Dean Huijsen Buktikan Peran Kunci di Lini Belakang Real Madrid pada Kemenangan 4-0 atas Málaga
Ule.co.id – Dean Huijsen menegaskan kehadirannya sebagai salah satu pilar pertahanan Real Madrid dalam laga melawan Málaga yang berakhir dengan skor 4-0 di Santiago Bernabéu. Penampilan solidnya bersama rekan setim, Antonio Rüdiger, menarik pujian publik dari pelatih asal Portugal, José Mourinho, yang menilai pemain muda Belanda tersebut telah menunjukkan perkembangan signifikan sejak musim lalu.
Pertandingan yang berlangsung pada Minggu, 30 Agustus 2026, menyaksikan Los Blancos menguasai ritme permainan sejak menit awal. Thibaut Courtois menjaga gawang dengan aman, sementara lini belakang terdiri dari Denzel Dumfries, Ibrahima Konaté, Dean Huijsen, dan Marc Cucurella. Rüdiger, yang kembali menjadi starter setelah cedera, berkolaborasi erat dengan Huijsen, menciptakan kombinasi pertahanan yang tangguh. Málaga, tim yang baru promosi, kesulitan menembus pertahanan Real Madrid yang disiplin, meski sempat menciptakan peluang lewat serangan balik.
Menurut Mourinho dalam konferensi pers pasca laga, kualitas bola dan ketangguhan fisik menjadi dua kriteria utama yang dicari pada seorang bek tengah. Ia menyebut, ‘Saya tidak membandingkan Dean dengan musim lalu; yang penting adalah kemampuan dia menguasai bola, membangun serangan dari belakang, dan terutama memenangkan duel satu lawan satu.’ Pelatih menambahkan bahwa Huijsen telah menunjukkan peningkatan dalam kecepatan keputusan dan keberanian dalam duel udara, yang memberikan rasa aman bagi seluruh lini belakang.
Perkembangan Dean Huijsen tidak lepas dari latar belakang kariernya di Italia, dimana ia sempat bergabung dengan AS Roma sebelum dipinjamkan ke Real Madrid. Pada musim pertamanya, ia masih menjadi opsi cadangan, namun kerja keras dan adaptasi taktik yang cepat membuatnya mendapatkan kepercayaan Mourinho. Kini, setelah tiga pertandingan resmi bersama tim utama, Huijsen telah mengukir reputasi sebagai bek yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga nyaman mengoper bola ke lini tengah.
Statistik pertandingan menunjukkan bahwa Real Madrid menguasai 62% penguasaan bola, menciptakan 18 tembakan dengan 9 di antaranya mengarah ke gawang. Dean Huijsen mencatat lima intersep, tiga tekel bersih, dan satu umpan panjang yang memicu gol ketiga melalui Vinícius Júnior. Performa defensifnya membantu menahan serangan Málaga yang hanya menghasilkan satu tembakan ke arah gawang.
Keberhasilan ini menambah poin penting bagi Real Madrid dalam perburuan gelar La Liga musim 2026/2027. Dengan dua kemenangan beruntun, Los Blancos kini berada di posisi terdepan klasemen, menyingkirkan rival tradisionalnya. Selanjutnya, tim akan menghadapi Real Betis pada pekan berikutnya, dimana Mourinho diperkirakan akan tetap mengandalkan kombinasi Huijsen dan Rüdiger sebagai inti pertahanan.
Melihat prospek jangka panjang, Dean Huijsen diprediksi akan menjadi bagian integral dalam strategi pertahanan Real Madrid. Kemampuan bermain dengan bola, kecepatan dalam transisi, serta mentalitas kompetitif menjadikannya kandidat kuat untuk menjadi bek utama di masa mendatang, terutama mengingat usia masih muda dan ruang untuk berkembang lebih jauh.

