Pencarian 129 Korban KM Virgo Terhenti, Usia Kapal Dipertanyakan
Ule.co.id – Hingga hari kelima pencarian, 129 Orang Belum Ditemukan Usia KM Virgo Dipertanyakan menjadi sorotan utama publik dan otoritas, menyusul tragedi KM Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Laut Jawa pada 13 September 2026.
Kapalan yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin membawa 243 penumpang dan awak. Pada malam kecelakaan, kapal terbalik dan menenggelam di kedalaman sekitar 30 meter. Dari total penumpang, 108 orang selamat, enam orang dinyatakan meninggal, sementara 129 orang masih belum ditemukan. Upaya penyelamatan kini beralih pada pencarian intensif di permukaan laut, udara, dan persiapan penyelaman kembali.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyatakan bahwa tim SAR gabungan terus mengoptimalkan pencarian melalui jalur laut dan udara. Armada SAR beroperasi 24 jam nonstop, memanfaatkan kapal patroli, helikopter, serta pesawat pemantau. Operasi penyisiran permukaan laut dilakukan secara berlapis, dengan pola zig‑zag untuk menutupi area seluas lebih dari 10 kilometer persegi.
Arus laut menjadi salah satu kendala utama. Kecepatan arus di lokasi dilaporkan mencapai enam hingga tujuh knot, melampaui batas aman penyelaman lima knot yang ditetapkan Basarnas. Karena kondisi tersebut, penyelaman yang sempat dimulai pada hari keempat harus dihentikan, dan tim penyelam Kopaska TNI AL ditarik kembali. 129 Orang Belum Ditemukan Usia KM Virgo Dipertanyakan kembali muncul dalam laporan karena kondisi bawah air yang belum memungkinkan pencarian secara optimal.
Posisi bangkai kapal juga mengalami pergeseran. Awalnya diperkirakan terletak pada koordinat tertentu, namun setelah beberapa hari, bangkai bergeser sekitar 450 meter akibat arus kuat. Komandan Pangkalan TNI AL Banjarmasin, Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra, menegaskan bahwa pergeseran ini memaksa tim penyelam melakukan survei ulang sebelum menentukan titik masuk penyelaman. Pergeseran tersebut menambah kompleksitas perencanaan operasi bawah air.
Untuk memberikan gambaran jelas tentang situasi korban, berikut rincian data yang tersedia:
- Total penumpang dan awak: 243 orang
- Korban selamat: 108 orang
- Korban meninggal: 6 orang
- Korban belum ditemukan: 129 orang
Selain tantangan teknis, faktor usia kapal menjadi sorotan pemerintah. Wakil Menteri Perhubungan, Suntana, mengungkapkan bahwa KM Virgo Transport 8 berusia sekitar 38 tahun saat dioperasikan di perairan Indonesia. Meskipun usia kapal belum dipastikan menjadi penyebab kecelakaan, Kementerian Perhubungan berjanji akan menelusuri proses masuk kapal ke Indonesia serta melakukan evaluasi kebijakan untuk mencegah insiden serupa.
Investigasi resmi akan dipimpin oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama badan investigasi teknis Kemenhub. Penyelidikan akan mencakup analisis struktural kapal, catatan perawatan, serta faktor cuaca pada saat kejadian. Hasil akhir diharapkan dapat memberikan rekomendasi perbaikan regulasi keselamatan laut.
Sejumlah opsi penanganan bangkai kapal sedang dipertimbangkan, termasuk penggunaan crane laut atau teknik pemotongan untuk mengakses ruang dalam kapal. Langkah ini diharapkan dapat memperluas area pencarian di bawah air, sekaligus meminimalkan risiko bagi penyelam di tengah arus yang kuat.
Dengan tekanan publik yang terus meningkat, otoritas berjanji akan memberikan pembaruan rutin mengenai progres pencarian. Hingga kini, tim SAR masih berupaya menyeimbangkan antara keamanan operasi dan kebutuhan mendesak untuk menemukan sisa korban yang masih hilang.

