Kento Momota: Dari Panggung Sudirman 2021 ke Bimbingan Timnas Indonesia Menuju Asian Games 2026
Ule.co.id – Kento Momota kembali menjadi sorotan dunia bulu tangkis, tidak hanya karena prestasinya di turnamen internasional tetapi juga peran pentingnya dalam mempersiapkan generasi baru Indonesia menjelang Asian Games 2026. Dari kemenangan dramatis di semifinal Piala Sudirman 2021 melawan Malaysia hingga sesi latihan bersama Alwi Farhan di Tokyo, Momota menunjukkan bahwa pengaruhnya melampaui batas lapangan.
Semifinal Piala Sudirman 2021 yang digelar di Energia Areena, Vantaa, Finlandia, menjadi saksi Momota bertarung melawan Lee Zii Jia, pemain peringkat delapan dunia dari Malaysia. Meskipun Momota sempat memimpin 1-0 pada pertandingan ganda putra, Lee berhasil membalikkan keadaan dengan kemenangan ketat 22-20, 21-19, menambah satu poin bagi Malaysia. Jepang akhirnya menjuarai semifinal dengan skor 3-1 dan melaju ke final melawan China.
Setelah puncak kariernya, Momota tidak tinggal diam. Pada September 2026, ia mengunjungi Tokyo untuk memberikan masukan teknis kepada tim bulu tangkis Indonesia yang sedang memusatkan latihan menjelang Asian Games Aichi-Nagoya. Dalam sesi latihan, Momota berinteraksi langsung dengan Alwi Farhan, Moh Zaki Ubaidillah, serta pemain senior Jonatan Christie. Ia memberikan evaluasi mengenai posisi kaki, pola serangan, dan strategi mental, yang dianggap sangat berharga oleh para pemain muda.
Alwi Farhan, yang akan debut di Asian Games 2026, mengaku terinspirasi oleh kesempatan bermain bersama Momota. “Kami tahu Kento Momota sesuperior apa dulu. Jadi, bisa bermain bareng pastinya senang dan sebuah kehormatan,” ujarnya dalam wawancara. Moh Zaki Ubaidillah juga menyebutkan bahwa Momota memberikan masukan langsung tentang cara mengatasi tekanan pada pertandingan penting.
Karier Momota sendiri dimulai sejak usia dini di Prefektur Kagawa, Jepang. Lahir pada 1 September 1994, ia menonjol sejak sekolah dasar dan menjadi juara nasional pada tahun 2007. Puncak prestasinya meliputi gelar juara dunia, medali emas Olimpiade Tokyo 2020, serta dominasi di turnamen Super 1000. Namun, cedera pada 2020 sempat menurunkan performanya, menjadikannya lebih fokus pada peran mentor.
Berikut rangkuman singkat pencapaian Momota:
- Juara Dunia Bulu Tangkis 2018 (Men’s Singles)
- Medali Emas Olimpiade Tokyo 2020
- Juara Super 1000: All England 2019, Denmark Open 2019
- Finalis Piala Sudirman 2021 bersama Tim Jepang
Pengalaman internasional Momota memberi nilai tambah bagi tim Indonesia, terutama dalam menghadapi lawan-lawan kuat seperti Lee Zii Jia atau pemain China. Sesi latihan di Tokyo juga menjadi ajang pertukaran taktik antara dua negara bulu tangkis terkuat, memperkaya strategi tim Indonesia menjelang kompetisi multinasional.
Selain bimbingan teknis, Momota juga menekankan pentingnya mentalitas juara. Ia menuturkan bahwa konsistensi dalam latihan, disiplin pola makan, dan kemampuan bangkit dari kegagalan merupakan kunci keberhasilan. Pendekatan ini selaras dengan program persiapan PBSI yang menekankan kebugaran fisik dan psikologis para atlet.
Persiapan tim Indonesia untuk Asian Games 2026 kini memasuki fase akhir. Dengan dukungan Momota, Alwi Farhan, dan rekan-rekannya, harapan besar ditempatkan pada medali bulu tangkis, mengingat sejarah Indonesia yang telah mengumpulkan 11 gelar di Piala Sudirman dan 5 gelar emas Asian Games.
Jika momentum ini terus terjaga, Asian Games 2026 dapat menjadi panggung kebangkitan kembali Indonesia di level Asia, sekaligus menegaskan posisi Kento Momota sebagai figur legendaris yang tak hanya mencetak prestasi pribadi, tetapi juga menularkan semangat juara kepada generasi berikutnya.

