Sultan Brunei Mencabut Gelar Menantu, Apa Penyebabnya?
Ule.co.id – Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah, baru-baru ini mencabut gelar kebangsawanan salah satu menantunya, Pengiran Raabi'atul Adawiyyah. Keputusan ini diumumkan pada awal Agustus 2026 dan berlaku efektif sejak dekret kerajaan diterbitkan. Raabi'atul sebelumnya menyandang gelar Yang Amat Mulia Pengiran Anak Isteri. Pencabutan gelar ini membuat Raabi'atul kehilangan status kebangsawanan yang selama ini melekat padanya.
Menurut informasi yang dirilis, keputusan tersebut berkaitan dengan perilaku Raabi'atul yang dinilai tidak pantas bagi seorang istri anggota keluarga kerajaan. Tindakan tersebut juga disebut telah memberikan dampak terhadap nama baik dan kehormatan institusi kerajaan Brunei. Selain itu, terdapat penilaian bahwa perilaku yang bersangkutan menunjukkan kurangnya rasa hormat kepada Sultan Hassanal Bolkiah.
Raabi'atul Adawiyyah merupakan istri dari Pangeran Abdul Malik, putra Sultan Brunei Hassanal Bolkiah dan Ratu Saleha. Keduanya menikah pada April 2015 dalam upacara kerajaan di Istana Nurul Iman. Hubungan mereka telah berlangsung selama lebih dari satu dekade. Pemerintah Brunei sebelumnya juga beberapa kali mencatat kehadiran Pangeran Abdul Malik dan Raabi'atul dalam kegiatan resmi kerajaan.
Profil Raabi'atul Adawiyyah menunjukkan bahwa ia lahir pada 27 Oktober 1992 dan merupakan anak kedua dari 10 bersaudara. Ia mulai menempuh pendidikan pada 1997 saat berusia enam tahun di sejumlah sekolah bergengsi di Brunei. Informasi mengenai latar belakangnya tersebut tercatat dalam profil mempelai diraja yang diterbitkan oleh Jabatan Penerangan Brunei melalui Pelita Brunei.
Sultan Brunei memiliki 12 anak dari tiga pernikahannya. Dari jumlah tersebut, delapan anak diketahui telah menikah, bahkan bercerai. Mereka adalah Princess Rashidah Sa'adatul Bolkiah yang menikah dengan Abdul Rahim, Crown Prince Al-Muhtadee Billah dengan Sarah, Princess Majeedah Nuurul Bolkiah dengan Khairul Khalil, Princess Hafizah Sururul Bolkiah dengan Muhammad Ruzaini, Prince Abdul Malik dengan Raabi'atul Adawiyyah, Princess Azemah Ni'matul Bolkiah dengan Bahar, Princess Fadzilah Lubabul Bolkiah dengan Abdullah Al-Hashimi, serta Prince Abdul Mateen dengan Anisha Rosnah binti Adam.
Keluarga Kerajaan Brunei Darussalam kembali menjadi sorotan setelah Sultan Brunei mencabut gelar kebangsawanan salah satu menantunya. Keputusan tersebut membuat sosok para menantu Sultan Brunei turut menarik perhatian publik. Dengan demikian, Sultan Brunei memiliki delapan menantu. Berikut daftar menantu Sultan Brunei Hassanal Bolkiah.

