analitik

BEM UI Kritik MBG and KDMP, Ganti Kepala BGN Belum Jadi Solusi, Bakom: ke Sekolah dalam Kondisi Lapar – Mahasiswa Tuntut Aksi Pemerintah

Ule.co.idBEM UI Kritik MBG and KDMP,Ganti Kepala BGN Belum jadi Solusi,Bakom: ke Sekolah dalam Kondisi Lapar [titlebase] menjadi sorotan utama setelah aksi mahasiswa di Bundaran Hotel Indonesia pada 12 Juni 2026. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) masih jauh dari harapan, sementara pergantian kepala Badan Gizi Nasional (BGN) belum menyelesaikan permasalahan struktural yang ada.

Perwakilan BEM UI, Alexander Farrel, menyampaikan bahwa pemerintah belum melakukan pilot project yang memadai sebelum meluncurkan MBG dan KDMP secara nasional. “Kepala BGN sudah diganti tiga kali dalam waktu singkat, bahkan Ibu Nanik hanya menjabat kurang dari dua bulan. Ini menandakan adanya masalah struktural dalam implementasi program,” ujarnya dalam wawancara dengan kanal KompasTV.

Baca juga:
Jalan Sudirman Puruk Cahu Rusak Parah, DPRD Kalteng Minta Segera Dianggarkan pada 2027

Mahasiswa menyoroti bahwa alokasi anggaran APBN untuk MBG dan KDMP dapat mengurangi dana yang seharusnya dialokasikan untuk pendidikan dan layanan kesehatan. Mereka menuntut evaluasi menyeluruh dan transparansi penggunaan dana, serta penundaan pelaksanaan skala besar sampai perencanaan matang.

Di sisi lain, Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra, yang sempat menitikkan air mata saat berhadapan dengan aparat, menegaskan dua tuntutan utama yang harus segera dipenuhi pemerintah: evaluasi program MBG yang berpotensi menyelamatkan nyawa anak-anak, serta penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur yang masih memprihatinkan. “Pemerintah harus belajar dari kegagalan penanganan bencana di Aceh, proses rehabilitasi yang masih berlarut,” kata Fathimah dalam konferensi pers pasca aksi.

Selain menuntut perbaikan kebijakan, BEM UI juga menyoroti kondisi di daerah terpencil dimana anak-anak masih harus berangkat ke sekolah dengan perut kosong. “Bakom: ke Sekolah dalam Kondisi Lapar” menjadi realita yang tak boleh diabaikan. Mahasiswa menuntut pemerintah untuk memastikan program gizi sekolah berjalan efektif sebelum memperluas cakupan MBG ke seluruh wilayah.

Reaksi pemerintah menekankan bahwa kritik mahasiswa dapat dipahami, namun mereka meminta agar penilaian terhadap MBG dan KDMP dipisahkan antara fakta lapangan dan persepsi publik. Pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan akan meninjau kembali mekanisme distribusi makanan bergizi, sementara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan bahwa KDMP masih dalam tahap evaluasi.

Baca juga:
Wakil Bupati Felix Lanjutkan Kaji Tirmu ke Kulon Progo untuk Perkuat Tata Kelola Pemerintahan

Para pengamat politik menilai bahwa pergantian kepala BGN yang terjadi tiga kali dalam setahun menandakan ketidakstabilan kebijakan yang dapat memengaruhi kepercayaan publik. Mereka menyarankan agar pemerintah membentuk tim independen yang terdiri dari akademisi, praktisi gizi, dan perwakilan mahasiswa untuk merumuskan kebijakan berbasis data.

Demonstrasi BEM UI berakhir dengan aman meski tidak mencapai tujuan akhir di Bundaran HI. Seluruh aksi berlangsung damai, namun ketegangan antara mahasiswa dan aparat tetap terasa. Selama aksi, mahasiswa mengangkat spanduk berisi slogan “MBG Harus Evaluasi, KDMP Dihentikan” serta “Pendidikan Gratis, Gizi Terjamin”.

Ke depan, BEM UI berencana mengadakan aksi lanjutan setelah evaluasi internal selesai. Mereka berharap pemerintah dapat merespons tuntutan dengan cepat, khususnya terkait program MBG yang menjadi fokus utama. Jika tidak, aksi mahasiswa diprediksi akan berlanjut dengan intensitas yang lebih tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *