Vivo Y600 Pro Resmi Meluncur: Baterai 10.200 mAh, Tahan Ekstrem, Performa Dimensity 7300e

JAKARTA, Ule.co.id – Vivo kembali mendorong batas kapasitas baterai di kelas menengah lewat peluncuran Vivo Y600 Pro. Smartphone ini langsung mencuri perhatian dengan baterai jumbo 10.200 mAh—angka yang bahkan mulai mendekati kategori “power bank dengan layar”.

Menurut laporan Gizmochina, perangkat ini juga membawa chipset MediaTek Dimensity 7300e serta sertifikasi ketahanan tinggi IP68/IP69, menjadikannya kombinasi menarik antara daya tahan dan performa.

Baterai Super Besar, Siap untuk Kondisi Ekstrem

Sorotan utama jelas ada pada baterai semi-solid-state berkapasitas 10.200 mAh. Teknologi ini dirancang untuk tetap stabil dalam rentang suhu ekstrem, dari -20°C hingga 40°C—fitur yang biasanya lebih dekat ke perangkat industri ketimbang smartphone konsumen.

Vivo mengklaim baterai ini mampu bertahan hingga enam tahun pemakaian, dengan dukungan fast charging 80W yang dapat mengisi penuh dalam waktu sekitar 80 menit. Untuk kapasitas sebesar itu, angka ini tergolong agresif.

Performa Stabil dengan Dimensity 7300e

Di sektor dapur pacu, Vivo Y600 Pro ditenagai chipset MediaTek Dimensity 7300e berbasis fabrikasi 6nm. Prosesor octa-core ini dipadukan dengan GPU Mali-G610, RAM LPDDR5, serta penyimpanan UFS 3.1—kombinasi yang solid untuk multitasking dan gaming kelas menengah.

Perangkat ini langsung menjalankan OriginOS 6 berbasis Android 16, memberi pengalaman software yang relatif mutakhir sejak awal.

Layar AMOLED 120Hz dengan Proteksi Mata

Vivo menyematkan layar AMOLED 6,83 inci beresolusi 1,5K dengan refresh rate 120Hz dan dukungan HDR10+. Panel ini juga menawarkan kedalaman warna 10-bit, gamut P3, serta PWM dimming 4320Hz untuk mengurangi kedipan layar.

Tak ketinggalan, sertifikasi low blue light memastikan kenyamanan mata saat penggunaan jangka panjang—relevan mengingat baterainya memang “mengundang” pemakaian lama.

Kamera dan Fitur Pendukung

Di sektor fotografi, Vivo Y600 Pro mengusung kamera utama 50MP dengan aperture f/1.8 dan stabilisasi EIS. Sementara kamera depan 32MP hadir untuk kebutuhan selfie dan video call.

Fitur lainnya cukup lengkap: NFC, infrared remote, speaker stereo, fingerprint di dalam layar, hingga konektivitas modern seperti 5G, Wi-Fi 6, dan Bluetooth 5.4.

Menariknya, perangkat ini juga mendukung penggunaan dengan tangan basah—detail kecil, tapi praktis di dunia nyata.

Tahan Banting dengan Sertifikasi IP69

Dengan sertifikasi IP68 dan IP69, Vivo Y600 Pro tidak hanya tahan air dan debu, tetapi juga dirancang menghadapi semprotan air bertekanan tinggi. Ditambah struktur pelindung berlapis, perangkat ini jelas diposisikan sebagai ponsel “tahan hidup keras”.

Harga dan Ketersediaan

Vivo Y600 Pro hadir dalam empat warna: Floating Gold, Bright Moon Black, Vast Blue, dan Starry Purple. Berikut daftar harganya di China:

  • 8GB + 128GB: 2.099 yuan (sekitar Rp5,3 juta)
  • 8GB + 256GB: 2.299 yuan (sekitar Rp5,8 juta)
  • 8GB + 512GB / 12GB + 256GB: 2.599 yuan (sekitar Rp6,5 juta)
  • 12GB + 512GB: 2.899 yuan (sekitar Rp7,3 juta)

Penjualan resmi dimulai 5 Mei 2026, dengan masa pre-order yang sudah dibuka.

Baterai Besar, Arah Baru?

Vivo Y600 Pro memperlihatkan tren menarik: ketika banyak brand fokus pada desain tipis, Vivo justru “balik arah” dengan menawarkan daya tahan ekstrem sebagai nilai jual utama.

Bagi pengguna yang lelah dengan rutinitas заряд dua kali sehari, ponsel ini terasa seperti jawaban. Tinggal satu pertanyaan praktis: seberapa berat konsekuensi dari baterai sebesar itu di kantong?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *