Rekor Partisipasi OMI Kemenag 2026: 1.045 Talenta Madrasah Pekanbaru Siap Bersaing Nasional
Ule.co.id – Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Kemenag 2026 resmi digelar di Pekanbaru, menandai tercapainya rekor partisipasi dengan 1.045 siswa dari 144 satuan pendidikan. Acara yang dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Pekanbaru, H. Syahrul Mauludi, mengusung tema “Islam, Sains, dan Ekologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju” menjadi sorotan utama dalam upaya mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan nilai keagamaan.
Pembukaan berlangsung di Pondok Pesantren Dar El Hikmah, Pekanbaru, dengan kehadiran lebih dari 2.800 peserta, termasuk 1.112 murid dan pembina olimpiade, 1.500 santri, serta perwakilan kepala madrasah, pengawas, dan tamu undangan. Upacara diawali pemukulan rebana secara simbolis, diikuti pelepasan balon, paduan suara “Gerak Meraih Kemenangan”, dan tarian massal yang melibatkan lebih dari 200 santri, menciptakan suasana semarak dan kebersamaan.
Menurut H. Syahrul Mauludi, OMI bukan sekadar kompetisi tahunan, melainkan wahana pembentukan karakter saintifik yang beretika. Ia menekankan, “Kemenangan merupakan hasil sampingan. Fokus utama kami adalah mendidik peserta untuk menghargai proses, menjunjung sportivitas, dan menginternalisasi nilai keilmuan secara substansial.” Pernyataan ini menegaskan komitmen Kemenag dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Ketua Komite OMI 2026 sekaligus Plt. Kasi Pendidikan Madrasah, H. Zulfa Hendri, menjelaskan bahwa seleksi akan dilaksanakan secara serentak di tiga lokasi strategis: Pondok Pesantren Dar El Hikmah, MAN 1 Pekanbaru, dan MAN 2 Pekanbaru pada 7–9 September 2026. Seluruh proses ujian menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) untuk memastikan akuntabilitas, transparansi, dan validitas hasil. Dari 11 bidang studi yang diperlombakan, tiga peserta terbaik tiap bidang akan diumumkan pada 14 September, dengan penghargaan akhir pada 16 September.
Berikut adalah rangkaian kompetisi yang diikuti oleh peserta OMI 2026:
- SMA/MA Sederajat: Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, Geografi Terintegrasi
- SMP/MTs Sederajat: Matematika, IPA, IPS Terintegrasi
- SD/MI Sederajat: Matematika, IPAS Terintegrasi
Komposisi peserta menunjukkan tingginya komitmen institusional madrasah di Kota Pekanbaru dalam memperkuat tradisi akademik. Dengan 37 sekolah pada jenjang SMA/MA, 57 sekolah SMP/MTs, dan 50 sekolah SD/MI, OMI 2026 berhasil menggaet talenta terbaik yang diharapkan dapat mewakili kota pada tingkat provinsi Riau dan selanjutnya pada kompetisi nasional.
Pihak Pemerintah Kota Pekanbaru juga memberikan dukungan penuh. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Indra Maulana, menyatakan komitmen pemerintah untuk terus mengawal dan memperkuat peserta terpilih hingga ke tingkat nasional. “Kami siap menyediakan fasilitas dan pendampingan yang diperlukan agar generasi madrasah kita dapat bersaing di panggung yang lebih luas,” ujar Indra.
Pimpinan Pondok Pesantren Dar El Hikmah, Amran Suardi, mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan. “Selama 35 tahun kami mendidik santri, kehadiran OMI di Dar El Hikmah menjadi kebanggaan tersendiri. Kami berharap acara ini dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah dan kolaborasi antar madrasah,” kata Amran.
Keberhasilan OMI Kemenag 2026 dalam menjaring 1.045 peserta tidak lepas dari sinergi antara Kemenag, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan. Dengan tema yang menekankan integrasi Islam, sains, dan ekologi, OMI berpotensi menjadi katalisator inovasi pendidikan madrasah di Indonesia. Diharapkan, para peserta tidak hanya memperoleh penghargaan, tetapi juga menginternalisasi semangat penelitian dan kepedulian lingkungan yang selaras dengan nilai-nilai keagamaan.
Seiring dengan pelaksanaan seleksi dan tahapan selanjutnya, harapan besar tertuju pada tiga delegasi terbaik yang akan mewakili Kota Pekanbaru pada OMI tingkat provinsi Riau. Jika berhasil, mereka akan melanjutkan perjuangan ke tingkat nasional, memperlihatkan bahwa madrasah Indonesia mampu berkompetisi secara ilmiah dan etis di panggung global.

