebutuhan fundamental yang sangat dinantikan oleh masyarakat. Kegiatan reses ini melibatkan seluruh anggota Dapil II DPRD Kotim, yakni Rinie Anderson, Abdul Kadir, Rambat, Dadang Siswanto, Marudin, Syahbana, Paliansyah, dan Ariyandi.
Fokus Utama: Peningkatan Aksesibilitas Jalan
Wilayah Dapil II Kotim mencakup Kecamatan Baamang dan Seranau, serta beberapa usulan dari kecamatan tetangga yang memiliki keterkaitan. Kecamatan Baamang, sebagai area perkotaan, menghadapi berbagai persoalan kompleks yang terefleksi dalam banyaknya usulan yang disampaikan.
Catatan reses menunjukkan adanya puluhan titik ruas jalan yang membutuhkan peningkatan dan pengaspalan lanjutan. Beberapa di antaranya meliputi Jalan Tidar Raya, Metropolitan Ceria, hingga belasan ruas jalan di Komplek Wengga Metropolitan.
BACA JUGA: Pemkab Kapuas Salurkan Bantuan Rp30 Juta untuk Korban Kebakaran
Detail Aspirasi dari Kecamatan Baamang dan Seranau
Peningkatan Fasilitas Publik di Baamang
Selain infrastruktur jalan, masyarakat juga mengusulkan perbaikan fasilitas pendidikan. Di SMPN 3 Sampit, misalnya, terdapat permintaan untuk penimbunan halaman, pembangunan pagar, penambahan toilet guru dan siswa, serta pemasangan paving.
Khusus di Kelurahan Baamang Hulu, aspirasi masyarakat berpusat pada pembangunan siring timbun, penggantian box culvert, serta normalisasi parit. Warga di sana juga berharap adanya bantuan dana fardhu kifayah untuk mendukung berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Sementara itu, Kelurahan Tanah Mas di Kecamatan Baamang mengajukan usulan pengaspalan jalan sepanjang 1.200 meter, pengadaan satu unit ambulans, dan pembangunan ruang kelas baru di SDN 3 Baamang Hulu.
Kebutuhan Mendesak di Kecamatan Seranau
Beralih ke Kecamatan Seranau, masyarakat sangat mengharapkan kelanjutan peningkatan jalan poros Tjilik Riwut menuju Desa Terantang. Pembangunan infrastruktur jalan di wilayah seberang ini dianggap krusial untuk meningkatkan aksesibilitas warga.
Di Desa Terantang Hilir dan Desa Batuah, usulan didominasi oleh peningkatan jalan usaha tani, siring timbun, dan penerangan jalan umum (PJU). Selain itu, ada pula permohonan bantuan hewan ternak sapi untuk kelompok tani guna meningkatkan kesejahteraan mereka.
Sinergi Legislatif dan Eksekutif untuk Pembangunan
Marudin menekankan pentingnya kolaborasi yang kuat antara pihak legislatif dan eksekutif dalam merealisasikan seluruh usulan tersebut. Ia berharap laporan hasil reses ini dapat menjadi dasar dan acuan utama bagi Pemerintah Kabupaten Kotim dalam menyusun prioritas pembangunan untuk tahun-tahun mendatang.
Sebagai penutup, Marudin menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah terlibat dalam proses reses ini. Ia berharap semangat kerja sama dan pengabdian kepada masyarakat Kotim dapat terus ditingkatkan demi kemajuan daerah.

