Polemik Surat Penawaran Iklan Tempo ke Agrinas, Manajemen Ogah Pasang Iklan
PALANGKA RAYA, Ule.co.id – Polemik surat penawaran iklan Tempo ke Agrinas, manajemen ogah pasang iklan, menjadi sorotan publik setelah surat ajakan pertemuan untuk menawarkan kerja sama kepada Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo de Sousa Mota, beredar dan menjadi perbincangan publik. Surat tersebut menjadi perhatian karena muncul di tengah pemberitaan kritis mengenai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Agrinas Pangan Nusantara.
Surat bertanggal 7 Juli 2026 itu ditandatangani Direktur Utama PT Info Media Digital atau Tempo Digital, Wahyu Dhyatmika. Dalam surat tersebut, Tempo Media Group mengajukan permohonan audiensi dengan Joao Mota untuk membahas peluang kerja sama. Pertemuan tersebut dijadwalkan pada Selasa, 14 Juli 2026.
Joao Mota mengaku terkejut dan kecewa setelah menerima tawaran kerja sama tersebut. Ia mengatakan, selama ini dirinya menghormati Tempo sebagai media yang dinilai menjunjung independensi. “Jujur sejujurnya saya kecewa. Saya sedih, saya sedih,” kata Joao Mota.
Polemik surat penawaran iklan Tempo ke Agrinas, manajemen ogah pasang iklan, juga menarik perhatian pegiat media sosial, Silvia Tjan. Menurutnya, persoalan yang diperdebatkan publik tersebut bukan semata-mata soal ada atau tidaknya pemisahan antara divisi bisnis dan redaksi. “Media itu menyebutkan iklan tidak membeli berita. Oke. Tapi justru karena mereka mengklaim memiliki benteng independensi, standar yang dipakai seharusnya lebih tinggi dibanding media pada umumnya,” kata Silvia.
Polemik surat penawaran iklan Tempo ke Agrinas, manajemen ogah pasang iklan, menimbulkan pertanyaan tentang independensi media dan etika jurnalistik. Polemik surat penawaran iklan Tempo ke Agrinas, manajemen ogah pasang iklan, juga menunjukkan bahwa publik memiliki harapan tinggi terhadap media untuk menjaga independensi dan integritas.
Polemik surat penawaran iklan Tempo ke Agrinas, manajemen ogah pasang iklan, menjadi peringatan bagi media untuk terus menjaga independensi dan integritas. Dengan demikian, media dapat mempertahankan kepercayaan publik dan terus menjadi sumber informasi yang kredibel.

