Rangers Gagal di Europa Conference League, Menambah Deretan Kegagalan Skotlandia di Panggung Eropa
Ule.co.id – Rangers tersingkir dari europa conference league setelah kalah dramatis melawan Jablonec dalam laga play-off, menambah deretan kegagalan klub Skotlandia di kompetisi Eropa musim ini. Kegagalan ini menandai pertama kalinya tim asal Glasgow absen dari ajang Eropa sejak 2017, memicu sorotan tajam media dan kritik publik.
Pertandingan pertama di Liberec, Republik Ceko, berakhir dengan keunggulan Rangers 1-0 berkat gol tunggal di babak pertama. Namun, di laga balik yang berlangsung di Stadion Ibrox, Jablonec berhasil membalikkan keadaan dengan skor 1-0, memaksa kedua tim menempuh adu penalti. Dalam sesi tembakan penalti, Rangers kalah 4-3, menutup mimpi mereka melaju ke fase grup europa conference league.
Manajer Rangers, Derek McInnes, mengaku sangat malu dengan hasil tersebut. “Saya sangat embarrassed, kami seharusnya memenangkan tie ini,” ujarnya dalam konferensi pers pasca pertandingan. McInnes menegaskan bahwa tanggung jawab penuh ada di pundaknya, meski ia juga menyoroti kurangnya konsistensi pemain dalam mengeksekusi peluang.
Sebelum kegagalan melawan Jablonec, Rangers sempat mengalami nasib sial di kualifikasi Europa League, tersingkir oleh Jagiellonia Bialystok dari Polandia. Kegagalan beruntun ini memperparah tekanan pada McInnes, yang masih berada di musim pertamanya memimpin tim. “Kami memiliki waktu cukup untuk mengeksekusi, namun kami gagal,” tambahnya, menambahkan rasa frustrasi atas peluang yang terlewat.
Di sisi lain, rival sekutu Skotlandia, Celtic, juga mengalami nasib serupa. Setelah unggul 4-0 secara agregat melawan LASK pada babak kedua kualifikasi Champions League, Celtic kebobolan lima gol tanpa balas, termasuk gol penentu di perpanjangan waktu, dan harus menelan kegagalan di panggung Eropa untuk tahun kedua berturut-turut.
Kegagalan beruntun kedua klub terbesar Skotlandia menimbulkan pertanyaan tentang daya saing liga domestik di kancah internasional. Analis sepak bola menilai bahwa perbedaan kualitas taktik, kedalaman skuad, dan pengalaman di kompetisi Eropa menjadi faktor utama. Mereka menekankan perlunya investasi pada akademi pemain muda serta penambahan pemain berpengalaman untuk menutup kesenjangan.
Meski hasilnya mengecewakan, Rangers tetap optimis untuk kembali ke kompetisi Eropa musim depan. McInnes menegaskan bahwa tim akan memperbaiki kelemahan, terutama dalam mengelola tekanan pada laga penting. “Kami akan belajar dari kesalahan ini dan kembali lebih kuat,” pungkasnya. Sementara itu, para pendukung Rangers berharap klub dapat kembali menorehkan prestasi di panggung internasional, mengingat sejarah gemilang mereka pada era awal 2000-an.

