Pemberdayaan Perempuan Kunci Utama Atasi Kekerasan Anak

Jakarta, ule.co.id – Pemberdayaan perempuan menjadi strategi utama dalam upaya memutus rantai kekerasan yang menimpa perempuan dan anak di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) MPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, dalam sebuah forum dialog yang berlangsung di Gedung MPR RI, Jakarta. Menurut Eem, perempuan yang berdaya merupakan fondasi bagi keluarga yang kuat dan masyarakat yang sehat.

Ketika perempuan memiliki akses yang memadai terhadap pendidikan, ekonomi, serta kesempatan untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, potensi terjadinya kekerasan dapat diminimalisir secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa investasi pada perempuan adalah investasi untuk masa depan bangsa yang lebih aman dan sejahtera.

Tingginya Angka Kekerasan Perempuan dan Anak

Neng Eem menyoroti data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) yang menunjukkan ribuan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih terjadi setiap tahunnya. Berbagai bentuk kekerasan, mulai dari fisik, psikologis, seksual, hingga digital, terus menjadi ancaman serius. Realitas ini menggarisbawahi urgensi upaya pencegahan dan perlindungan yang harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.

Negara, dalam hal ini, tidak hanya diharapkan hadir melalui regulasi yang kuat, tetapi juga melalui penguatan sistem sosial yang secara efektif melindungi kelompok rentan ini. Situasi ini menuntut kolaborasi dari semua pihak untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak.

BACA JUGA: DPR Dukung Siaga 1 TNI: Komitmen Kuat Jaga Keamanan Nasional

Pendekatan Multisektoral dalam Penanganan Kekerasan

Untuk mengatasi permasalahan kekerasan yang kompleks ini, pendekatan multisektoral sangatlah esensial. Neng Eem menegaskan bahwa pemutusan mata rantai kekerasan tidak bisa hanya diemban oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi dan kolaborasi dari seluruh elemen bangsa, termasuk pemerintah, lembaga negara, organisasi masyarakat, dan media.

F-PKB MPR RI berkomitmen untuk terus mendorong penguatan nilai-nilai konstitusi yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, khususnya dalam perlindungan perempuan dan anak. Komitmen ini akan diwujudkan melalui serangkaian langkah strategis yang terkoordinasi.

Langkah Strategis F-PKB MPR RI

F-PKB MPR RI mengusulkan beberapa langkah strategis untuk memperkuat perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak:

  • Penguatan Kebijakan dan Regulasi: Mendorong pembentukan serta implementasi kebijakan dan regulasi yang lebih efektif untuk perlindungan perempuan dan anak.
  • Peningkatan Akses Pendidikan dan Literasi Kesetaraan Gender: Memastikan perempuan dan anak memiliki akses yang sama terhadap pendidikan serta meningkatkan pemahaman tentang kesetaraan gender di masyarakat.
  • Pemberdayaan Ekonomi Perempuan: Mendorong kemandirian ekonomi perempuan melalui program-program yang mendukung akses mereka terhadap sumber daya dan peluang bisnis.
  • Penguatan Perlindungan Berbasis Keluarga dan Komunitas: Membangun sistem perlindungan yang dimulai dari lingkup keluarga dan diperkuat oleh komunitas sekitar.
  • Kolaborasi Lintas Sektor: Membangun kerja sama yang erat antara pemerintah, lembaga negara, organisasi perempuan, dan media massa untuk kampanye serta implementasi program perlindungan.

Pemberdayaan perempuan tidak hanya sebuah jargon, melainkan sebuah kebutuhan mendesak dan strategi krusial untuk menciptakan masyarakat yang bebas dari kekerasan terhadap perempuan dan anak. Melalui langkah-langkah konkret dan kolaborasi yang solid, diharapkan Indonesia dapat mewujudkan lingkungan yang aman, adil, dan berkesetaraan bagi seluruh warganya, dimulai dari setiap keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *