analitik

Roco Kingdom Siap Debut Global: Closed Beta 27 Oktober 2026 Bawa Dunia Creature-Collector ke Semua Platform

Ule.co.id – Roco Kingdom menyiapkan peluncuran globalnya dengan mengumumkan fase closed beta yang akan dimulai pada 27 Oktober 2026, menandai langkah penting bagi game RPG open‑world yang menonjolkan konsep creature collecting. Dikembangkan oleh Morefun Studios dan didukung oleh Tencent, judul ini akan tersedia di PC, PlayStation 5, Xbox Series X|S, serta perangkat seluler iOS dan Android dengan dukungan cross‑platform.

Game ini mengajak pemain menjelajahi benua fiksi Carosia, sebuah dunia yang dipenuhi lebih dari 400 makhluk unik yang disebut Jinies. Setiap Jini memiliki karakteristik fisik, kebiasaan, dan habitat yang berbeda, menciptakan ekosistem dinamis yang terasa hidup. Pemain dapat menangkap, merawat, dan membentuk ikatan dengan Jinies, serta menggabungkan mereka dalam tim untuk menghadapi tantangan PvP maupun kooperatif.

Baca juga:
Gemini AI Merajai Indonesia: Dari Kreativitas Multimodal hingga Pelatihan Guru

Closed beta, yang diberi nama Quack Quack Test, akan dilaksanakan pada platform PC, iOS, dan Android. Pendaftaran sudah dibuka melalui situs resmi rocokingdom.com, memberikan kesempatan bagi pemain internasional untuk memberikan masukan sebelum peluncuran penuh. Sementara versi China sudah dirilis pada 26 Maret 2026, versi global masih menunggu tanggal rilis resmi, meski ekspektasi tinggi mengingat popularitasnya di pasar domestik.

Berikut beberapa fitur utama yang diunggulkan oleh Morefun Studios:

  • Cross‑platform play memungkinkan pemain PC dan mobile berinteraksi secara mulus.
  • Mode sosial yang meliputi dekorasi rumah, pertanian, dan kunjungan antar pemain.
  • Pertarungan berbasis giliran dengan fokus pada strategi tim, bukan sekadar pembelian item.
  • Visual cel‑shading yang terinspirasi oleh judul seperti Zelda: Breath of the Wild dan Genshin Impact.
  • Model free‑to‑play yang menekankan keadilan, tanpa mekanisme pay‑to‑win.

Roco Kingdom telah mengukir sejarah panjang di China, dengan lebih dari 400 juta pemain selama 16 tahun sebagai game berbasis browser. Selama periode itu, franchise ini melahirkan empat film layar lebar, serial animasi yang berkelanjutan, serta lebih dari 100 buku. Keberhasilan domestik tersebut memberi keyakinan bahwa judul ini dapat bersaing di pasar global yang didominasi oleh nama‑nama besar seperti Pokémon.

Xiaoye, Narrative Director dan Localization Lead Roco Kingdom, menjelaskan bahwa game ini dirancang sebagai “dunia yang dapat dibagikan”, di mana pemain dapat berjalan beriringan, menunggang Jinies bersama, atau mengunjungi rumah teman. Interaksi sosial menjadi inti pengalaman, menjadikan game tidak sekadar kompetisi melainkan platform komunitas.

Di samping fitur sosial, Roco Kingdom menonjolkan sistem ekosistem yang realistis. Setiap wilayah Carosia memiliki iklim dan lanskap yang memengaruhi distribusi Jinies. Pemain yang meneliti habitat dapat menemukan Jinies langka, menambah kedalaman eksplorasi. Mekanisme penangkapan menggabungkan elemen tradisional creature collector dengan elemen RPG klasik, seperti pertarungan berbasis giliran dan pengembangan karakter.

Baca juga:
OPPO Reno16 Pro 5G Bawa Dimensity 8550 Super, Performa Gaming dan AI Makin Ngebut

Pengumuman global ini juga dipaparkan pada Gamescom 2026, di mana Morefun Studios bersama Tencent menayangkan trailer resmi. Trailer menampilkan pemandangan luas Carosia, interaksi pemain dengan Jinies, serta contoh aktivitas rumah dan pertanian. Reaksi komunitas internasional tampak positif, dengan banyak pemain menantikan kesempatan menguji fitur sosial dan kompetitif secara bersamaan.

Model bisnis free‑to‑play Roco Kingdom menekankan bahwa semua Jinies dapat diperoleh melalui gameplay, sementara elemen kosmetik dan item premium bersifat opsional. Pendekatan ini diharapkan mengurangi keluhan pay‑to‑win yang kerap muncul pada judul sejenis, sekaligus menarik basis pemain yang mengutamakan keadilan kompetitif.

Dengan dukungan Tencent, distribusi game di wilayah Asia Tenggara, Eropa, dan Amerika Utara diharapkan akan berjalan lancar. Tencent juga berperan dalam menyediakan infrastruktur server yang dapat menangani jutaan pemain secara bersamaan, memastikan pengalaman multiplayer yang stabil.

Secara keseluruhan, Roco Kingdom berpotensi menjadi pionir baru dalam genre MMORPG creature‑collector. Kombinasi dunia terbuka yang hidup, sistem sosial yang kuat, serta pendekatan bebas bayar yang adil memberikan nilai tambah yang signifikan. Jika closed beta berhasil mengumpulkan umpan balik positif, peluncuran global pada akhir tahun ini dapat menjadi tonggak penting bagi industri game Indonesia dan dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *