Tragedi Grand Canyon Flood: 1 Tewas, 15 Hilang, Evakuasi Besar-besaran
Ule.co.id – Pada Sabtu siang, hujan deras yang tiba‑tiba melanda wilayah Bright Angel Canyon memicu terjadinya grand canyon flood yang menghantam area Phantom Ranch dan sekitarnya. Lebih dari seperempat inci curah hujan dalam 30 menit menyebabkan aliran sungai Colorado meluap, menenggelamkan jalur pendakian dan menenggelamkan sejumlah perkemahan.
Menurut laporan National Park Service (NPS), banjir dimulai sekitar pukul 14.30 waktu setempat setelah beberapa badai melintasi Grand Canyon. Sekitar 50 orang yang berada di area Phantom Ranch dievakuasi menggunakan helikopter, sementara lebih dari 60 pengunjung lainnya dipindahkan ke tempat penampungan darurat yang dibuka di Grand Canyon High School.
NPS menyatakan bahwa hampir seluruh jembatan penyeberangan Bright Angel Creek hancur, termasuk jembatan Black, Silver, dan beberapa jembatan kecil lainnya. Akibatnya, akses ke North Kaibab Trail, Bright Angel Campground, serta fasilitas canteen di Phantom Ranch ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut. Daftar penutupan fasilitas dapat dilihat pada poin berikut:
- Phantom Ranch dan canteen
- North Kaibab Trail
- Bright Angel Campground
- Jembatan Black dan Silver
- Lalu lintas perahu di Colorado River
Sampai kini, satu korban berusia 46 tahun telah ditemukan tewas di dekat Crystal Rapids, sementara 15 orang masih dinyatakan hilang. Badan medis Coconino County masih melakukan identifikasi terhadap jenazah tersebut. Di antara yang hilang, terdapat Dr. John Giusti, seorang chiropractor berusia 46 tahun dari Texas, yang bersama rombongan teman‑temannya menghabiskan akhir pekan di Grand Canyon. Istrinya, Janet Giusti, mengirimkan pesan duka dan permohonan doa melalui media sosial, menyatakan bahwa suaminya terakhir kali mengunggah foto dirinya di lembah tersebut pada Jumat sebelum bencana.
Petugas keamanan publik negara bagian Arizona dan tim pencarian NPS terus melakukan operasi pencarian intensif, memanfaatkan helikopter, anjing pelacak, dan tim SAR darat. Sementara itu, Palang Merah Amerika (Red Cross) membuka tempat penampungan sementara di Grand Canyon High School, menyediakan makanan, air bersih, dan layanan medis dasar bagi para evakuasi.
Pejabat taman nasional menekankan pentingnya mematuhi peringatan cuaca dan menahan diri dari area yang ditutup. “Flash flood ini menimbulkan dampak signifikan pada infrastruktur di seluruh Bright Angel Canyon,” ujar juru bicara NPS. “Kami menghimbau semua pengunjung untuk tetap berada di zona aman dan mengikuti instruksi petugas.
Insiden ini menimbulkan kekhawatiran besar terhadap musim turis yang biasanya ramai di Grand Canyon. Dengan lebih dari 4,5 juta pengunjung setiap tahunnya, penutupan area utama dapat mempengaruhi pendapatan lokal dan mengganggu rencana perjalanan wisatawan domestik maupun internasional. Pihak pengelola taman berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem peringatan dini dan memperkuat struktur jembatan yang rentan.
Hingga saat ini, jumlah orang yang berhasil dievakuasi mencapai 62 orang, dan upaya pencarian masih berlanjut. Keluarga korban serta pihak berwenang berharap dapat menemukan semua orang yang hilang secepatnya, serta memberikan kepastian bagi mereka yang masih menunggu kabar.

