analitik

Bahaya Konsumsi Obat Sembarangan, Legislator Barut Ingatkan Risiko pada Hati dan Ginjal

MUARA TEWEH, Ule.co.id – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara (Barut), Taufik Nugraha, mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan obat-obatan tanpa konsultasi dengan tenaga kesehatan. Menurutnya, bahaya konsumsi obat sembarangan masih sering diabaikan, padahal dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan, termasuk gangguan pada organ hati dan ginjal.

Pernyataan tersebut disampaikan Taufik sebagai respons terhadap masih rendahnya pemahaman sebagian masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman dan sesuai aturan. Ia menilai edukasi terkait bahaya konsumsi obat perlu terus ditingkatkan agar masyarakat tidak menganggap obat sebagai solusi yang bisa digunakan secara bebas tanpa memperhatikan dosis maupun efek samping.

Baca juga:

DPRD Minta Edukasi Penggunaan Obat Lebih Masif

Taufik meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, khususnya Dinas Kesehatan, untuk lebih aktif melakukan sosialisasi mengenai penggunaan obat yang benar.

Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang memadai mengenai cara penggunaan obat, dosis yang tepat, hingga risiko yang dapat muncul apabila obat digunakan secara berlebihan atau tanpa petunjuk tenaga medis.

“Kesadaran masyarakat mengenai penggunaan obat yang benar perlu terus ditingkatkan. Jangan sampai masyarakat mengonsumsi obat secara berlebihan atau tanpa memahami dosis dan efek sampingnya. Karena jika digunakan tidak sesuai aturan, tentu dapat berdampak buruk bagi kesehatan,” kata Taufik Nugraha di Muara Teweh, Selasa.

Ia menegaskan bahwa bahaya konsumsi obat sembarangan tidak boleh dianggap sepele karena dampaknya bisa muncul dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Obat Memiliki Aturan Pakai dan Risiko Efek Samping

Taufik menjelaskan bahwa setiap jenis obat memiliki aturan penggunaan yang berbeda. Karena itu, masyarakat harus memahami bahwa obat tidak boleh dikonsumsi secara sembarangan hanya karena dianggap mampu meredakan gejala penyakit tertentu.

Menurutnya, penggunaan obat yang tidak sesuai dosis dapat meningkatkan risiko munculnya efek samping yang tidak diinginkan. Bahkan, dalam kondisi tertentu, penggunaan obat secara berlebihan dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh.

Ia menilai edukasi mengenai bahaya konsumsi obat perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat memahami pentingnya mengikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan maupun anjuran dari tenaga kesehatan.

“Setiap obat memiliki aturan pakai, dosis, dan potensi risiko apabila digunakan secara tidak tepat atau dalam jangka waktu yang panjang,” ujarnya.

Peran Dinas Kesehatan dan Tenaga Farmasi Sangat Penting

Dalam upaya meningkatkan pemahaman masyarakat, Taufik menilai Dinas Kesehatan, puskesmas, rumah sakit, serta tenaga farmasi memiliki peran yang sangat penting.

Ia berharap berbagai institusi kesehatan dapat lebih aktif memberikan penyuluhan langsung kepada masyarakat, baik melalui kegiatan tatap muka maupun pemanfaatan platform digital.

Baca juga:

Menurutnya, kampanye mengenai bahaya konsumsi obat sembarangan juga dapat dilakukan melalui media sosial, media informasi publik, hingga kegiatan edukasi di tingkat desa dan kelurahan.

Dengan semakin luasnya akses informasi, masyarakat diharapkan lebih mudah memahami pentingnya penggunaan obat secara aman dan bertanggung jawab.

Masyarakat Diminta Selalu Membaca Aturan Pakai

Selain meningkatkan sosialisasi, Taufik juga mengimbau masyarakat agar lebih disiplin dalam membaca aturan penggunaan obat sebelum mengonsumsinya.

Hal sederhana seperti memperhatikan dosis, waktu konsumsi, dan peringatan yang tercantum pada kemasan obat dinilai dapat membantu mengurangi risiko kesalahan penggunaan.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak ragu berkonsultasi dengan dokter atau apoteker apabila mengalami keluhan kesehatan tertentu.

“Kami berharap OPD terkait dapat lebih aktif turun ke masyarakat memberikan sosialisasi mengenai penggunaan obat yang aman. Masyarakat perlu diedukasi agar selalu membaca aturan pakai, memperhatikan dosis yang dianjurkan, dan berkonsultasi dengan dokter atau apoteker apabila memiliki keluhan kesehatan tertentu,” katanya.

Risiko pada Hati dan Ginjal

Salah satu alasan penting mengapa bahaya konsumsi obat perlu menjadi perhatian adalah potensi dampaknya terhadap organ vital tubuh.

Taufik menjelaskan bahwa penggunaan obat yang tidak sesuai aturan dapat meningkatkan beban kerja organ hati dan ginjal. Kedua organ tersebut memiliki fungsi penting dalam memproses dan membuang zat-zat yang masuk ke dalam tubuh, termasuk kandungan obat.

Jika digunakan secara berlebihan atau dalam jangka panjang tanpa pengawasan medis, obat tertentu dapat memicu gangguan kesehatan yang serius.

Karena itu, masyarakat diminta untuk tidak menjadikan obat sebagai konsumsi rutin tanpa dasar medis yang jelas.

Baca juga:

Jangan Jadikan Obat sebagai Solusi Instan

Taufik juga menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat yang cenderung langsung mengonsumsi obat ketika mengalami keluhan kesehatan ringan.

Menurutnya, pola pikir tersebut perlu diubah melalui edukasi yang tepat. Masyarakat harus memahami bahwa menjaga kesehatan tidak hanya bergantung pada obat-obatan, tetapi juga pada penerapan pola hidup sehat.

Ia menilai upaya pencegahan penyakit melalui pola makan seimbang, aktivitas fisik yang cukup, dan pemeriksaan kesehatan berkala jauh lebih efektif dalam jangka panjang.

“Yang terpenting adalah membangun kesadaran masyarakat bahwa kesehatan harus dijaga dengan pola hidup sehat dan pemeriksaan medis yang tepat. Jangan mudah mengonsumsi obat tanpa petunjuk tenaga kesehatan, karena penggunaan yang tidak sesuai dapat menimbulkan risiko bagi organ tubuh, termasuk hati dan ginjal,” tegasnya.

Edukasi Berkelanjutan Jadi Kunci

Menurut Taufik, peningkatan literasi kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama. Edukasi mengenai bahaya konsumsi obat sembarangan perlu dilakukan secara konsisten agar masyarakat semakin memahami pentingnya penggunaan obat yang bijak.

Melalui kerja sama antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, tenaga medis, dan masyarakat, diharapkan kesadaran mengenai penggunaan obat yang aman dapat terus meningkat.

Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat tidak hanya terhindar dari risiko efek samping obat, tetapi juga dapat menjaga kesehatan diri dan keluarga secara lebih optimal.

Perhatian terhadap bahaya konsumsi obat menjadi langkah penting untuk mencegah berbagai masalah kesehatan yang dapat muncul akibat penggunaan obat tanpa pengawasan atau tanpa mengikuti aturan yang telah ditetapkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *