Antonelli Raih Kemenangan Bersejarah di Italian Grand Prix 2026, Mengakhiri Penantian 60 Tahun
Ule.co.id – Balapan f1 di Monza pada 6 September 2026 menjadi saksi momen tak terlupakan ketika Kimi Antonelli, pembalap muda berusia 20 tahun, menaklukkan Italian Grand Prix 2026 dari posisi ke-19 dan mengakhiri penantian 60 tahun bagi pembalap Italia di lintasan rumah. Kemenangan dramatis ini tidak hanya menambah 25 poin ke klasemen, tetapi juga mengubah dinamika persaingan juara dunia di antara para pembalap utama.
Sejak lampu hijau menyala, aksi di depan garis start langsung memanas. Pierre Gasly memimpin dari pole, diikuti oleh George Russell dan Charles Leclerc. Lewis Hamilton, yang memulai dari posisi ke-4, berusaha menyalip Leclerc di tikungan pertama namun terpaksa meluncur ke gravel, mengakibatkan ia jatuh ke posisi kesepuluh. Insiden serupa terjadi antara Hamilton dan Leclerc di chicane pembuka, namun stewards FIA memutuskan tidak memberikan sanksi lanjutan, meskipun komentar Martin Brundle dan Karun Chandhok menyoroti risiko tinggi aksi tersebut.
Sementara itu, Antonelli memanfaatkan start yang kuat untuk naik ke posisi 12 dalam tiga lap pertama. Dengan strategi satu pit stop yang dipertahankan oleh tim Mercedes, ia menukar ban medium pada lap ke-22, sementara rekan setimnya, George Russell, terpaksa mengambil strategi dua stop setelah dipanggil ke pit pada saat virtual safety car (VSC) muncul di akhir balapan. Toto Wolff, tim boss Mercedes, menyatakan bahwa tidak ada peluang mengubah strategi Russell pada VSC, sehingga keputusan satu stop menjadi faktor kunci kemenangan Antonelli.
Pada putaran akhir, pertarungan sengit antara Antonelli dan Russell memuncak. Antonelli, setelah kembali ke jalur utama dengan ban medium yang masih dalam kondisi baik, melaju lebih cepat di lintasan lurus utama dan berhasil melewati Russell pada lap ke-48. Verstappen dari Red Bull menempati posisi ketiga, sementara Hamilton berhasil bangkit hingga posisi keenam. Leclerc, yang mengalami kecelakaan besar di Parabolica setelah menabrak drain cover, berhasil keluar dari mobilnya dengan selamat namun tidak mencetak poin.
Berikut adalah rangkuman poin utama setelah balapan:
| Pembalap | Poin Tambahan | Total Poin |
|---|---|---|
| Kimi Antonelli | 25 | 267 |
| George Russell | 18 | 201 |
| Lewis Hamilton | 8 | 191 |
| Max Verstappen | 15 | 127 |
| Lando Norris | 12 | 171 |
Kemenangan Antonelli sekaligus menambah jarak antara ia dan Russell menjadi 66 poin, sementara Hamilton tetap berada di posisi ketiga klasemen. Di sisi lain, Ferrari kehilangan peluang besar karena kecelakaan Leclerc, yang mengakibatkan tim kehilangan poin penting di kandang mereka.
Strategi pit stop menjadi sorotan utama. Tim Mercedes menegaskan bahwa keputusan satu stop untuk Antonelli adalah pilihan paling optimal mengingat kondisi ban dan kecepatan rata-rata di Monza. Sementara itu, tim Ferrari masih meninjau insiden awal antara Hamilton dan Leclerc, meskipun tidak ada penalti diberikan.
Dengan hasil ini, harapan para pendukung f1 di Italia semakin tinggi. Antonelli tidak hanya menjadi pemenang pertama sejak Ludovico Scarfiotti pada 1966, tetapi juga menunjukkan kemampuan menembus lapisan atas kompetisi dengan konsistensi tinggi. Penampilan impresifnya menambah argumen bahwa ia menjadi kandidat kuat untuk merebut gelar juara dunia di musim mendatang.
Ke depan, jadwal F1 akan berlanjut ke Zandvoort, di mana rivalitas antara Mercedes dan Red Bull diprediksi akan semakin ketat. Sementara itu, tim Ferrari harus memperbaiki performa dan menghindari kesalahan serupa agar tetap bersaing dalam perburuan gelar.

