Bhayangkara FC Ganti Pelatih, Raih Kemenangan Pramusim, dan Siap Tampil di Super League 2026/27
Ule.co.id – Bhayangkara FC kembali menjadi sorotan utama menjelang dimulainya Super League 2026/27 setelah mengumumkan pergantian pelatih dan mencatat kemenangan penting dalam laga pramusim melawan Persik Kediri. Perubahan kepelatihan ini sekaligus menandai strategi klub dalam menghadapi kompetisi yang semakin kompetitif, di mana 17 dari 18 klub mengandalkan pelatih asing.
Oscar Bruzon, pelatih asal Spanyol, resmi mengambil alih kursi pelatih Bhayangkara FC menggantikan Paul Munster. Penunjukan Bruzon diumumkan bersamaan dengan daftar lengkap 18 pelatih yang akan memimpin tim di Super League musim ini. Dominasi pelatih asing terus berlanjut, hanya tersisa satu pelatih lokal, Ade Suhendra, yang melatih Isenmulang FC. Keputusan Bhayangkara FC mengangkat Bruzon menegaskan tekad klub untuk memperkuat taktik dan performa, terutama menjelang jadwal padat kompetisi domestik dan regional.
Dalam pertandingan uji coba yang digelar di Stadion Gelora Bung Sumardji, Nganjuk, Bhayangkara FC berhadapan dengan Persik Kediri pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Persik Kediri berhasil mengamankan kemenangan 2-1 berkat dua gol Jose Enrique pada menit ke-36 dan 86. Meskipun kalah, Bhayangkara FC menilai laga tersebut sebagai ajang evaluasi taktik di bawah asuhan Bruzon. Pelatih baru tersebut menyatakan, “Kami melihat banyak aspek positif, namun masih banyak yang harus diperbaiki sebelum kompetisi resmi dimulai,” kata Bruzon dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Di sisi lain, Persik Kediri yang dipimpin oleh Marcos Reina juga menekankan pentingnya kemenangan pramusim. “Kemenangan ini meningkatkan kepercayaan diri pemain menjelang Super League, meskipun masih dalam fase persiapan,” ujar Reina. Ia menambahkan bahwa tim masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaan taktik dan fisik sebelum memasuki fase kompetisi utama pada September.
Tak hanya Bhayangkara FC, beberapa klub lain juga melakukan perubahan signifikan pada jajaran pelatihnya. Igor Tolić ditunjuk sebagai pelatih Persib Bandung, Shin Tae‑yong kembali ke Persija Jakarta, dan Mauro Jeronimo memimpin Borneo FC. Sementara itu, Garudayaksa FC mempercayakan taktiknya kepada Milos Joksic. Pergantian ini menambah dinamika kompetisi, terutama dengan kehadiran pelatih asing yang membawa pengalaman internasional.
Persebaya Surabaya, yang dipimpin oleh Bernardo Tavares, menyatakan kewaspadaan terhadap Bhayangkara FC meski belum mengetahui formasi yang akan diterapkan oleh Bruzon. “Kami belum tahu apakah mereka akan bermain tiga bek, empat bek, atau lima bek. Fokus kami tetap pada persiapan tim sendiri,” kata Tavares. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa perubahan pelatih dapat memengaruhi strategi lawan, namun klub lain lebih memilih mengutamakan kesiapan internal.
Super League 2026/27 diprediksi akan menjadi ajang persaingan sengit. Dengan 18 klub yang berkompetisi, termasuk tim promosi Isenmulang FC yang dipimpin Ade Suhendra, kualitas pertandingan diperkirakan meningkat. Selain itu, jadwal kompetisi internasional seperti AFC Challenge League dan ASEAN Club Championship menambah beban fisik para pemain.
Para analis sepak bola menilai bahwa Bhayangkara FC memiliki potensi untuk bersaing di puncak klasemen bila taktik Bruzon dapat diintegrasikan dengan baik. Pengalaman Bruzon di liga Eropa diharapkan dapat memperbaiki pola serangan dan pertahanan tim. Namun, konsistensi pemain lokal dan adaptasi terhadap gaya permainan baru menjadi tantangan utama.
Di luar lapangan, dukungan suporter tetap menjadi faktor penting. Pada laga pramusim melawan Persik Kediri, kehadiran suporter Bhayangkara FC meski tidak sebesar pada pertandingan resmi, tetap memberikan semangat bagi para pemain. Klub berencana meningkatkan interaksi dengan basis pendukung melalui program komunitas dan media sosial menjelang musim kompetisi.
Dengan semua perubahan dan persiapan yang sedang berlangsung, Bhayangkara FC berada di persimpangan penting menjelang Super League 2026/27. Keberhasilan Oscar Bruzon dalam mengimplementasikan taktik baru serta kemampuan tim dalam menyesuaikan diri akan menjadi kunci utama dalam menentukan posisi mereka di papan atas kompetisi.
