Kematian Ali Khamenei Dikonfirmasi TV Iran
Teheran,Ule.co.id – Televisi pemerintah Iran pada hari Minggu, 1 Maret 2026, secara resmi mengonfirmasi kematian Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran. Konfirmasi ini menyusul laporan mengenai serangan yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat. Insiden ini berpotensi memicu eskalasi ketegangan signifikan di kawasan Timur Tengah.
Klaim awal tentang tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran tersebut sebelumnya telah disuarakan oleh media Israel dan Presiden AS Donald Trump. Berita ini muncul di tengah serangkaian serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada hari Sabtu. Serangan tersebut menargetkan berbagai lokasi strategis di Iran, termasuk ibu kota Teheran, dan dilaporkan menyebabkan kerusakan serta korban sipil. Pemerintah Iran belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai lokasi pasti atau kondisi kematian Pemimpin Tertinggi.
Profil Singkat Ali Khamenei dan Perannya di Iran
Ayatollah Ali Khamenei dikenal sebagai salah satu pemimpin negara dengan masa jabatan terpanjang di Timur Tengah. Beliau mengemban jabatan sebagai Pemimpin Tertinggi Iran sejak tahun 1989. Sebelum menjabat posisi tersebut, Khamenei juga pernah memimpin Iran sebagai presiden dari tahun 1981 hingga 1989. Kepemimpinannya yang berlangsung puluhan tahun telah membentuk arah kebijakan dan ideologi Republik Islam Iran dalam berbagai aspek.
BACA JUGA: PBB Desak Kerja Sama Amankan PLTN Zaporozhye di Ukraina
Respons Iran Terhadap Agresi Militer
Menanggapi serangan yang mematikan ini, Iran dengan cepat melancarkan aksi balasan. Militer Iran dilaporkan melancarkan serangkaian serangan rudal ke wilayah Israel, serta menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Langkah balasan ini menandai peningkatan tajam dalam konflik regional yang telah berlangsung, mengindikasikan bahwa Iran tidak akan tinggal diam terhadap agresi yang dianggapnya sebagai pelanggaran kedaulatan.
Kematian Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, yang dikonfirmasi oleh televisi pemerintah Iran, merupakan peristiwa krusial dengan dampak geopolitik yang luas. Insiden ini, yang terjadi setelah serangan AS dan Israel serta balasan rudal dari Iran, menciptakan ketidakpastian besar mengenai stabilitas regional dan masa depan kepemimpinan di Iran. Perkembangan situasi selanjutnya akan sangat menentukan arah konflik di Timur Tengah.
Sumber informasi ini berasal dari laporan Sputnik. Artikel ini diterjemahkan oleh Yoanita Hastryka Djohan dan diedit oleh Rahmad Nasution. Hak Cipta © ANTARA 2026.

