Besiktas Guncang Europa League: Kemenangan Besar, Koefisien Turki Meningkat, dan Kedatangan Leandro Trossard
Ule.co.id – Besiktas mencatatkan kemenangan gemilang 4-1 atas Olympique de Marseille pada laga pembuka fase grup UEFA Europa League, sekaligus menegaskan ambisinya untuk mengangkat nama Turki dalam perburuan peringkat koefisien UEFA. Kemenangan tersebut tidak hanya menambah tiga poin penting bagi skuad Turki, tetapi juga menjadi sorotan utama mengingat besarnya perbedaan performa antara kedua tim. Di samping hasil di lapangan, klub Istanbul ini juga menjadi tujuan terbaru bagi penyerang Belgia Leandro Trossard, yang meninggalkan Brighton setelah perselisihan dengan mantan manajernya.
Babak pertama berlangsung intens, dengan Ilhan Fakili membuka skor lewat tembakan jarak jauh yang memecah kebuntuan pada menit ke-12. Marseille berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Keyliane Abdallah pada menit ke-29, menimbulkan ketegangan di Tüpraş Stadium. Namun, Besiktas kembali menguasai permainan di babak kedua, mencetak tiga gol tambahan melalui Vaclav Cerny, Michael Amir Murillo, dan Ernest Poku, masing-masing menambah keunggulan tim tuan rumah. Penampilan klinis lini serang Turki, yang menciptakan 18 peluang dibandingkan 14 peluang Marseille, menjadi faktor penentu kemenangan.
Kemenangan ini memberikan 0,800 poin koefisien kepada Turki, menaikkan total poin negara menjadi 41,100. Dengan selisih hanya 0,550 poin dari Belanda yang menempati posisi kesembilan (41,650), Turki kini berada di urutan kesepuluh. Jika klub-klub Turki terus mengumpulkan poin serupa selama fase grup, peluang mereka untuk menembus delapan besar—yang menjamin juara Super Lig langsung masuk fase grup UEFA Champions League 2027/28—semakin besar.
Selain Besiktas, Galatasaray dan Fenerbahçe juga memulai kampanye Eropa dengan hasil positif, menambah momentum kolektif Turki. Sementara itu, klub Belanda mengalami minggu pembukaan yang kurang menguntungkan, memberi ruang bagi Turki untuk menutup kesenjangan dalam peringkat koefisien. Pengamat sepakbola menilai bahwa konsistensi tiga klub Istanbul dalam kompetisi Eropa dapat menjadi kunci utama bagi Turki untuk menyalip Belanda dan bahkan menantang Belgia yang berada di posisi kedelapan.
Di luar lapangan, Besiktas menambah kekuatan skuad dengan mengamankan layanan Leandro Trossard secara resmi pada pekan ini. Winger berusia 31 tahun tersebut meninggalkan Brighton setelah hubungan yang memanas dengan manajer Roberto De Zerbi, yang ia sebut telah mempermalukannya di depan rekan-rekan setim. Setelah menolak tawaran Arsenal, Trossard memilih Besiktas sebagai tujuan baru, menjanjikan kontribusi kreatif dan pengalaman di level internasional. Transfer tersebut dilaporkan bernilai sekitar €27 juta, menambah investasi Besiktas pada pemain berkelas Eropa.
Roberto De Zerbi sebelumnya mengklaim bahwa Trossard meninggalkan sesi latihan karena tidak dipilih untuk melawan Middlesbrough di FA Cup. Namun, agen pemain menepis tuduhan tersebut, menyatakan bahwa pemain mengalami masalah betis yang memaksa ia berhenti berlatih, dan bahwa perselisihan di dalam ruang ganti setelah Piala Dunia menjadi pemicu utama keputusan Trossard untuk mencari klub baru. Kedua pihak sepakat bahwa hubungan yang retak tidak lagi produktif bagi kedua belah pihak, membuka jalan bagi pergerakan pemain ke Turki.
Kedatangan Trossard dipandang sebagai tambahan kualitas bagi lini serang Besiktas yang sudah memiliki pemain seperti Ilhan Fakili dan Ernest Poku. Manajer Giovanni van Bronckhorst menyatakan harapan bahwa pengalaman Trossard di Premier League dan kompetisi Eropa dapat meningkatkan variasi taktik tim, terutama dalam menghadapi lawan-lawan kuat di fase grup. Selain itu, kehadiran pemain internasional ini diharapkan dapat menginspirasi pemain muda Turki untuk berkembang lebih cepat.
Melihat ke depan, Besiktas akan melanjutkan perjuangannya di grup Europa League melawan tim-tim lain, dengan target melaju ke fase knockout. Jika mereka mampu mempertahankan performa menyerang yang telah terbukti, peluang untuk menambah poin koefisien dan memperkuat posisi Turki dalam peringkat UEFA semakin besar. Di sisi lain, keberhasilan integrasi Trossard ke dalam skuad akan menjadi indikator penting bagi ambisi jangka panjang klub, baik di kompetisi domestik maupun internasional.

