GWM Rombak Strategi Ora 5, Hadirkan Varian Hybrid dan Mesin Bensin di Beijing Auto Show 2026
JAKARTA, Ule.co.id – Great Wall Motor (GWM) membuat langkah agresif di Beijing Auto Show 2026 dengan meluncurkan varian baru Ora 5. Jika sebelumnya model ini dikenal sebagai mobil listrik murni, kini Ora 5 berevolusi menjadi lini produk multi-powertrain—hadir dalam versi hybrid (HEV) dan mesin pembakaran internal (ICE).
Pameran otomotif yang berlangsung pada 24 April hingga 3 Mei 2026 di Beijing ini menjadi panggung penting bagi GWM untuk memperluas jangkauan pasar Ora 5, terutama bagi konsumen yang belum sepenuhnya beralih ke kendaraan listrik.
Dari Full Listrik ke Multi-Powertrain
Strategi ini jelas: GWM tidak lagi “all-in” di EV untuk Ora 5. Dengan menambahkan opsi hybrid dan bensin, pabrikan China tersebut membuka pintu bagi segmen pasar yang lebih luas—mulai dari pengguna yang mencari efisiensi bahan bakar hingga yang masih mempertimbangkan infrastruktur pengisian daya.
Varian baru ini dibanderol mulai 69.800 yuan hingga 89.800 yuan (sekitar Rp176 juta–Rp226 juta), lebih terjangkau dibanding versi listrik murni yang dijual hingga 123.800 yuan (sekitar Rp312 juta).
Desain Tetap, DNA “Imut” Dipertahankan
Menariknya, GWM tidak mengubah identitas visual Ora 5. Desain eksterior dan interior tetap mempertahankan karakter khasnya yang membulat dan “friendly”—gaya yang selama ini menjadi daya tarik utama model ini, terutama di kalangan pengguna urban.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa GWM lebih fokus pada diversifikasi teknologi ketimbang melakukan redesign besar-besaran.
Performa Varian ICE: Turbo dan Efisien
Untuk varian mesin bensin, Ora 5 dibekali mesin 1.5 liter turbo empat silinder dengan teknologi Variable Geometry Turbo (VGT). Mesin ini mampu menghasilkan tenaga 135 kW (181 hp) dan dipadukan dengan transmisi dual-clutch (DCT) 7-percepatan.
Dari sisi performa, mobil ini mampu berakselerasi dari 0–100 km/jam dalam 8,9 detik, dengan kecepatan maksimum mencapai 190 km/jam. Konsumsi bahan bakarnya tercatat 6,4 liter per 100 km (standar WLTC)—angka yang cukup kompetitif di kelasnya.
Varian Hybrid: Lebih Kencang, Lebih Irit
Sementara itu, varian hybrid (HEV) menawarkan kombinasi mesin 1.5 liter turbo dengan motor listrik depan. Total tenaga sistem mencapai 166 kW (223 hp), disalurkan melalui transmisi hybrid dua percepatan.
Hasilnya? Akselerasi lebih cepat, yakni 0–100 km/jam dalam 7,7 detik, dengan konsumsi bahan bakar lebih hemat di angka 4,5 liter per 100 km.
Namun perlu dicatat, Ora 5 HEV bukan plug-in hybrid. Artinya, kendaraan ini tidak memiliki port pengisian daya eksternal dan mengandalkan sistem self-charging. Baterainya menggunakan teknologi lithium ternary NMC dari Svolt, meski kapasitas pastinya belum diungkap.
Fitur Canggih: Coffee Pilot 3 dan LiDAR
Di sektor teknologi, Ora 5 menjadi model pertama GWM yang dibekali sistem bantuan berkendara Coffee Pilot 3 OS dengan kemampuan Level 2. Sistem ini sudah mendukung fitur Navigate on Autopilot (NOA), yang memungkinkan kendaraan mengikuti rute navigasi secara semi-otomatis.
Yang cukup mencuri perhatian, GWM mengklaim Ora 5 sebagai mobil termurah di China yang menawarkan sensor LiDAR—meski fitur ini bersifat opsional.
Dimensi dan Konstruksi
Secara dimensi, Ora 5 memiliki panjang 4.471 mm, lebar 1.833 mm, tinggi 1.641 mm, dan wheelbase 2.720 mm. Bobot kendaraan bervariasi antara 1.440 hingga 1.665 kg tergantung varian.
Untuk kenyamanan dan stabilitas, mobil ini menggunakan suspensi depan MacPherson dan belakang multi-link—konfigurasi yang umum di segmen kompak premium.
Sinyal Pergeseran Strategi Industri
Langkah GWM ini menarik untuk dicermati. Di saat banyak produsen fokus penuh pada elektrifikasi, Ora 5 justru hadir dengan pendekatan “fleksibel”: memberi konsumen pilihan, bukan memaksa transisi.
Dengan harga yang kompetitif, fitur canggih seperti LiDAR, dan opsi powertrain yang beragam, Ora 5 berpotensi menjadi pemain kunci di pasar otomotif China—dan mungkin, jika ekspansi berlanjut, di pasar global.
Satu hal yang jelas: di era transisi energi seperti sekarang, pabrikan yang paling adaptif biasanya yang paling bertahan. Dan GWM tampaknya paham betul permainan ini.

