PALANGKA RAYA, Ule.co.id – Honor baterai 14.000 mAh menjadi perbincangan setelah muncul laporan bahwa perusahaan asal China tersebut tengah menguji teknologi baterai berkapasitas 12.000 mAh hingga 14.000 mAh untuk smartphone generasi berikutnya. Jika berhasil dipasarkan, kapasitas tersebut berpotensi menjadi salah satu yang terbesar yang pernah digunakan pada smartphone bergaya mainstream.
Laporan yang beredar menyebutkan proyek Honor baterai 14.000 mAh telah memasuki tahap New Product Introduction (NPI), yaitu fase awal dalam proses pengembangan produk sebelum masuk ke produksi massal. Meski demikian, Honor hingga kini belum memberikan konfirmasi resmi mengenai nama perangkat maupun jadwal peluncurannya.
Pengembangan ini menunjukkan Honor terus mendorong inovasi melalui teknologi silicon-carbon battery, yang memungkinkan kapasitas baterai meningkat signifikan tanpa membuat dimensi smartphone bertambah tebal.
Keunggulan utama pada proyek Honor baterai 14.000 mAh terletak pada penggunaan teknologi silicon-carbon. Berbeda dengan baterai lithium-ion konvensional yang menggunakan grafit sebagai material anoda, teknologi ini memanfaatkan kandungan silikon untuk menghasilkan kepadatan energi yang lebih tinggi.
Dengan kepadatan energi yang meningkat, produsen dapat menyematkan baterai berkapasitas jauh lebih besar ke dalam bodi smartphone yang tetap ramping. Teknologi ini kini menjadi fokus berbagai produsen smartphone asal China untuk meningkatkan daya tahan perangkat tanpa mengorbankan desain.
Honor sendiri sebelumnya telah memperkenalkan beberapa smartphone dengan baterai di atas 10.000 mAh di pasar China. Hal tersebut menjadi dasar bahwa perusahaan memiliki pengalaman dalam mengembangkan perangkat dengan kapasitas baterai besar.
Persaingan Smartphone Baterai Jumbo Makin Ketat
Tren kapasitas baterai smartphone terus meningkat sepanjang 2025 hingga 2026. Jika beberapa tahun lalu baterai 5.000 mAh menjadi standar industri, kini banyak produsen menghadirkan perangkat dengan kapasitas 6.000 mAh hingga lebih dari 7.000 mAh.
Di Indonesia, Realme menjadi salah satu produsen yang menghadirkan smartphone berkapasitas besar melalui Realme GT 7 yang dibekali baterai 7.000 mAh berbasis silicon-carbon. Perangkat tersebut juga didukung pengisian cepat 120W sehingga menawarkan kombinasi daya tahan dan kecepatan pengisian yang kompetitif.
Sementara itu, iQOO memasarkan iQOO Z10 dengan baterai 7.300 mAh, salah satu kapasitas terbesar yang tersedia secara resmi di pasar Indonesia. Smartphone ini menyasar pengguna yang membutuhkan daya tahan tinggi untuk bermain gim maupun aktivitas produktivitas.
Di segmen menengah, Oppo A5 Pro membawa baterai 6.000 mAh, sedangkan Vivo V50 Lite hadir dengan baterai 6.500 mAh. Infinix Hot 60 Pro+ juga menawarkan baterai 6.000 mAh dengan tetap mempertahankan desain yang relatif tipis.
Pada kelas flagship, Xiaomi, Vivo, dan Oppo juga mulai mengadopsi baterai silicon-carbon berkapasitas di atas 6.000 mAh untuk sejumlah model yang dipasarkan di Asia.
Berpotensi Menjadi Standar Baru
Apabila proyek Honor baterai 14.000 mAh berhasil mencapai tahap produksi massal, perangkat tersebut berpotensi menetapkan standar baru dalam industri smartphone. Kapasitas baterai yang jauh lebih besar dapat memberikan daya tahan berhari-hari dalam penggunaan normal, sekaligus menjawab kebutuhan pengguna yang semakin bergantung pada perangkat mobile.
Selain memperpanjang waktu penggunaan, teknologi silicon-carbon juga membuka peluang bagi produsen untuk terus meningkatkan kapasitas baterai tanpa harus membuat smartphone menjadi lebih tebal atau lebih berat.
Meski demikian, proyek Honor baterai 14.000 mAh masih berada pada tahap pengujian. Spesifikasi akhir, desain perangkat, maupun jadwal peluncurannya masih dapat berubah mengikuti proses pengembangan sebelum resmi diperkenalkan ke pasar.