Dilantik Jadi Kepala BKAD Kalteng, dr Suyuti Syamsul Siap Wujudkan Efisiensi Anggaran Daerah
PALANGKA RAYA,Ule.co.id – Kepala BKAD Kalteng yang baru, dr. H. Suyuti Syamsul, menyatakan siap mengemban amanah untuk memimpin Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Kalimantan Tengah setelah resmi dilantik Gubernur H. Agustiar Sabran dalam perombakan pejabat eselon II, Kamis (25/6/2026).
Mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah itu menegaskan bahwa sebagai aparatur sipil negara (ASN), dirinya siap ditempatkan di mana pun sesuai kebutuhan organisasi dan keputusan pimpinan.
“Sebagai ASN, ditempatkan di mana saja merupakan perintah pimpinan. Saya yakin pimpinan memiliki pertimbangan yang komprehensif ketika menunjuk seseorang pada sebuah jabatan,” ujar Suyuti.
Meski dikenal berlatar belakang sebagai dokter, Kepala BKAD Kalteng yang baru itu mengaku telah memiliki pengalaman panjang di bidang keuangan. Selama hampir 20 tahun, ia aktif sebagai investor di pasar modal sehingga terbiasa mempelajari kebijakan fiskal, kebijakan moneter, prospek ekonomi, hingga menganalisis laporan keuangan.
“Saya memang dokter, tetapi bukan berarti tidak memiliki pengetahuan mengenai keuangan. Hampir 20 tahun saya menjadi investor sehingga membaca laporan keuangan, kebijakan fiskal maupun moneter sudah menjadi hal yang biasa,” katanya.
Selain pengalaman sebagai investor, Suyuti juga mengandalkan rekam jejaknya dalam memimpin Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) selama belasan tahun. Menurutnya, pengelolaan keuangan BLUD memiliki banyak kesamaan dengan tata kelola keuangan pemerintah daerah karena sama-sama mengutamakan akuntabilitas dan efisiensi.
Ia mengatakan pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas sebagai Kepala BKAD Kalteng, terutama untuk mengelola anggaran daerah di tengah tantangan keterbatasan fiskal.
“BLUD itu pada prinsipnya mengelola keuangan sendiri. Dari pengalaman itu, insya Allah kami akan berupaya mengelola keuangan daerah sesuai arahan Bapak Gubernur, terutama bagaimana melakukan efisiensi anggaran di tengah keterbatasan fiskal,” ungkapnya.
Suyuti menegaskan setiap rupiah anggaran daerah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, belanja pemerintah harus diarahkan pada program-program yang mampu menggerakkan perekonomian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Yang paling penting adalah memastikan setiap satu rupiah uang daerah dipergunakan untuk kepentingan masyarakat. Belanja pemerintah harus mampu mengungkit pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung,” tegasnya.
Sebagai langkah awal setelah dilantik, Kepala BKAD Kalteng akan mempelajari seluruh regulasi, tugas pokok, dan fungsi BKAD, termasuk peran strategis sebagai Bendahara Umum Daerah agar proses transisi kepemimpinan berjalan optimal.
“Saya akan segera mempelajari seluruh regulasi dan tugas pokok BKAD, termasuk fungsi sebagai Bendahara Umum Daerah,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai gaya kepemimpinan yang akan diterapkan, Suyuti mengaku lebih memilih pendekatan yang mengedepankan prinsip kehati-hatian seperti yang selama ini diterapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani.
“Kalau pendekatan saya justru lebih ke Sri Mulyani, lebih prudensial dan mengedepankan kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan,” katanya.
Di sisi lain, ia mengungkapkan masih menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas Direktur RSUD Doris Sylvanus hingga pemerintah menetapkan pejabat definitif melalui mekanisme seleksi terbuka.
Suyuti juga menyampaikan keyakinannya bahwa sektor kesehatan di Kalimantan Tengah telah memiliki fondasi yang kuat untuk terus berkembang. Selama memimpin Dinas Kesehatan, sejumlah indikator kesehatan masyarakat menunjukkan tren positif.
Ia menyebut usia harapan hidup masyarakat Kalimantan Tengah meningkat dari sekitar 69 tahun menjadi 73,7 tahun. Selain itu, angka kematian ibu dan bayi juga berhasil ditekan hingga berada di bawah rata-rata nasional.
Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga berhasil meraih status Universal Health Coverage (UHC), yang memastikan seluruh masyarakat telah terlindungi dalam program Jaminan Kesehatan Nasional melalui BPJS Kesehatan.
Dengan pengalaman di bidang kesehatan, pengelolaan BLUD, serta hampir dua dekade berkecimpung di pasar modal, Kepala BKAD Kalteng optimistis mampu menjalankan amanah baru untuk mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang lebih efisien, akuntabel, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kalimantan Tengah.

