analitik

Ekspose Akhir Kebijakan Stunting: Penurunan Stunting Upaya Membangun Kualitas Manusia di Pulang Pisau

Ule.co.id – Pulau Pulang Pisau kembali menjadi sorotan nasional setelah Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau menggelar ekspose akhir kajian efektivitas kebijakan Penurunan Stunting Upaya Membangun Kualitas Manusia. Acara yang berlangsung di Aula Kantor Bapperida pada Rabu, 19 Agustus 2026, dibuka oleh Wakil Bupati H Ahmad Jayadikarta mewakili Bupati H Ahmad Rifa’i. Dalam sambutannya, Jayadikarta menegaskan bahwa stunting bukan sekadar masalah pertumbuhan fisik, melainkan tantangan pembangunan manusia yang berdampak pada kemampuan kognitif, kesehatan, produktivitas, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Penurunan Stunting Upaya Membangun Kualitas Manusia menjadi agenda prioritas Kabupaten Pulang Pisau. Menurut data SSGI 2024 yang dijadikan acuan dalam kajian, prevalensi stunting di wilayah tersebut masih berada pada angka 27,9 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa upaya penurunan masih memerlukan intervensi yang lebih terarah, terukur, dan berbasis bukti. Wakil Bupati menambahkan bahwa kebijakan konvergensi stunting harus melibatkan lintas sektor, termasuk kesehatan, gizi, pendidikan, sosial, pemberdayaan masyarakat, sanitasi, air bersih, ketahanan pangan, serta perlindungan keluarga.

Baca juga:
Pemkab Gumas dan PKK Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis untuk Ratusan Warga

Ekspose akhir ini menandai fase baru dalam proses evaluasi kebijakan. “Pada tahap ini, kami tidak lagi sekadar membicarakan apa yang seharusnya dilakukan, melainkan menilai secara obyektif bagaimana program konvergensi stunting telah berjalan, efektivitasnya, hambatan yang dihadapi, serta perbaikan yang diperlukan ke depan,” ujar Jayadikarta. Ia menekankan pentingnya data real-time dan mekanisme monitoring yang kuat untuk memastikan setiap intervensi memberikan dampak yang signifikan.

Beberapa temuan awal dari kajian menunjukkan bahwa meskipun program suplementasi gizi dan layanan kesehatan ibu dan anak telah berjalan, masih terdapat kesenjangan dalam implementasi di daerah terpencil. Faktor geografis, keterbatasan infrastruktur, serta kurangnya koordinasi antar‑instansi menjadi penyebab utama. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah kabupaten merencanakan langkah-langkah berikut:

  • Peningkatan jaringan posyandu dan puskesmas di wilayah perdesaan.
  • Pelatihan kader kesehatan dan guru dalam pemantauan pertumbuhan anak.
  • Pembangunan fasilitas sanitasi bersih dan akses air bersih yang berkelanjutan.
  • Penguatan program pemberdayaan ekonomi keluarga melalui kelompok tani dan koperasi.

Selain itu, Kabupaten Pulang Pisau berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan lembaga pendidikan. Program edukasi gizi di sekolah dasar diintegrasikan ke dalam kurikulum, sehingga anak-anak dapat memperoleh pengetahuan dasar tentang pola makan sehat sejak usia dini. Pendekatan ini diharapkan dapat menurunkan risiko stunting secara jangka panjang.

Baca juga:
Dinkes Kotim Siapkan Ruang Oksigen Antisipasi Dampak Kabut Asap, Upaya Mitigasi Kesehatan Masyarakat

Dalam konteks nasional, upaya Penurunan Stunting Upaya Membangun Kualitas Manusia di Pulang Pisau selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) 2 dan 3, yang menekankan pengentasan kelaparan dan peningkatan kesehatan. Pemerintah provinsi dan kementerian terkait diundang untuk memberikan dukungan teknis serta pendanaan tambahan. Dengan sinergi lintas sektor dan komitmen politik yang kuat, Kabupaten Pulang Pisau berharap angka stunting dapat turun secara signifikan dalam lima tahun ke depan, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang lebih produktif dan berdaya saing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *