analitik

Torino Transfer: Rodriguez Kembali dan Gineitis Gagal ke Celtic Menjelang Deadline

Ule.co.id – Torino kembali menjadi sorotan pasar transfer setelah mengumumkan dua pergerakan penting yang menambah dinamika Serie A dan liga Skotlandia. Di satu sisi, klub Italia ini menyambut kembali bek kiri berpengalaman, Ricardo Rodriguez, yang kini berstatus bebas transfer setelah kontraknya dengan Real Betis berakhir. Di sisi lain, upaya Celtic untuk menggaet gelandang muda Torino, Gvidas Gineitis, mengalami kegagalan di menit-menit terakhir menjelang batas waktu pendaftaran skuad Liga Europa.

Direktur Olahraga Torino, Gianluca Petrachi, menegaskan bahwa kembalinya Rodriguez merupakan langkah strategis untuk memperkuat sisi kiri pertahanan. Pemain berusia 34 tahun tersebut pernah mengenakan jersey Torino selama empat musim, mencatat 129 penampilan di semua kompetisi antara 2020 hingga 2024. Setelah menghabiskan satu musim di Real Betis, Rodriguez kembali ke Italia dengan kontrak empat tahun, meskipun masih harus melewati pemeriksaan medis. “Kami sangat senang bisa menyambut kembali seorang pemain yang memahami budaya klub dan memiliki pengalaman internasional yang luas,” ujar Petrachi dalam konferensi pers.

Baca juga:
Juventus Pastikan Kedatangan Pape Matar Sarr, Gelandang Muda Tottenham, dengan Pinjaman dan Opsi Beli Besar

Rodriguez, yang juga kapten timnas Swiss dengan 144 caps, sebelumnya sempat bermain untuk Wolfsburg, Milan, dan PSV sebelum kembali ke Torino. Pada musim pertamanya bersama klub, ia tampil 16 kali di Serie A, kebanyakan sebagai bek kiri, namun juga pernah mengisi posisi bek tengah. Kehadirannya diharapkan dapat menambah kestabilan lini belakang Torino, terutama setelah tim berakhir di posisi ke-17 pada musim 2022/23 dan berjuang keras untuk mengamankan keselamatan di pekan-pekannya.

Sementara itu, di luar Italia, Celtic berusaha keras menambah kedalaman skuad mereka menjelang batas waktu pendaftaran pemain Liga Europa. Gvidas Gineitis, gelandang berusia 22 tahun asal Lituania, menjadi incaran utama klub Skotlandia sejak Januari lalu. Celtic sempat mengajukan tawaran sekitar €10 juta kepada Torino setelah tawaran pertama €7 juta ditolak. Negosiasi terus berlanjut, bahkan laporan menyebut Celtic bersedia menambahkan bonus dan klausul tambahan untuk menutup kesenjangan nilai.

Namun, pada hari terakhir pasar transfer Italia, sebuah tawaran terakhir dari Celtic tidak dapat disepakati. Menurut sumber internal Torino, klub menolak proposal terakhir karena tidak memenuhi ekspektasi nilai jual pemain muda tersebut. Akhirnya, pada jam-jam menjelang batas waktu UEFA untuk pendaftaran skuad Liga Europa, kesepakatan tersebut “collapses” dan Gineitis tetap berada di Turin. Ignazio Abate, manajer Torino, menyatakan bahwa ia tidak mengharapkan perubahan signifikan pada skuad setelah batas waktu Serie A berakhir, namun menegaskan bahwa fokus tetap pada persiapan akhir musim.

Keputusan Torino untuk menahan Gineitis mencerminkan strategi jangka panjang klub dalam mengembangkan talenta muda. Gineitis sendiri baru saja tampil sebagai starter dalam pertandingan Coppa Italia melawan Monza, menunjukkan bahwa ia sudah mendapatkan kepercayaan dari pelatih. Di sisi lain, Celtic kini harus mencari alternatif lain untuk memperkuat lini tengah mereka sebelum batas akhir pendaftaran pada 3 September.

Baca juga:
Udinese Bersinar di Coppa Italia, Rumor Transfer ke Crystal Palace, dan Tantangan Melawan Inter Milan September 2026

Pergerakan ini menyoroti dinamika pasar transfer yang semakin kompetitif di Eropa. Klub-klub besar tidak hanya bersaing di level domestik, tetapi juga harus memperhitungkan kebutuhan skuad untuk kompetisi internasional. Kembalinya Rodriguez ke Torino memberikan contoh bagaimana klub dapat memanfaatkan kebebasan transfer untuk mengisi posisi kritis tanpa harus mengeluarkan biaya transfer yang tinggi. Sementara itu, kegagalan Celtic mengamankan Gineitis menegaskan bahwa negosiasi yang melibatkan banyak pihak, termasuk agen, klub penjual, dan regulasi UEFA, dapat berakhir dengan hasil yang tidak terduga.

Dengan Rodriguez kembali, Torino berharap dapat meningkatkan performa mereka di liga domestik dan mengembalikan semangat kompetitif. Di sisi lain, Celtic harus segera menilai kembali target transfer mereka, mengingat jadwal kompetisi Liga Europa yang semakin dekat. Kedua klub kini berada di persimpangan penting, menanti hasil akhir musim dan peluang berikutnya di pasar transfer musim depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *