analitik

Drag Race di Upai Kotamobagu Berujung Maut, Mobil Pembalap Tabrak Penonton; 22 Orang Jadi Korban

Ule.co.id – Drag race di Upai Kotamobagu berujung maut, mobil pembalap tabrak penonton; 22 orang jadi korban. Insiden ini terjadi pada Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 15.50 Wita di Jalan AP Mokoginta, Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara. Mobil Honda Jazz yang dikemudikan oleh Tian Ngantung dari tim Pangeran 05 McJoe mengalami kehilangan kendali dan menabrak penonton yang berdiri di sisi arena.

Menurut keterangan polisi, kendaraan mengalami masalah teknis saat memasuki titik finis. Setelah melewati garis finis, mobil kehilangan kendali, oleng ke arah kiri lintasan, menabrak pagar pembatas, dan menghantam penonton yang berdiri di sisi arena. Total korban dalam kecelakaan ini tercatat sebanyak 22 orang, dengan 8 orang meninggal dunia dan 14 lainnya luka-luka.

Baca juga:
Klasemen Liga Spanyol: Barcelona Kokoh Jaga Puncak dari Madrid

Drag race di Upai Kotamobagu berujung maut, mobil pembalap tabrak penonton; 22 orang jadi korban. Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut dan memeriksa saksi-saksi. Polda Sulut juga membuka kemungkinan menetapkan pengemudi kendaraan sebagai tersangka.

Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie mengatakan bahwa pihaknya masih dalam proses penyelidikan dan akan memroses jika ada pelanggaran hukum. Ia juga menegaskan bahwa perkara tersebut akan ditarik ke Polda Sulut agar proses penanganannya dapat dilakukan secara lebih terbuka dan menyeluruh.

Drag race di Upai Kotamobagu berujung maut, mobil pembalap tabrak penonton; 22 orang jadi korban. Insiden ini menjadi perhatian serius bagi pihak keamanan dan penyelenggara acara. Penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan dan menindaklanjuti jika ada kesalahan atau kelalaian dari pihak penyelenggara atau pengemudi.

Baca juga:
Yoshino Sato Pevoli Supercantik asal Jepang Bersinar di AVC 2026

Drag race di Upai Kotamobagu berujung maut, mobil pembalap tabrak penonton; 22 orang jadi korban. Dengan demikian, peristiwa ini menjadi.catatan penting bagi penyelenggara acara untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan bagi peserta dan penonton. Peningkatan kesadaran dan kewaspadaan diperlukan untuk mencegah kecelakaan serupa di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *