Gerakan Subuh Jamaah: Kolaborasi LPCRPM, LDK, dan Bikersmu Sukoharjo serta Kenangan Azan Subuh Sheikh Ibrahim Al Madani
Ule.co.id – Pada subuh tanggal 20 September 2026, Masjid An‑Nur di Jetis, Sukoharjo menjadi saksi lahirnya Gerakan Subuh Jamaah, sebuah inisiatif dakwah keliling masjid yang melibatkan tiga unsur utama Muhammadiyah Sukoharjo: Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM), Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Daerah, serta Bikersmu Chapter Sukoharjo. Kegiatan dimulai pukul 04.00 WIB dan berlanjut hingga 06.00 WIB, menggabungkan kuliah subuh, sarapan bersama, serta kunjungan ke beberapa masjid sekitar.
Acara dibuka dengan kuliah subuh yang disampaikan oleh H. Djumari, S.Ag., yang menekankan pentingnya meneladani KH Ahmad Dahlan dalam menggerakkan dakwah dari sekadar pesan menjadi aksi nyata. Ia mengutip Surat Al‑Ma’un sebagai contoh konkret upaya sosial Muhammadiyah, seperti pendirian sekolah, panti yatim, dan rumah sakit. Setelah kuliah, para peserta melakukan silaturahmi di dalam masjid, di mana Ketua LPCRPM PDM Sukoharjo, Nurmento, dan Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Jetis, Rudy Setyohadi, menyampaikan harapan agar gerakan ini menjadi agenda rutin setidaknya sebulan sekali.
Sementara itu, di belahan dunia lain, kabar duka melanda Masjidil Haram, Mekkah, ketika muazin senior Sheikh Ibrahim bin Adel Al Madani meninggal dunia pada 21 September 2026. Sebelum wafat, ia sempat mengumandangkan azan subuh terakhirnya, suara yang kemudian beredar luas di media sosial dan menjadi kenangan bagi jutaan jamaah. Sheikh Ibrahim, yang lahir di Madinah pada 1976, memulai karier azannya sejak usia 15 tahun dan resmi menjadi muazin di Masjidil Haram pada 2017‑2018. Kepergiannya digelar setelah salat Asar, dengan jenazah dimakamkan di Pemakaman Al Mualla.
Peristiwa di Sukoharjo dan Mekkah memperlihatkan bagaimana subuh tidak sekadar menandai waktu sholat fardhu pertama, melainkan juga menjadi momen refleksi spiritual, kolaborasi sosial, dan penghormatan atas warisan dakwah. Di Indonesia, jadwal sholat subuh menjadi acuan penting bagi umat. Berikut rangkuman jadwal sholat subuh di beberapa kota pada Rabu, 23 September 2026:
- Surabaya: 04:32 WIB (imsak 04:20)
- Palembang: 04:35 WIB (imsak 04:23)
- Sukoharjo (Jetis): 04:30 WIB (imsak 04:18)
Jadwal tersebut diambil dari otoritas setempat dan menegaskan pentingnya ketepatan waktu dalam menunaikan ibadah subuh, terutama bagi mereka yang mengikuti kegiatan dakwah keliling. Bagi jamaah yang berpartisipasi dalam Gerakan Subuh Jamaah, kehadiran di masjid pertama memberikan kesempatan untuk berdoa bersama, memperkuat ikatan komunitas, dan menyebarkan semangat kebersamaan.
Kolaborasi antara LPCRPM, LDK, dan Bikersmu menunjukkan sinergi lintas organisasi yang mampu menciptakan ruang dakwah yang dinamis. Bikersmu, yang biasanya dikenal sebagai komunitas pecinta sepeda motor, berperan mengatur transportasi dan logistik, memastikan para relawan dapat berpindah dari satu masjid ke masjid lain dengan aman. Pendekatan ini tidak hanya memperluas jangkauan dakwah, tetapi juga mengajak generasi muda yang lebih terbiasa dengan budaya otomotif untuk terlibat aktif dalam kegiatan keagamaan.
Di sisi lain, kepergian Sheikh Ibrahim menimbulkan refleksi mendalam tentang peran muazin dalam menyebarkan panggilan Allah. Azan subuhnya yang merdu telah menjadi simbol ketenangan pagi bagi ribuan jamaah di Tanah Suci. Kehilangan beliau mengingatkan umat Muslim akan pentingnya melestarikan tradisi dakwah yang bersifat personal sekaligus kolektif.
Dengan semangat yang sama, para penyelenggara Gerakan Subuh Jamaah berkomitmen untuk melanjutkan program ini secara berkelanjutan. Rencana ke depan mencakup penambahan masjid mitra, pelatihan relawan, serta integrasi teknologi untuk memudahkan koordinasi jadwal. Diharapkan, gerakan ini dapat menjadi model bagi komunitas lain di seluruh Indonesia, menjadikan subuh sebagai momentum kebangkitan spiritual dan sosial.
Secara keseluruhan, peristiwa subuh di Sukoharjo dan Mekkah mengajarkan bahwa waktu fajar bukan hanya sekadar penanda ibadah, melainkan juga panggilan untuk bersatu, berinovasi, dan menghormati warisan para pendahulu dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang damai dan produktif.

