Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Berpulang
Jakarta, ule.co.id – Dunia politik Indonesia berduka atas berpulangnya Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno. Beliau mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, pada Senin pagi, sekitar pukul 07.00 WIB. Berita duka ini secara resmi disampaikan oleh pihak keluarga dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), serta telah dikonfirmasi oleh sejumlah pejabat negara.
Kronologi dan Konfirmasi Berita Duka
Informasi mengenai wafatnya Jenderal (Purn.) Try Sutrisno tersebar cepat melalui pesan berantai. Konfirmasi lebih lanjut diperoleh dari pejabat di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), membenarkan kepergian tokoh penting bangsa ini. Kehadiran beliau sebagai Wakil Presiden keenam RI telah mencatat sejarah penting dalam perjalanan bangsa, menjabat antara tahun 1993 hingga 1998 di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto.
BACA JUGA: Insentif SPPG Rp6 Juta Per Hari: Strategi Efisien Cegah Pemborosan
Rencana Pemakaman dan Pesan Keluarga
Menurut informasi yang diterima, jenazah almarhum Try Sutrisno akan menjalani prosesi pemandian di RSPAD Gatot Soebroto. Selanjutnya, jenazah akan dibawa ke rumah duka yang berlokasi di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat, untuk disemayamkan. Pihak keluarga turut menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan almarhum selama hidup, seraya memohon doa dari masyarakat agar semua amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT dan mendapatkan tempat terbaik.
Mengenang Sosok Try Sutrisno
Try Sutrisno dikenal sebagai seorang prajurit dan negarawan yang memiliki rekam jejak panjang di militer sebelum berkiprah di dunia politik. Karir militernya mencapai puncak sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) pada periode 1988-1993. Dedikasi dan pengabdiannya terhadap negara senantiasa menjadi teladan bagi generasi penerus bangsa.
Kepergian Try Sutrisno meninggalkan duka mendalam bagi bangsa Indonesia. Semasa hidupnya, beliau dikenal sebagai figur yang memiliki dedikasi tinggi terhadap negara dan turut berperan dalam pembangunan bangsa. Semoga almarhum mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.

