Prabowo Tekankan Penambahan Kekuatan Tentara Nasional Indonesia di Tengah Anggaran Terkecil ASEAN
Ule.co.id – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya memperkuat tentara nasional indonesia dalam upaya menjaga kedaulatan negara. Dalam program “Presiden Prabowo Menjawab” yang disiarkan pada 16 September 2026, ia menyoroti bahwa meskipun anggaran pertahanan berada di bawah dua persen Produk Domestik Bruto (PDB), kebutuhan akan kehadiran TNI di seluruh 514 kabupaten masih jauh dari ideal.
Anggaran Kementerian Pertahanan tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp 187,1 triliun dan diproyeksikan naik menjadi Rp 189 triliun pada 2027. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan alokasi pertahanan terkecil di kawasan ASEAN, jauh di bawah tiga persen PDB yang dialokasikan Singapura. Prabowo menambahkan bahwa selama beberapa dekade belanja pertahanan hanya mencapai 0,9 persen PDB, sehingga peningkatan menjadi prioritas utama pemerintah.
Untuk menanggulangi kesenjangan kehadiran, TNI Angkatan Darat merencanakan pembentukan lima Komando Daerah Militer (Kodam) baru pada tahun 2026. Penambahan ini akan meningkatkan total Kodam menjadi 26, memperkuat struktur teritorial secara signifikan. Daftar Kodam yang sedang dipersiapkan meliputi:
- Kodam Kalimantan Barat
- Kodam Sulawesi Tengah
- Kodam Maluku Utara
- Kodam Papua Barat Daya
- Kodam Nusa Tenggara Timur
Dengan penambahan tersebut, diharapkan lebih banyak batalion dapat ditempatkan di kabupaten yang selama ini belum terjangkau, mengurangi celah pengawasan terhadap sumber daya alam.
Sementara itu, TNI Angkatan Laut menerima kapal induk Giuseppe Garibaldi yang dihibahkan oleh Italia. Kapal berkapasitas 13.850 ton ini tiba di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok pada 18 September 2026 dan dijadwalkan resmi diserahkan serta berganti nama menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September 2026. Presiden Prabowo akan menyaksikan prosesi pergantian bendera, menandai langkah strategis dalam memperkuat kemampuan operasi militer selain perang (OMSP) serta penanggulangan bencana.
Sejalan dengan penerimaan KRIÂ Sriwijaya, TNI AL menyiapkan 310 personel untuk menjadi awak kapal. Pelatihan intensif meliputi materi teknis, taktis, dan profesionalisme yang diberikan oleh instruktur berpengalaman, termasuk Laksamana Madya Denih Hendrata. Proses ini diharapkan menghasilkan awak yang siap mengoperasikan platform besar dengan kapasitas mengangkut hingga 14 helikopter, mempercepat distribusi bantuan ke daerah terpencil.
Prabowo menekankan bahwa peningkatan kehadiran tentara nasional indonesia tidak hanya soal jumlah satuan, tetapi juga kualitas pengawasan terhadap kekayaan alam. Selama puluhan tahun, wilayah yang minim kehadiran TNI menjadi sasaran illegal logging, illegal mining, dan kebun liar. Dengan distribusi batalion yang lebih merata, diharapkan pengawasan dapat lebih efektif, melindungi hutan lindung serta sumber daya mineral yang strategis.
Secara keseluruhan, strategi pertahanan yang diusung pemerintah mencakup peningkatan alokasi anggaran, penambahan Kodam, serta akuisisi kapal induk modern. Semua langkah ini diarahkan untuk menjamin bahwa tentara nasional indonesia mampu menjangkau seluruh pelosok negeri, menjaga kedaulatan, dan berperan aktif dalam penanggulangan bencana serta perlindungan sumber daya alam.

