Derby Madrid Mengguncang Real Madrid: Kritik Mourinho, Suara Álvaro Benito, dan Krisis Taktik yang Mengintai Musim
Ule.co.id – Derby antara Real Madrid dan Atletico Madrid pada 20 September 2026 menjadi sorotan utama dunia sepak bola, tidak hanya karena hasil 2-1 yang menguntungkan Atletico, tetapi juga karena gelombang kritik yang melanda madrid. Jose Mourinho, manajer Real Madrid, melontarkan protes keras terhadap kepemimpinan wasit setelah dua kartu merah yang diberikan kepada timnya, sementara mantan pemain madrid, Álvaro Benito, menegaskan bahwa masalah yang dihadapi klub sudah berlangsung lebih dari dua setengah tahun.
Mourinho menilai keputusan wasit sebagai jelas dan mengubah jalannya pertandingan. Ia menyoroti fakta bahwa wasit yang dipilih berusia 41 tahun, bukan wasit internasional, tidak mampu menahan tekanan dalam laga penting. “Kami bermain sebelas melawan sepuluh, bayangkan bila kami bermain sebelas melawan sembilan selama lima puluh menit,” ujar Mourinho dengan nada kecewa, menambah bahwa keputusan tersebut menambah beban mental pemain.
Di sisi lain, Álvaro Benito, yang pernah membela Real Madrid antara 1995 hingga 2002, memberikan analisis mendalam dalam sebuah wawancara dengan Cadena SER. Benito menegaskan bahwa klub telah mengalami masalah yang sama selama lebih dari dua tahun, tanpa ada perubahan signifikan pada pendekatan taktis atau pemilihan pemain. “Jika Anda melihat masalah yang sama di lapangan selama dua setengah tahun, maka sifat masalah itu pasti sama,” ujarnya.
Benito menambahkan bahwa meskipun Real Madrid mampu meraih kemenangan di pertandingan melawan Elche, persepsi kolektif tim tetap menunjukkan pola masalah yang berulang. Ia menyoroti kurangnya konsistensi dalam penempatan pemain dan strategi permainan yang tidak jelas, yang menurutnya menjadi akar permasalahan yang lebih dalam daripada sekadar keputusan pelatih.
Sementara itu, laporan media lain mengabarkan bahwa Real Madrid juga tengah melakukan kontak dengan Manchester United untuk merekrut pemain muda berbakat, JJ Gabriel, yang dikenal sebagai “maverick” yang gemar mencetak gol. Namun, proses transfer tersebut masih terhambat oleh regulasi usia dan keinginan klub asalnya untuk mempertahankan pemain tersebut. Meskipun tidak langsung terkait dengan derby, upaya perekrutan ini menambah dimensi lain pada tantangan manajerial Mourinho.
Situasi di liga Spanyol semakin menegangkan. Real Madrid berada di posisi keempat dengan 15 poin setelah tujuh pertandingan, jauh di belakang pemimpin. Tekanan untuk memperbaiki performa semakin besar, terutama mengingat ekspektasi tinggi dari pemilik klub, Florentino Pérez, dan basis suporter yang menuntut gelar.
Analisis taktis menunjukkan bahwa Real Madrid masih bergulat dengan pertahanan yang rapuh, terutama dalam mengatasi serangan cepat dari sisi sayap. Kartu merah yang diberikan kepada pemain seperti Dean Huijsen memperparah masalah tersebut, meninggalkan tim dengan satu pemain kurang di menit-penutup pertandingan. Mourinho mengakui bahwa keputusan wasit tidak dapat diubah, namun menegaskan keinginan untuk fokus pada kemenangan tanpa harus terjebak dalam kontroversi.
Para pengamat sepak bola menilai bahwa kritik dari Benito dan protes Mourinho mencerminkan ketegangan internal yang dapat memengaruhi moral tim. Tanpa adanya perubahan struktural, baik dalam manajemen maupun strategi pelatihan, Real Madrid berisiko terus berada di zona menengah klasemen, jauh dari ambisi meraih gelar Liga Champions.
Ke depan, Real Madrid harus menemukan solusi jangka panjang yang melampaui pergantian pelatih. Perbaikan dalam proses scouting, pengembangan pemain muda, serta penyesuaian taktik yang lebih fleksibel menjadi kunci untuk mengatasi krisis yang telah menggerogoti madrid selama lebih dari dua tahun terakhir.

