analitik

Prabowo Dorong Kertajati Jadi Bengkel Pesawat Tempur, Menhan Tekankan Tak Hanya Hercules

Ule.co.id – Dalam rangka memperkuat kemandirian pertahanan, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa “Prabowo ingin Kertajati bisa disulap jadi bengkel pesawat tempur, Menhan: Tak hanya Hercules [titlebase]”. Pernyataan tersebut menandai ambisi pemerintah untuk mengubah Bandara Internasional Kertajati menjadi pusat pemeliharaan pesawat tempur TNI Angkatan Udara (AU) serta fasilitas MRO yang mandiri.

Langkah strategis itu didukung oleh keberhasilan modernisasi pesawat angkut C-130 Hercules A-1319 oleh PT GMF AeroAsia. Modernisasi yang mencakup penggantian centre wing box, digitalisasi avionik, dan program integritas struktural berhasil menambah usia operasional pesawat hingga 15‑20 tahun. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa industri dirgantara dalam negeri telah mampu menangani proyek kelas berat secara mandiri.

Baca juga:
Polemik Audit Kerugian Negara, Pakar Sebut Putusan MK soal Kewenangan Audit BPK Mengikat

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa pencapaian GMF AeroAsia merupakan tonggak penting bagi upaya menjadikan Kertajati sebagai hub MRO. “Kertajati tidak hanya dapat melayani pesawat sipil, tetapi juga pesawat militer seperti Hercules dan pada tahap berikutnya jet tempur,” ujarnya dalam sebuah rapat bersama PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan Kepala Staf TNI AU Marsekal Tonny Harjono.

Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan, menambahkan bahwa pengembangan fasilitas MRO di Kertajati akan mengurangi ketergantungan pada pihak asing. “Dengan tenaga sumber daya manusia dalam negeri, kita dapat melakukan perawatan penuh pesawat tempur, sehingga alutsista Indonesia semakin mandiri,” kata Rico dalam konferensi pers yang dikonfirmasi oleh Antara.

Rencana tersebut selaras dengan arahan Presiden Prabowo yang menekankan pentingnya kemandirian industri pertahanan. Menhan Sjafrie menegaskan, “Prabowo ingin Kertajati bisa disulap jadi bengkel pesawat tempur, Menhan: Tak hanya Hercules [titlebase]”, dan menambahkan bahwa PT DI akan terlibat aktif dalam fase selanjutnya, termasuk modernisasi pesawat lain yang dimiliki TNI AU.

Pengembangan Kertajati menjadi pusat MRO tidak hanya mencakup perawatan Hercules, melainkan juga persiapan untuk jet tempur generasi terbaru. Proses transfer teknologi antara perusahaan asing dan PT DI diharapkan menghasilkan peningkatan kualitas SDM serta memperkuat rantai pasok alutsista nasional.

Baca juga:
Semangat Kemerdekaan Dorong Palangka Raya Sukseskan Program Nasional di Daerah

Secara geografis, lokasi Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, memberikan keunggulan strategis sebagai titik hub logistik udara di wilayah barat Indonesia. Fasilitas baru diproyeksikan mencakup hanggar berkapasitas besar, zona penyimpanan suku cadang, serta laboratorium inspeksi non‑destruktif yang mendukung standar internasional.

Dengan agenda ini, harapan besar menumpuk pada Kertajati untuk menjadi simbol kemandirian pertahanan udara Indonesia. Seperti yang diulang dalam pernyataan resmi, “Prabowo ingin Kertajati bisa disulap jadi bengkel pesawat tempur, Menhan: Tak hanya Hercules [titlebase]”, menandakan komitmen berkelanjutan pemerintah dalam memperkuat kemampuan teknis dan operasional TNI AU di dalam negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *