Al Hilal Terpuruk, Benzema Tinggalkan Klub, dan Dampak Cedera Hamdallah di Liga Saudi
Ule.co.id – Riyadh – al hilal kembali menjadi sorotan utama sepakbola Asia setelah serangkaian peristiwa mengejutkan mengguncang performa mereka. Mantan bintang Real Madrid, Karim Benzema, mengakhiri masa singkatnya di klub Saudi tersebut, sementara tim kehilangan gelar tak terkalahkan akibat kekalahan 2-0 di kandang melawan Neom, dan penyerang andalan Maroko, Abderrazak Hamdallah, harus absen karena cedera hamstring. Kombinasi faktor-faktor ini menambah tekanan kompetisi.
Benzema, yang bergabung dengan al hilal pada pertengahan tahun lalu, mencatatkan statistik mengesankan: 10 gol dan lima assist dalam 16 penampilan, serta membantu tim meraih Piala Raja. Namun, pada akhir Agustus, ia dan klub mengumumkan pemutusan kontrak secara bersama‑sama, mengakhiri masa enam bulan yang singkat namun produktif. Dalam sebuah unggahan foto di Masjidil Haram, ia menuliskan “Alhamdulillah for everything…”, kalimat yang sebelumnya ia gunakan dalam pesan perpisahan resmi kepada al hilal, menandakan rasa syukur atas pengalaman tersebut.
Kepergian Benzema membuka ruang pertanyaan tentang siapa yang akan mengisi posisi penyerang utama al hilal. Beberapa spekulasi menyebut kemungkinan kembalinya veteran Lyon, namun kendala kontrak menghambat realisasi tersebut. Di sisi lain, klub Saudi lain, Arabian Falcons dari Liga Divisi Kedua UAE, mengundang Benzema untuk berlatih tanpa komitmen jangka panjang, menandakan minat tinggi terhadap kualitasnya di wilayah Timur Tengah.
Sementara itu, al hilal mengalami pukulan besar pada 8 September 2024 ketika timnya mengalami kekalahan 2-0 melawan Neom, mengakhiri rekor 47 pertandingan tanpa terkalahkan di Saudi Pro League. Gol pertama dicetak oleh mantan pemain Chelsea, Kalidou Koulibaly, lewat gol bunuh diri pada menit ke-15, diikuti oleh Amadou Kone yang menambah kedudukan menjelang jeda babak pertama. Kekalahan tersebut menandai kegagalan tim dalam memanfaatkan tiga penyerang bintang yang direkrut musim panas dengan total nilai transfer lebih dari $200 juta, termasuk Gabriel Martinelli dari Arsenal dan Ollie Watkins yang baru bergabung dari Aston Villa.
Tak hanya itu, al hilal juga harus menghadapi ketiadaan Abderrazak Hamdallah, penyerang asal Maroko yang menjadi andalan dalam mengamankan poin penting. Hamdallah mengalami cedera hamstring saat bermain melawan Al‑Fateh, yang memaksanya absen pada pertandingan melawan Al‑Hazm dan selanjutnya membuatnya tidak dapat beraksi melawan al hilal pada putaran berikutnya. Klub mengumumkan bahwa ia membutuhkan masa pemulihan selama tujuh hari, menambah keraguan mengenai kesiapan al hilal untuk menghadapi laga penting melawan rival utama, Al‑Nassr, yang dipimpin Cristiano Ronaldo.
Pelatih al hilal, Simone Inzaghi, yang baru bergabung pada Juni 2025, menyatakan kekecewaannya atas hasil tersebut, namun tetap optimis bahwa tim dapat bangkit kembali. “Kami masuk ke pertandingan dengan mentalitas yang tepat, namun hari ini keberuntungan berpihak pada lawan,” ungkapnya dalam konferensi pers pasca‑pertandingan. Inzaghi kini harus menyesuaikan taktik, mengingat hilangnya Benzema di lini serang dan ketidakhadiran Hamdallah yang mengurangi opsi penyerangan.
Di tengah dinamika tersebut, sorotan media internasional juga mengarah pada persiapan klub lain, seperti Manchester United, yang dijadwalkan bertanding melawan Sabah dalam kompetisi UEFA Champions League. Meskipun tidak secara langsung terkait, perubahan taktik dan pemilihan pemain di level global mencerminkan bagaimana klub-klub top menyesuaikan strategi mereka, serupa dengan langkah al hilal yang kini harus menata kembali skuadnya.
Para penggemar al hilal menanti kepastian mengenai susunan pemain pada laga berikutnya, terutama mengingat kemungkinan kedatangan pemain baru untuk menggantikan peran Benzema dan Hamdallah. Sementara itu, kompetitor utama mereka, Al‑Nassr, berada pada posisi yang sama, bersaing ketat untuk memperebutkan puncak klasemen liga. Kedua tim diprediksi akan mempertemukan strategi ofensif yang kuat, menjanjikan pertarungan sengit di depan publik.
Dengan tekanan kompetisi yang semakin meningkat, al hilal harus segera merumuskan rencana pemulihan, baik melalui penambahan pemain asing maupun mengoptimalkan talenta lokal. Keberhasilan klub dalam mengatasi krisis ini tidak hanya akan menentukan posisi mereka di liga, tetapi juga mempengaruhi reputasi Saudi Pro League di kancah internasional.

