analitik

Janice Tjen Gagal ke Babak Kedua US Open 2026, Tersingkir dari Mirra Andreeva Peringkat 5 Dunia

Ule.co.id – Petenis Indonesia Janice Tjen mengalami kegagalan di turnamen Grand Slam terbesar tahun ini setelah kalah telak 6-2, 6-2 dari Mirra Andreeva, petenis peringkat lima dunia asal Rusia, pada pertandingan putra pertama US Open 2026 di Louis Armstrong Stadium, New York.

Pertandingan yang berlangsung pada Rabu dini hari WIB itu menjadi sorotan utama karena menandai debut Janice Tjen di panggung Grand Slam senior. Meskipun pemain berusia 24 tahun berhasil menahan Andreeva hingga 2-2 pada game pertama set pertama, serangan agresif dan konsistensi petenis Rusia membuatnya terdesak. Andreeva kemudian mengamankan empat game beruntun untuk menutup set pertama dengan skor 6-2, dan mengulangi pola yang sama pada set kedua.

Baca juga:
Samsung Galaxy S26 FE Resmi Diluncurkan: Layar Besar, Kamera 50 MP, dan AI Canggih untuk Pengguna Indonesia

Statistik resmi WTA mengungkapkan bahwa Janice Tjen tidak menghasilkan satu pun peluang break point sepanjang dua set, sementara Andreeva mencatat empat peluang break point dan berhasil mengonversinya semua. Dengan hasil tersebut, Andreeva melaju ke babak kedua untuk bertemu dengan Eva Lys dari Jerman, sementara Janice Tjen harus kembali ke Indonesia dengan catatan berharga.

Keberangkatan Janice Tjen ke US Open tidak lepas dari sorotan media internasional. Pada turnamen yang sama, Flavio Cobolli dari Italia melakukan comeback dramatis melawan Francisco Comesana, sementara Madison Keys menjadi pemain pertama yang melaju ke babak kedua meski cuaca hujan sempat mengganggu jadwal. Namun, sorotan utama tetap pada perjuangan petenis muda Indonesia yang berusaha mengukir prestasi di tingkat tertinggi.

  • Skor akhir: Mirra Andreeva 6-2, 6-2 Janice Tjen
  • Statistik break point: Andreeva 4/4, Tjen 0/0
  • Durasi pertandingan: sekitar 31 menit
  • Lokasi: Louis Armstrong Stadium, New York

Pelatih Janice Tjen mengakui bahwa lawan kali ini memang sangat tangguh. “Andreeva adalah juara French Open, dia memiliki permainan yang sangat agresif di permukaan keras. Kami sudah mempersiapkan strategi, namun pada hari itu dia bermain lebih baik dari yang kami harapkan,” ujar pelatih dalam konferensi pers pasca pertandingan.

Sementara itu, Andreeva menegaskan pentingnya agresivitas dalam permainannya. “Saya ingin bermain dengan intensitas tinggi sejak awal. Janice memang pemain yang berjuang keras, tetapi saya berhasil memanfaatkan setiap kesempatan,” kata Andreeva setelah mengakhiri pertandingan.

Baca juga:
KPK Ungkap Rantai Korupsi Jalur Mandiri PTN, Penahanan DPRD Ponorogo, dan Kasus Nikel PT CNI: Dampak Luas pada Keuangan Negara

Kepergian Janice Tjen dari US Open tidak mengurangi semangatnya untuk kembali lebih kuat di masa depan. Ia menyatakan tekad untuk meningkatkan performa di sirkuit WTA dan menargetkan penampilan lebih baik di turnamen berikutnya, termasuk di Asian Hardcourt Championships yang akan datang.

Keberhasilan Mirra Andreeva melanjutkan ke babak kedua menambah tekanan pada para pemain muda yang masih mencari pijakan di level Grand Slam. Namun, bagi Janice Tjen, pengalaman berharga ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi generasi tenis Indonesia untuk bersaing di arena internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *