analitik

Trump Mobile T1 Ketahuan! Smartphone ‘Made in America’ Ini Ternyata Dirakit dari Basis HTC Taiwan

PALANGKA RAYA, Ule.co.id – Klaim besar yang selama ini menjadi daya tarik utama Trump Mobile T1 kembali menjadi sorotan. Smartphone yang dipromosikan sebagai perangkat premium dengan semangat “Made in America” itu ternyata menyimpan fakta berbeda setelah dibongkar oleh tim teknisi iFixit. Hasil investigasi tersebut menunjukkan bahwa Trump Mobile T1 memiliki kemiripan yang sangat tinggi dengan HTC U24 Pro, smartphone buatan perusahaan asal Taiwan.

Temuan ini memicu perdebatan baru mengenai klaim produksi lokal yang selama ini melekat pada Trump Mobile T1. Bagi banyak pengamat industri teknologi, hasil pembongkaran tersebut menjadi bukti bahwa membangun smartphone yang sepenuhnya dibuat di Amerika Serikat bukanlah pekerjaan mudah, bahkan bagi perusahaan yang memiliki dukungan branding dan perhatian publik yang besar.

Baca juga:
Meski Tembus 1,1 Miliar Pengguna, Pangsa Pasar ChatGPT Turun di Bawah 50 Persen

Teardown iFixit Ungkap Identitas Asli Trump Mobile T1

Keraguan terhadap Trump Mobile T1 sebenarnya sudah muncul sejak awal ketika spesifikasi perangkat mulai beredar di internet. Banyak analis memperhatikan bahwa spesifikasi yang ditawarkan hampir identik dengan HTC U24 Pro.

Kecurigaan tersebut akhirnya terjawab ketika media NBC menyerahkan satu unit Trump Mobile T1 kepada iFixit untuk dilakukan analisis mendalam. Dalam proses pembongkaran, para teknisi menemukan bahwa tata letak komponen internal, susunan sirkuit, hingga desain motherboard memiliki kesamaan yang nyaris sempurna dengan HTC U24 Pro.

Menurut laporan iFixit, tingkat kemiripan antara kedua perangkat tersebut tidak sekadar pada spesifikasi di atas kertas, melainkan juga pada struktur fisik perangkat keras yang digunakan.

Temuan ini membuat banyak pihak mempertanyakan sejauh mana pengembangan yang benar-benar dilakukan pada Trump Mobile T1 sebelum dipasarkan kepada konsumen.

Motherboard HTC Bisa Menjalankan Trump Mobile T1

Salah satu hasil pengujian yang paling menarik adalah keberhasilan tim iFixit menghidupkan Trump Mobile T1 menggunakan motherboard milik HTC U24 Pro.

Teknisi melepas papan induk dari HTC kemudian memasangnya ke perangkat Trump Mobile T1. Hasilnya, smartphone dapat menyala dan melakukan proses booting secara normal.

Dalam industri smartphone, kompatibilitas seperti ini biasanya hanya terjadi pada perangkat yang berasal dari desain dasar yang sama. Karena itu, banyak analis menilai Trump Mobile T1 kemungkinan besar merupakan hasil modifikasi dari platform yang telah digunakan HTC sebelumnya.

Perbedaan yang ditemukan hanya berada pada beberapa komponen minor. Salah satunya adalah penggunaan chip RAM LPDDR5 dari Micron pada Trump Mobile T1, sedangkan HTC U24 Pro menggunakan chip dari SK Hynix.

Meski demikian, iFixit menyebut perbedaan tersebut lebih berkaitan dengan pasokan komponen daripada perubahan desain perangkat secara mendasar.

Perubahan yang Dilakukan Sebagian Besar Hanya pada Tampilan Luar

Meski bagian dalamnya sangat mirip dengan HTC U24 Pro, Trump Mobile T1 tetap memiliki sejumlah perbedaan dari sisi desain eksternal.

Beberapa perubahan yang ditemukan antara lain:

  • Penggunaan warna emas mencolok pada bodi perangkat.
  • Desain modul kamera yang dimodifikasi.
  • Posisi lampu kilat yang dipindahkan.
  • Lubang speaker yang sedikit berbeda.
  • Kapasitas baterai yang diklaim mencapai 5.000 mAh.

Namun perubahan tersebut lebih banyak bersifat kosmetik dibandingkan teknis. Bahkan, meski kapasitas baterainya sedikit lebih besar, kemampuan pengisian daya pada Trump Mobile T1 justru lebih rendah dibandingkan HTC U24 Pro.

Jika HTC U24 Pro mendukung pengisian cepat hingga 60W, maka Trump Mobile T1 hanya menawarkan kecepatan pengisian sekitar 30W.

Kemiripan Spesifikasi Sulit Dibantah

Sebelum hasil teardown dipublikasikan, spesifikasi Trump Mobile T1 memang sudah memunculkan tanda tanya besar di kalangan pengamat.

Perangkat ini membawa spesifikasi yang sangat mirip dengan HTC U24 Pro, termasuk:

  • Layar AMOLED 6,78 inci.
  • Refresh rate 120Hz.
  • Kamera utama 50MP.
  • Kamera telefoto 50MP.
  • Kamera ultrawide 8MP.
  • Prosesor Snapdragon kelas menengah.
  • Dukungan jaringan modern dan fitur premium lainnya.

Kesamaan tersebut membuat banyak pihak menilai bahwa Trump Mobile T1 lebih dekat dengan konsep rebranding dibandingkan pengembangan smartphone baru dari nol.

Klaim Anti-China Justru Menjadi Bumerang

Kontroversi terbesar terkait Trump Mobile T1 tidak hanya menyangkut kemiripan dengan HTC U24 Pro, tetapi juga asal-usul produksinya.

Selama proses promosi, perusahaan beberapa kali menekankan komitmen untuk mengurangi ketergantungan pada manufaktur China dan mendorong produksi teknologi di Amerika Serikat.

Namun dokumen regulasi menunjukkan fakta yang berbeda.

Berdasarkan data dari Komisi Komunikasi Nasional Taiwan, HTC U24 Pro diproduksi oleh Guangdong Yuanchang Electronics Co., Ltd., sebuah perusahaan manufaktur yang berlokasi di Guangdong, China.

Sejumlah unit HTC U24 Pro yang beredar di pasar bahkan secara jelas menampilkan label “Made in China”.

Karena Trump Mobile T1 memiliki basis perangkat keras yang sama, muncul pertanyaan mengenai sejauh mana produk tersebut benar-benar terlepas dari rantai pasok China.

Baca juga:
TP PKK Murung Raya: 1.000 Takjil untuk Warga Puruk Cahu

Tantangan Besar Membangun Smartphone Buatan Amerika

Kasus Trump Mobile T1 juga menunjukkan kompleksitas industri smartphone modern. Meskipun banyak pihak menginginkan lebih banyak produk teknologi dibuat di Amerika Serikat, realitas industri menunjukkan bahwa proses tersebut membutuhkan waktu sangat panjang.

Saat ini sebagian besar rantai pasok smartphone dunia masih terpusat di Asia. Berbagai komponen penting seperti layar, sensor kamera, chipset, memori, hingga baterai diproduksi oleh perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut.

Membangun ekosistem yang setara di Amerika Serikat membutuhkan investasi miliaran dolar serta pengembangan sumber daya manusia dan fasilitas manufaktur dalam jangka panjang.

Analis rantai pasok global Kevin O’Marah memperkirakan bahwa membangun industri smartphone yang benar-benar domestik di Amerika Serikat dapat memakan waktu hingga satu dekade.

Karena itu, banyak pakar menilai klaim produksi penuh di dalam negeri yang dikaitkan dengan Trump Mobile T1 sejak awal memang sulit direalisasikan dalam waktu singkat.

HTC Juga Diduga Mengandalkan Mitra ODM

Faktor lain yang membuat cerita Trump Mobile T1 semakin menarik adalah kondisi HTC sendiri.

Sejak sebagian besar tim pengembangan perangkat keras HTC diakuisisi Google pada 2017 dengan nilai sekitar USD 1,1 miliar, perusahaan tersebut tidak lagi memiliki kapasitas yang sama seperti sebelumnya dalam mengembangkan smartphone secara independen.

Menurut analisis iFixit, HTC kemungkinan juga menggunakan jasa perusahaan ODM di China untuk merancang dan memproduksi lini U24.

Jika dugaan tersebut benar, maka rantai produksi yang menjadi dasar Trump Mobile T1 melibatkan jaringan manufaktur global yang sebagian besar berada di Asia.

Hal ini semakin memperkuat pandangan bahwa industri smartphone saat ini sangat bergantung pada kolaborasi lintas negara.

Perusahaan Sebut Perakitan Akhir Dilakukan di Florida

Menanggapi kritik yang bermunculan, pihak perusahaan menjelaskan bahwa Trump Mobile T1 menjalani proses perakitan akhir di fasilitas mereka yang berada di Miami, Florida.

Perusahaan menyebut langkah tersebut sebagai tahap awal untuk meningkatkan tingkat lokalisasi produk di masa depan.

Namun dalam praktik industri elektronik, perakitan akhir hanya merupakan salah satu tahap dari keseluruhan proses produksi. Nilai teknologi utama biasanya berasal dari desain perangkat, pengembangan komponen, manufaktur chipset, hingga produksi berbagai komponen penting lainnya.

Karena itu, banyak analis menilai bahwa status “Made in America” pada Trump Mobile T1 masih menjadi perdebatan yang cukup kompleks.

Harga Trump Mobile T1 Lebih Murah dari HTC U24 Pro

Saat ini Trump Mobile T1 telah dibuka untuk pemesanan awal dengan harga promosi sekitar USD 499 atau setara Rp8,8 juta.

Harga tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan HTC U24 Pro yang dibanderol sekitar USD 579.

Strategi harga ini kemungkinan digunakan untuk menarik konsumen yang tertarik pada branding patriotik sekaligus ingin mendapatkan smartphone dengan spesifikasi kelas menengah premium.

Namun setelah hasil investigasi iFixit dipublikasikan, konsumen kini memiliki lebih banyak informasi untuk menilai apakah Trump Mobile T1 menawarkan nilai tambah yang sebanding dengan citra yang dibangun perusahaan.

T1 Ultra Sudah Masuk Tahap Perencanaan

Meski Trump Mobile T1 tengah menghadapi kontroversi, laporan terbaru menyebut perusahaan telah menyiapkan generasi berikutnya yang akan menggunakan nama T1 Ultra.

Belum ada informasi resmi mengenai spesifikasi perangkat tersebut. Namun perhatian publik kini tertuju pada apakah model baru itu akan menghadirkan inovasi yang benar-benar berbeda atau kembali menggunakan pendekatan serupa dengan generasi pertama.

Jika ingin memperkuat posisinya di pasar, perusahaan perlu membuktikan bahwa produk berikutnya memiliki identitas yang lebih kuat dan tidak hanya bergantung pada perubahan desain luar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *