Ule.co.id – Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, baru-baru ini diundang oleh Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneu Bangkule Rajakng, Panglima Jilah, untuk menghadiri acara adat besar bertajuk Bahau Bide Bahana Bangkule Rajakng. Acara ini akan dilaksanakan pada 22 Agustus mendatang di Kalimantan dan diharapkan dihadiri oleh puluhan ribu peserta.
Panglima Jilah menyebut bahwa kehadiran Jokowi dalam acara ini bersifat khusus dan bukan merupakan bagian dari rangkaian agenda kunjungan kerja keliling Indonesia yang sedang dilakukan. Ia menegaskan bahwa acara ini merupakan pertemuan besar masyarakat adat yang memiliki kecintaan besar terhadap Jokowi karena perhatiannya terhadap pembangunan di daerah.
Sementara itu, terdakwa kasus tudingan ijazah Presiden Joko Widodo, Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa, baru-baru ini mempersembahkan sebuah “hadiah” berupa buku penelitian berjudul Jokowi’s White Paper. Buku tersebut berisi kumpulan kajian mengenai polemik ijazah Jokowi.
Di lain pihak, Jakarta, ibukota Indonesia, saat ini sedang menghadapi masalah serius karena tenggelam ke laut Jawa. Kota ini memiliki penduduk sekitar 42 juta jiwa dan merupakan kota terpadat di dunia. Penduduk Jakarta hidup dalam kondisi yang sangat padat dan tidak seimbang, dengan kemiskinan dan polusi yang parah.
Universitas Gadjah Mada (UGM) baru-baru ini memberikan penjelasan mengenai perbedaan nama dosen yang muncul dalam riwayat akademik Presiden Joko Widodo. UGM menegaskan bahwa perbedaan nama tersebut bukan menunjukkan adanya perubahan data, melainkan karena memang terdapat pembagian tugas antara dosen pembimbing akademik dan dosen pembimbing skripsi.
Roy Suryo, yang terlibat dalam kasus dugaan fitnah dan penyebaran isu ijazah Presiden Joko Widodo, baru-baru ini mengajukan permohonan praperadilan jilid III terkait gugatan ganti rugi atas penangkapan, penahanan, dan penggeledahan. Namun, permohonan tersebut ditolak oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena tidak menyertakan Menteri Keuangan sebagai pihak turut termohon.









