Inter Menang Gila 4-3 atas Como, Scudetto Kian Dekat di Genggaman Nerazzurri
Como, Ule.co.id – Inter Milan menunjukkan mental juara dalam laga penuh drama usai menaklukkan Como 1907 dengan skor 4-3 di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Senin dini hari WIB. Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin—ini adalah pernyataan tegas bahwa Scudetto semakin dekat ke biru-hitam Milan.
Tambahan poin membuat Inter kokoh di puncak klasemen dengan 72 poin, unggul sembilan angka dari pesaing terdekat, dengan enam pertandingan tersisa. Margin ini, dalam konteks Serie A, sudah mulai terasa “bau juara”.
Tertinggal Dua Gol, Inter Bangkit Brutal
Laga tidak berjalan mudah bagi Inter. Justru Como tampil mengejutkan sejak awal, bermain berani dan efektif.
Gol pembuka datang pada menit ke-36 lewat Alex Valle, yang memanfaatkan bola muntah hasil tepisan Yann Sommer. Belum sempat Inter menata ulang ritme, Como menggandakan keunggulan melalui Nico Paz menjelang turun minum. Skor 2-0 untuk tuan rumah—alarm bahaya bagi tim tamu.
Namun, di sinilah narasi berubah.
Marcus Thuram membuka jalan comeback dengan gol sebelum jeda, memanfaatkan umpan presisi Nicolo Barella. Skor 1-2 memberi napas bagi Inter.
Babak Kedua: Mode Juara Aktif
Masuk babak kedua, Inter seperti tim yang berbeda—lebih agresif, lebih tajam, dan jelas: lebih lapar.
Thuram kembali mencetak gol hanya beberapa menit setelah restart. Lagi-lagi, Barella jadi arsitek. Skor imbang 2-2, dan momentum langsung berbalik.
Tak lama berselang, Denzel Dumfries mencetak gol melalui sundulan keras memanfaatkan bola mati dari Hakan Calhanoglu. Inter berbalik unggul 3-2.
Tekanan belum berhenti. Dumfries kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat situasi kemelut, mengubah kedudukan menjadi 4-2.
Como sempat memperkecil skor lewat penalti Lucas Da Cunha di menit akhir, tetapi waktu tidak cukup untuk menyelamatkan mereka.
Barella, Thuram, Dumfries: Tiga Pilar Comeback
Jika harus menunjuk aktor utama, maka tiga nama ini layak disorot:
- Nicolo Barella: dua assist krusial, pengatur tempo kebangkitan
- Marcus Thuram: dua gol penting yang membuka jalan comeback
- Denzel Dumfries: dua gol penentu yang mengunci kemenangan
Kombinasi ini mencerminkan kedalaman skuad Inter—bukan hanya bergantung pada satu bintang, tetapi kolektivitas yang matang.
Tekanan ke Pesaing, Napoli dan Juventus Terimbas
Kemenangan ini terasa makin signifikan karena pesaing terdekat, Napoli, sebelumnya gagal meraih hasil maksimal. Artinya, Inter tidak hanya menang—mereka juga memperlebar jarak secara psikologis.
Sementara itu, Como tetap tertahan di 58 poin dan gagal menyalip Juventus di posisi empat besar. Persaingan zona Liga Champions pun tetap panas.
Enam Laga Tersisa: Hitung-hitungan Gelar Dimulai
Dengan keunggulan sembilan poin dan enam laga tersisa, skenario juara kini sangat berpihak pada Inter. Secara matematis, mereka masih bisa dikejar. Tapi secara momentum? Sulit.
Inter kini hanya perlu menjaga konsistensi. Bahkan beberapa kemenangan lagi bisa cukup untuk mengunci gelar lebih cepat.
Susunan Pemain
Como 1907:
Jean Butez; Ignace van der Brempt, Diego Carlos, Marc-Oliver Kempf, Alex Valle; Sergi Roberto, Maximo Perrone; Assane Diao, Nico Paz, Martin Baturina; Tasos Douvikas
Inter Milan:
Yann Sommer; Manuel Akanji, Francesco Acerbi, Alessandro Bastoni; Denzel Dumfries, Nicolo Barella, Hakan Calhanoglu, Piotr Zielinski, Federico Dimarco; Francesco Pio Esposito, Marcus Thuram
Kesimpulan
Kemenangan 4-3 ini bukan sekadar laga dramatis—ini adalah ujian mental yang berhasil dilewati Inter dengan sempurna. Tertinggal dua gol, bangkit, lalu menang. Formula klasik tim juara.
Jika tren ini berlanjut, pertanyaan berikutnya bukan lagi “apakah Inter juara?”, melainkan “kapan mereka mengunci Scudetto?”

