Nasional

Polemik Penawaran Advertorial Tempo ke Agrinas, Pengamat Soroti Independensi Media

Polemik Penawaran Advertorial Tempo ke Agrinas, Pengamat Soroti Independensi Media

PALANGKA RAYA, Ule.co.id – Polemik penawaran advertorial Tempo ke Agrinas, pengamat soroti independensi media menjadi sorotan publik, termasuk kalangan pengamat media massa. Persoalan tersebut muncul menyusul adanya surat penawaran kerja sama program komunikasi strategis (advertorial) dari media tersebut di tengah gencar-gencarnya pemberitaan kritis dari media nasional itu terkait tata kelola program Koperasi Desa Merah Putih oleh Agrinas.

Menurut Pengamat media massa dari Budi Luhur University, Prof. Dr. Umaimah Wahid, polemik tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai independensi media massa dan pemisahan kepentingan bisnis dengan ruang redaksi. "Ya menurut saya, ya ini mengkhawatirkan ya. Ya kalau dalam pemahaman saya, media itu susah netral sebenarnya. Apalagi ketika sudah punya relasi dengan kekuasaan dan juga dengan pengusaha," kata Umay, sapaan akrabnya.

Umay mengingatkan agar kepentingan ekonomi tidak sampai mengorbankan objektivitas pemberitaan yang menjadi hak publik. "Jangan sampai kepentingan komersial atau nilai kepentingan ekonomi itu menghancurkan netralitas media atau setidaknya objektivitas media untuk memenuhi hak-hak publik, informasi terhadap publik," ujarnya.

Polemik penawaran advertorial Tempo ke Agrinas, pengamat soroti independensi media ini menarik perhatian lantaran selama ini Tempo dikenal gencar memberitakan secara kritis Agrinas Pangan Nusantara maupun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Surat bernomor resmi yang ditandatangani Direktur Utama Tempo Media Group, Wahyu Dhyatmika, tertanggal 7 Juli 2026 tersebut berisi permohonan audiensi pada 14 Juli 2026.

Salah satu agenda yang ditawarkan dalam surat tersebut adalah pembahasan peluang kerja sama pemasangan iklan. Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo de Sousa Mota, menyampaikan kekecewaannya atas kemunculan surat tawaran tersebut. Dia menilai langkah tersebut berpotensi menimbulkan pertanyaan terkait konsistensi sikap media yang selama ini ia hormati independensinya.

"Jujur sejujurnya saya kecewa. Saya sedih, saya sedih," ujar Joao di Jakarta. Joao menambahkan bahwa selama ini ia memandang Tempo sebagai media yang menjaga nilai independensi dengan ketat. Polemik penawaran advertorial Tempo ke Agrinas, pengamat soroti independensi media ini menjadi sorotan yang membuat kita bertanya-tanya tentang independensi media massa.

Polemik penawaran advertorial Tempo ke Agrinas, pengamat soroti independensi media membuat kita harus mempertanyakan kembali tentang independensi media massa dan bagaimana media harus menjaga netralitasnya dalam pemberitaan. Dengan demikian, diharapkan media dapat mempertahankan kepercayaan publik dan menjaga integritasnya sebagai sumber informasi yang akurat dan objektif.

Monica Hilariao

Di kota Malang yang sejuk, ada seorang penulis yang memiliki nama unik, Monica Hilariao. Ia pernah bergelut di industri kreatif, yang membentuknya menjadi pengamat sosial media yang tajam dan juga penggemar investasi saham yang handal. Ketika tidak menyusun kata-kata, Monica suka memantau fluktuasi saham dan mengamati dinamika sosial media sejak ia memulai karirnya pada 2009. Dengan latar belakang yang kaya, Monica memiliki perspektif yang unik dalam melihat dunia sekitarnya.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *