analitik

Bezos Bawa Ambisi AI ke Dunia Fisik, Project Prometheus Sewa Pabrik Besar di Oakland

Ule.co.id – Bezos bawa ambisi AI ke dunia fisik, Project Prometheus sewa fasilitas manufaktur di Oakland [titlebase] menjadi sorotan utama setelah perusahaan AI yang dipimpin Jeff Bezos menandatangani perjanjian sewa 100.000 kaki persegi di kompleks American Steel, West Oakland. Langkah ini menandai transisi signifikan dari laboratorium digital ke lantai produksi nyata.

Fasilitas seluas hampir 9.300 meter persegi itu terletak di 1960 Mandela Parkway, sebuah kawasan yang mulai menarik minat investor teknologi dan manufaktur canggih. Menurut catatan properti yang diungkap San Francisco Business Times, perjanjian sewa berlangsung tanpa komentar resmi dari Prometheus maupun pemilik properti, sementara stasiun radio KALW melaporkan belum menerima respons apa pun.

Baca juga:
RAM DDR5 China Resmi Pakai Chip Lokal CXMT, Dominasi Samsung hingga Micron Mulai Terancam

Project Prometheus, yang didirikan pada November 2025 bersama Vik Bajaj, mengembangkan kecerdasan buatan yang tidak hanya memproses data digital, melainkan juga melakukan eksperimen fisik. Tujuannya adalah mempercepat siklus penemuan produk, mulai dari desain chip hingga pembuatan jet, baterai, panel surya, bahkan obat-obatan.

Dalam wawancara CNBC pada 11 Juni, Bezos menegaskan, “Apa yang mendorong kekayaan suatu bangsa? Penemuan. Kami ingin memperpendek jarak antara ide dan produk jadi.” Pernyataan itu memperkuat visi perusahaan untuk menciptakan apa yang disebutnya “artificial general engineer”, sebuah sistem AI yang belajar melalui uji coba di dunia nyata.

Artificial general engineer dirancang untuk melakukan iterasi cepat, mengurangi waktu pengembangan produk dari tahun menjadi bulan, bahkan minggu. Bezos menambahkan, “Kami ingin mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki sesuatu, dari gagasan hingga menjadi benda berguna.” Dengan fasilitas manufaktur baru, Prometheus dapat menguji prototipe secara langsung, mengintegrasikan umpan balik fisik ke dalam model AI.

Sejak peluncurannya, Prometheus telah merekrut lebih dari 120 insinyur dan ilmuwan dari Meta, OpenAI, dan DeepMind. Kantor pusat berlokasi di San Francisco, dengan cabang operasional di London dan Zurich, menandakan ambisi global perusahaan dalam menguasai apa yang mereka sebut “ekonomi fisik”.

  • Valuasi perusahaan: USD 41 miliar (≈ Rp732,3 triliun)
  • Pendanaan Seri B: USD 12 miliar (≈ Rp214,3 triliun)
  • Total pendanaan: lebih dari USD 18 miliar (≈ Rp322 triliun)
  • Modal awal: USD 6,2 miliar (≈ Rp110,7 triliun)

Prometheus memperkirakan pasar ekonomi fisik mencapai sekitar USD 70 triliun, meski angka tersebut bersifat proyeksi internal dan belum diverifikasi secara independen. Nilai tersebut mencerminkan potensi pertumbuhan dalam sektor manufaktur berteknologi tinggi, energi terbarukan, dan farmasi.

Baca juga:
Qualcomm Siapkan Chipset Murah untuk Melawan Perkembangan Industri Ponsel

Reaksi lokal di Oakland masih bersifat hati-hati. Pemerintah kota belum mengeluarkan pernyataan resmi, sementara komunitas bisnis menyambut peluang lapangan kerja baru dan peningkatan ekosistem inovasi. Namun, kekhawatiran tentang dampak lingkungan dan penggunaan lahan tetap menjadi topik diskusi.

Keberadaan Project Prometheus di Oakland memperkuat posisi wilayah Bay Area sebagai pusat inovasi yang menggabungkan kecerdasan buatan dengan produksi fisik. Jika berhasil, model ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain yang ingin mengintegrasikan AI ke dalam rantai nilai manufaktur tradisional.

Secara keseluruhan, langkah Bezos bawa ambisi AI ke dunia fisik, Project Prometheus sewa fasilitas manufaktur di Oakland [titlebase] menandai era baru di mana algoritma tidak hanya memprediksi, tetapi juga menciptakan produk secara langsung. Keberhasilan inisiatif ini akan menjadi tolok ukur penting bagi masa depan industri 4.0 di Amerika Serikat dan dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *